RI News Portal. Washington, 11 Januari 2026 – Pemerintahan Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif baru yang secara tegas melindungi pendapatan minyak Venezuela dari penyitaan melalui proses peradilan swasta. Langkah ini diumumkan pada akhir pekan lalu dan menjadi bagian dari strategi Washington untuk mempertahankan stabilitas ekonomi-politik Venezuela pasca-penggulingan Nicolás Maduro.
Dokumen resmi yang dirilis Sabtu (10/1) menyatakan bahwa setiap upaya penyitaan dana minyak Venezuela untuk memenuhi klaim hukum pihak ketiga berpotensi “merusak kepentingan nasional Amerika Serikat yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan tatanan politik di Venezuela”. Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa litigasi swasta dapat mengganggu aliran dana yang kini berada di bawah pengelolaan penuh pemerintah Amerika Serikat.
Perintah eksekutif itu dikeluarkan hanya sehari setelah Presiden Trump menggelar pertemuan tertutup dengan para pimpinan perusahaan minyak besar Amerika di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, Darren Woods, CEO ExxonMobil, secara blak-blakan menyatakan bahwa kondisi bisnis di Venezuela saat ini “tidak memungkinkan untuk investasi” akibat kombinasi ketidakpastian politik berkepanjangan, riwayat penyitaan aset negara, serta lapisan sanksi yang masih berlaku.

Trump menanggapi kekhawatiran tersebut dengan menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika tidak perlu bernegosiasi dengan otoritas Venezuela yang baru terbentuk. Sebaliknya, mereka akan berurusan langsung dengan pihak Amerika Serikat. Pernyataan itu sekaligus mengisyaratkan model pengelolaan sumber daya minyak Venezuela yang sangat terpusat di tangan Washington untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Sejak pengambilalihan kendali atas ekspor minyak Venezuela pasca-penangkapan Maduro, pemerintah AS telah menyita sejumlah kapal tanker dan menyatakan bahwa penjualan 30–50 juta barel minyak mentah Venezuela yang sebelumnya berada dalam daftar sanksi kini berada di bawah otoritas penuh Amerika Serikat. Trump bahkan menyebut rencana tersebut sebagai pengendalian penjualan minyak Venezuela di pasar global “secara permanen”.
Dalam unggahan di media sosial pada Sabtu malam waktu setempat, Trump menulis dari kediamannya di Florida selatan: “Saya sangat mencintai rakyat Venezuela. Kami sedang membuat Venezuela kembali kaya dan aman. Terima kasih kepada semua yang membantu mewujudkan ini.”
Baca juga : Cuaca Ekstrem Hantam Kesesi Pekalongan: Tiang Listrik dan Atap Fasilitas Umum Roboh, Akses Jalan Terganggu
Secara hukum, perintah eksekutif tersebut bersandar pada dua landasan utama: National Emergencies Act serta International Emergency Economic Powers Act. Dalam teks resminya, Trump menyebut potensi keterlibatan pendapatan minyak Venezuela dalam proses peradilan sebagai “ancaman luar biasa dan tidak biasa” terhadap kepentingan nasional Amerika Serikat.
Para pengamat hubungan internasional menilai langkah ini sebagai upaya memperpanjang pengaruh geopolitik Washington di Amerika Latin sembari memberikan jaminan kepastian hukum kepada investor minyak Amerika yang selama ini enggan masuk ke Venezuela akibat risiko litigasi dan ketidakpastian regulasi.
Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pemerintahan transisi Venezuela terkait perintah eksekutif terbaru tersebut. Situasi ini menambah dimensi baru dalam hubungan yang sudah sangat asimetris antara Washington dan Caracas pada awal tahun 2026.
Pewarta : Setiawan Wibisono

