RI News Portal. Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi secara resmi mengumumkan penerapan kembali sistem sekolah enam hari bagi siswa SD dan SMP mulai Senin, 26 Januari 2026. Keputusan ini diambil dalam rapat evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana kerja tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Aula Balai Kota, Rabu (21/1/2026).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan rekomendasi hasil kajian mendalam oleh tim Disdikbud bersama pakar pendidikan terkait implementasi sistem lima hari sekolah sebelumnya. Evaluasi menunjukkan perlunya penambahan hari belajar untuk memperkuat penguasaan materi formal bagi peserta didik.
“Setelah melalui proses evaluasi yang komprehensif, kami memutuskan agar anak-anak di tingkat SD dan SMP kembali mengikuti pembelajaran selama enam hari, Senin hingga Sabtu. Tujuannya sederhana namun strategis: memberikan waktu lebih banyak bagi mereka untuk menyerap pelajaran di lingkungan sekolah yang terstruktur,” ujar Ramlan dalam arahannya.

Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan visi membangun generasi yang kompetitif di tengah era disrupsi digital dan tantangan moral-sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, melainkan juga wahana pembentukan karakter melalui lingkungan yang kondusif.
Ramlan menekankan pentingnya kelengkapan sarana prasarana pendidikan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan nyaman. “Proses belajar mengajar harus menyenangkan. Sarana yang berkualitas, ruang kelas yang tertata rapi, serta lingkungan sekolah yang bersih dan aman akan mendukung semangat belajar siswa,” katanya.
Ia juga mengingatkan peran guru sebagai teladan. “Guru harus lebih dari sekadar pengajar; mereka perlu melakukan pendekatan preventif, memberikan pelayanan maksimal, serta menjaga komunikasi intensif dengan orang tua. Sinergi ini krusial untuk mendukung perkembangan holistik anak-anak kita,” tambahnya.
Baca juga : Kanwil Kemenkum Bali Gerak Cepat Revisi Anggaran 2026 demi Efisiensi dan Ketepatan Sasaran
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menyatakan bahwa rapat tersebut menjadi momentum akuntabilitas sekaligus konsolidasi strategis. “Forum ini memungkinkan kami mengevaluasi capaian program 2025, mengidentifikasi isu-isu krusial beserta solusinya, serta menyusun rencana kerja 2026 yang lebih terfokus dan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan dan kebudayaan,” jelasnya, didampingi Sekretaris Dinas Yudhi Hidayat.
Albertiusman berharap kegiatan ini memperkuat kesamaan visi di antara seluruh unsur dinas, kepala sekolah, dan stakeholder pendidikan. “Kami ingin membangun komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah kota memberikan penghargaan kepada 22 siswa berprestasi dari berbagai cabang lomba dan kejuaraan. Penghargaan tersebut meliputi 5 siswa berprestasi tingkat nasional dan 7 siswa tingkat provinsi. Pemberian reward ini dimaksudkan sebagai apresiasi sekaligus motivasi agar prestasi pendidikan di Kota Bukittinggi terus meningkat secara berkelanjutan.
Keputusan kembali ke sekolah enam hari ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat fondasi pendidikan lokal, di tengah upaya menyiapkan generasi muda yang adaptif, berprestasi, dan berakhlak mulia. Pelaksanaan kebijakan baru ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas dan kesejahteraan siswa tetap terjaga.
Pewarta : Jum Aini

