Skip to content
21/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Lonjakan Permohonan Perlindungan WNI di Kamboja Terkait Penutupan Sindikat Penipuan Daring

Lonjakan Permohonan Perlindungan WNI di Kamboja Terkait Penutupan Sindikat Penipuan Daring

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 2 min read
Terkait Penutupan Sindikat Penipuan Daring
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Phnom Penh, 19 Januari 2026 – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh mencatat peningkatan signifikan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang melapor secara langsung untuk meminta bantuan repatriasi setelah dilepas dari berbagai pusat operasi penipuan daring di Kamboja.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa dalam dua hari terakhir saja, sebanyak 308 WNI datang secara walk-in ke perwakilan diplomatik tersebut. Mereka umumnya baru saja dikeluarkan atau berhasil meninggalkan lokasi kerja yang diduga terkait sindikat penipuan daring (online scam).

Menurut catatan resmi perwakilan RI, sepanjang Januari 2026 hingga saat ini telah tercatat 375 WNI dengan latar belakang serupa yang meminta pendampingan. Lonjakan paling mencolok terjadi pada 16–17 Januari dengan 243 orang, diikuti tambahan 65 orang pada 18 Januari. Angka tersebut terus bertambah seiring intensifikasi operasi pemberantasan kejahatan siber oleh pihak berwenang Kamboja.

Peningkatan ini diyakini berkaitan dengan kebijakan tegas Perdana Menteri Kamboja Hun Manet yang memerintahkan pembersihan menyeluruh terhadap jaringan penipuan daring. Tekanan tersebut membuat beberapa sindikat memilih untuk membubarkan operasi mereka secara mendadak dan melepaskan pekerja asing yang terlibat, termasuk ratusan WNI, tanpa prosedur formal.

Dubes Santo menjelaskan bahwa mayoritas WNI yang melapor berada dalam kondisi fisik aman dan sehat. Namun, mereka menghadapi beragam kendala administratif dan hukum. Sebagian memiliki paspor pribadi, sementara yang lain mengalami penyitaan dokumen oleh pihak sindikat. Ada pula yang berstatus overstay atau masih memiliki izin tinggal yang sah di Kamboja.

Beberapa WNI menyatakan keinginan untuk tetap mencari peluang kerja lain secara legal di Kamboja, sementara mayoritas memilih untuk segera kembali ke Indonesia. Perwakilan RI menegaskan akan menangani kasus-kasus ini mengikuti prosedur standar yang telah berhasil diterapkan pada ribuan WNI sebelumnya dalam situasi serupa.

Koordinasi diperkuat antara pihak Kamboja, termasuk otoritas imigrasi dan kepolisian setempat, serta instansi terkait di Indonesia untuk mempercepat proses administrasi dan kepulangan. Meski demikian, seluruh WNI diarahkan agar melakukan repatriasi secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Modifikasi Truk “Helikopter” Terbongkar di Lhokseumawe: BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Santo kembali mengingatkan masyarakat Indonesia agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang terkesan terlalu menggiurkan. Janji gaji besar, persyaratan minim, serta fasilitas mewah sering kali menjadi modus perekrutan oleh sindikat kriminal transnasional.

“Jangan mudah percaya iklan lowongan kerja yang tidak jelas sumbernya. Selalu verifikasi melalui kanal resmi pemerintah dan KBRI setempat,” ujarnya.

Kasus ini mencerminkan dampak langsung dari upaya pemberantasan kejahatan siber di kawasan regional, sekaligus menjadi pengingat akan risiko migrasi berisiko tinggi yang masih menghantui banyak pencari kerja dari Indonesia. Pemerintah terus mendorong peningkatan kesadaran publik guna mencegah korban baru di masa mendatang.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Modifikasi Truk “Helikopter” Terbongkar di Lhokseumawe: BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi
Next: Dari Riset ke Industrialisasi: Kementrans Gandeng 10 Universitas, Target 1.500 Mahasiswa Ubah Wajah Transmigrasi

Related Stories

Prabowo Gelar Rapat Strategis di Istana
2 min read

Prabowo Gelar Rapat Strategis di Istana, Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Kampung Nelayan Merah Putih

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Patriotisme Daerah sebagai Pilar Utama Kekuatan Bangsa
2 min read

Patriotisme Daerah sebagai Pilar Utama Kekuatan Bangsa: Presiden Prabowo Tekankan Komitmen Pimpinan DPRD di Magelang

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang
3 min read

Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang: Mentan Amran Desak Pengusutan Akar Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal di Pontianak

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Respons Sigap Polres Mitra Redam Konflik Antar Kelompok di Belang: Masyarakat Akui Keamanan Kembali Terjaga
  • Prajurit Kodim 0730/Gunungkidul Dibekali “Hukum sebagai Panglima” di Tengah Era Digital
  • Kecelakaan Beruntun di Pantura Pemalang: Truk Trailer Pengangkut Pakan Ayam Tabrak Truk Colt Diesel Saat Hendak Masuk SPBU
  • Damai di Tengah Hutan: Bhabinkamtibmas Padangsidimpuan Selesaikan Dugaan Pencurian Kayu Lewat Mediasi Kekeluargaan
  • Berantas Narkoba hingga ke Pelosok Desa: Polres Tapsel Ungkap Jaringan Sabu di Warung Doorsmeer Paluta
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.