RI News Portal. Kudus – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Pati Sudewo di Mapolres Kudus, Jawa Tengah, setelah proses berlangsung hampir selama 24 jam penuh. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengonfirmasi bahwa pemeriksaan tersebut dimulai pada Senin (19/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB dan baru rampung pada malam harinya, Selasa (20/1/2026).
Menurut keterangan Kapolres, tim KPK yang berjumlah sekitar enam orang tiba di Mapolres Kudus untuk meminjam satu ruangan khusus guna keperluan pemeriksaan tersebut. Koordinasi dilakukan sebelumnya, dan Polres Kudus hanya menyediakan fasilitas ruang pemeriksaan tanpa terlibat dalam substansi penyidikan.
“Benar, hari itu tim KPK berkoordinasi dengan kami untuk meminjam fasilitas pemeriksaan dalam rangka memeriksa Bupati Pati. Alhamdulillah, prosesnya sudah selesai tanpa kendala,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo saat ditemui di Kudus pada Senin malam.

Pemeriksaan yang berlangsung maraton tersebut hanya melibatkan satu orang, yaitu Bupati Pati Sudewo. Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak mengetahui detail materi pemeriksaan maupun barang bukti yang dibawa tim KPK. “Untuk hal-hal teknis terkait materi maupun pihak yang diperiksa, silakan konfirmasi langsung ke penyidik KPK,” tambahnya.
Setelah pemeriksaan selesai, tim KPK langsung meninggalkan Mapolres Kudus menuju Semarang, dengan pengawalan ketat dari Unit Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satlantas Polres Kudus. Keberangkatan tersebut dilakukan secara tertib pada malam hari.
Selain pemeriksaan terhadap Bupati Pati di Kudus, penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah camat serta perangkat pemerintahan desa di wilayah Kabupaten Pati. Namun, proses tersebut dilaksanakan di lokasi berbeda, yakni di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Baca juga : Polsek Sidoharjo Wonogiri Sukses Mediasi Konflik Kebisingan Bengkel Motor, Warga dan Pemilik Sepakat Damai
Sementara itu, konfirmasi kepada Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro terkait pemeriksaan di wilayahnya belum memperoleh tanggapan hingga berita ini disusun.
Peristiwa ini menarik perhatian karena lokasi pemeriksaan dipilih di luar kantor pusat KPK, yang diyakini sebagai strategi untuk menyesuaikan kebutuhan penyidikan secara efektif di daerah. Publik kini menanti perkembangan lebih lanjut dari KPK mengenai status hukum dan konstruksi perkara yang melibatkan kepala daerah tersebut.
Pewarta : Sriyanto

