RI News Portal. Seoul, South Korea 20 Januari 2026 — Dalam langkah yang jarang terjadi dan dilakukan secara terbuka, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memecat seorang wakil perdana menteri secara langsung di lokasi peresmian proyek modernisasi pabrik mesin penting. Keputusan ini diyakini sebagai bagian dari upaya tegas untuk menegakkan disiplin tinggi di kalangan elit penguasa menjelang kongres besar Partai Buruh Korea yang akan menentukan arah kebijakan negara ke depan.
Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA) yang dirilis hari ini, peristiwa tersebut berlangsung pada Senin (19 Januari 2026) saat Kim Jong Un menghadiri upacara penyelesaian tahap pertama modernisasi Kompleks Mesin Ryongsong di Provinsi Hamgyong Selatan, wilayah timur laut negara itu. Di hadapan para pejabat dan pekerja, Kim langsung menyatakan pemecatan terhadap Wakil Perdana Menteri Yang Sung Ho, yang bertanggung jawab atas sektor industri pembuatan mesin.
Kim menuding Yang Sung Ho sebagai penyebab utama “kekacauan buatan manusia yang tidak perlu” serta kerugian ekonomi signifikan selama pelaksanaan proyek tersebut. Ia menekankan bahwa kelalaian, sikap tidak bertanggung jawab, dan ketidakmampuan sejumlah pejabat telah memboroskan dana serta tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga membebani lebih berat sektor industri pertahanan dan amunisi yang menjadi prioritas negara.

Dalam pidatonya, Kim mengungkapkan bahwa ia telah memberikan kritik langsung kepada Yang Sung Ho sejak rapat partai pada Desember lalu, bahkan memantau kinerjanya secara ketat. Namun, menurutnya, tidak ada tanda-tanda perbaikan atau rasa tanggung jawab dari pejabat tersebut. “Mulai hari ini, saya nyatakan Anda dipecat dari jabatan Wakil Perdana Menteri,” ujar Kim, sebagaimana dikutip KCNA.
Langkah ini bukan sekadar koreksi individual, melainkan mencerminkan tekad Partai Buruh untuk memutus lingkaran lama yang disebut Kim sebagai “sikap kalah sebelum bertarung, ketidakbertanggungjawaban, dan pasifitas” di kalangan pengelola ekonomi. Kim menegaskan bahwa kepemimpinan ekonomi saat ini sulit diandalkan untuk melakukan penataan ulang industri secara menyeluruh dan peningkatan teknologi, sehingga diperlukan perubahan mendasar agar negara bisa maju dengan kekuatan kemandirian.
Pemecatan terbuka semacam ini relatif langka di Korea Utara dan sering kali digunakan untuk mengirim pesan kuat tentang akuntabilitas. Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un kerap menegur atau memberhentikan pejabat senior secara publik guna mengatasi kegagalan kebijakan dan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan, terutama pasca-pandemi COVID-19 yang memperparah isolasi dan tekanan sanksi internasional.
Meski Bank Sentral Korea Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi Korea Utara mencapai 3,7 persen pada 2024, para pengamat menilai pemulihan signifikan sulit tercapai karena alokasi sumber daya yang besar untuk program senjata, struktur ekonomi terpusat yang kurang efisien, serta sanksi berkelanjutan dari komunitas internasional.
Kongres Partai Buruh yang akan menjadi yang pertama dalam lima tahun ini diperkirakan digelar akhir Januari atau Februari 2026, menurut dinas intelijen Korea Selatan. Acara tersebut diyakini akan menetapkan target ekonomi baru serta strategi negara di tengah tantangan internal dan eksternal yang semakin kompleks. Pemecatan Yang Sung Ho kemungkinan menjadi salah satu indikasi awal bahwa Kim Jong Un tidak akan mentolerir kelambanan atau kegagalan di jajaran atas menjelang forum penting tersebut.
Pewarta : Setiawan Wibisono

