RI News Portal. Tasikmalaya – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya, pada Selasa (20/1/2026) menuai harapan besar dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Pejabat setempat melihat momen tersebut sebagai momentum krusial untuk memulai revitalisasi pasar induk yang telah lama terabaikan, khususnya pasca-insiden kebakaran tahun 2015 yang hingga kini meninggalkan bekas luka berupa blok-blok bangunan yang belum tersentuh pembangunan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqien, menyampaikan optimisme ini di sela-sela kunjungan Wapres. Ia menegaskan bahwa kehadiran langsung pejabat tinggi negara di lokasi pasar tradisional terbesar di Priangan Timur itu diharapkan menjadi titik balik bagi upaya pembenahan menyeluruh.
“Mudah-mudahan dengan kedatangan Pak Wapres ini bisa menjadi titik awal kita untuk pembangunan di Cikurubuk, sekaligus meramaikan kembali aktivitas di pasar ini,” ujar Sofian.

Menurutnya, kondisi terkini Pasar Cikurubuk memang mendesak untuk diperbaiki, baik dari segi sarana prasarana fisik maupun daya saing secara keseluruhan. Beberapa blok, terutama Blok A1 dan A2 yang terdampak kebakaran lebih dari satu dekade lalu, masih dalam keadaan terbengkalai tanpa ada progres pembangunan signifikan meski telah diajukan usulan berulang kali.
“Kita sudah mengusulkan pembangunan ulang blok tersebut sejak lama, namun terkendala keterbatasan anggaran daerah,” tambahnya.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemkot Tasikmalaya kini mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat. Salah satu langkah konkret adalah pengiriman surat resmi dari Wali Kota kepada Wakil Presiden, yang diharapkan mendapat respons positif untuk merealisasikan rekonstruksi Blok A1-A2.
Tidak hanya rekonstruksi gedung, perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalan akses dan sistem drainase juga menjadi prioritas. Saat ini, kata Sofian, sebagian pekerjaan tersebut sudah mulai dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan, termasuk pengaspalan jalan dan perbaikan saluran pembuangan agar pengunjung pasar merasa lebih nyaman dan aman.
Selain aspek fisik, kunjungan Wapres juga menyentuh dimensi modernisasi perdagangan. Dalam peninjauannya, Gibran tidak hanya memantau ketersediaan pangan serta stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pedagang yang telah memanfaatkan platform daring untuk berjualan. Dialog tersebut membuka wacana pengembangan pasar ke arah digitalisasi dan penjualan online.
“Kayaknya tadi ada strategi untuk pengembangan pasar ini ke arah digitalisasi dan online,” tutur Sofian, menanggapi aktivitas Wapres yang sempat berdialog dengan para pedagang daring.
Pasar Cikurubuk, sebagai pusat perdagangan rakyat utama di wilayah tersebut, diharapkan dapat bangkit kembali menjadi lebih kompetitif dan ramai melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Harapan ini semakin kuat pasca-kunjungan tersebut, di mana perhatian langsung dari level nasional dianggap sebagai katalisator perubahan yang telah lama ditunggu pedagang dan masyarakat setempat.
Pewarta : Mukhlis

