Skip to content
22/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Internasional: Kebijakan “America First” di Era Trump Kedua

Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Internasional: Kebijakan “America First” di Era Trump Kedua

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 minutes read
Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Internasional
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington, 8 Januari 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump telah menandatangani sebuah memorandum kepresidenan yang menginstruksikan penarikan negara tersebut dari 66 organisasi internasional. Langkah ini, yang diumumkan oleh Gedung Putih pada Rabu, mencerminkan pendekatan unilateral yang konsisten dalam kebijakan luar negeri Trump, dengan penekanan pada prioritas kepentingan nasional di atas komitmen multilateral.

Memorandum tersebut secara spesifik mengarahkan semua departemen dan lembaga eksekutif federal untuk menghentikan partisipasi serta pendanaan terhadap 35 organisasi di luar lingkup Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 31 entitas di bawah naungan PBB. Alasan utama yang dikemukakan adalah bahwa entitas-entitas tersebut “tidak lagi melayani kepentingan Amerika” dan bahkan “bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, serta kedaulatan Amerika Serikat”.

Keputusan ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru dalam trajektori kebijakan Trump. Pada masa jabatan pertamanya (2017–2021), Amerika Serikat telah menarik diri dari sejumlah kesepakatan dan organisasi multilateral, termasuk Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama pandemi Covid-19, serta Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Langkah-langkah tersebut sering dikaitkan dengan doktrin “America First”, yang memprioritaskan kedaulatan nasional dan mengkritik institusi internasional sebagai birokratis, tidak efisien, atau bahkan bias terhadap kepentingan AS.

Dalam konteks terkini, penarikan massal ini tampaknya merupakan eskalasi dari kritik Trump terhadap PBB. Pada akhir Desember lalu, Trump menyatakan dalam sebuah pernyataan publik bahwa Amerika Serikat telah mengambil alih peran utama dalam mediasi konflik global, karena PBB dianggap gagal memberikan kontribusi nyata terhadap perdamaian dunia. Ia secara khusus menyebut penyelesaian sementara konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, yang sempat memanas pada 2025, sebagai bukti keberhasilan diplomasi bilateral AS. Menurut Trump, kesepakatan jeda pertempuran tersebut mengembalikan kedua negara pada perjanjian damai sebelumnya, sementara PBB “hanya memberikan sedikit bantuan”

Trump menyerukan agar PBB “mulai aktif dan terlibat dalam perdamaian dunia”, sambil mengkritik ketidakmampuan organisasi tersebut dalam menangani konflik lain, seperti antara Rusia dan Ukraina. Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa institusi multilateral sering kali tidak efektif dalam menyelesaikan krisis aktual, sehingga AS lebih baik bertindak secara independen.

Baca juga : Kejaksaan Agung dan KLHK Bersinergi Verifikasi Data Kasus Tambang di Kawasan Hutan Lindung Konawe Utara

Dari perspektif analisis hubungan internasional, keputusan ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang masa depan tatanan liberal pasca-Perang Dunia II yang dibangun atas prinsip multilateralisme. Penarikan dari puluhan entitas PBB dan non-PBB—termasuk yang berkaitan dengan isu iklim, kesehatan global, dan pembangunan—berpotensi melemahkan legitimasi dan kapasitas operasional organisasi-organisasi tersebut, mengingat Amerika Serikat historically merupakan penyandang dana terbesar. Hilangnya kontribusi AS dapat memperburuk defisit anggaran yang sudah dihadapi beberapa badan PBB, sekaligus membuka ruang bagi aktor lain seperti Tiongkok untuk meningkatkan pengaruhnya.

Di sisi lain, pendukung kebijakan ini berargumen bahwa langkah tersebut akan menghemat miliaran dolar pajak warga Amerika yang selama ini dialokasikan untuk organisasi yang dianggap tidak memberikan hasil proporsional. Ini sejalan dengan pandangan realis dalam teori hubungan internasional, yang menekankan bahwa negara harus memprioritaskan kepentingan nasional di atas norma-norma kolektif ketika institusi global tidak lagi selaras dengan realitas kekuatan.

Reaksi internasional terhadap memorandum ini baru mulai bermunculan, dengan kelompok-kelompok advokasi iklim dan pembangunan global menyatakan kekhawatiran mendalam atas dampaknya terhadap upaya bersama menghadapi tantangan transnasional. Sementara itu, para pengamat memperkirakan bahwa penarikan ini akan memicu debat panjang di Kongres AS serta di forum-forum internasional mengenai keseimbangan antara kedaulatan nasional dan tanggung jawab global.

Langkah Trump ini, meskipun kontroversial, mempertegas kembali polarisasi dalam perdebatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat: apakah isolasionisme selektif akan memperkuat posisi AS di panggung dunia, atau justru mengikis pengaruh jangka panjangnya dalam membentuk aturan global.Langkah Trump ini, meskipun kontroversial, mempertegas kembali polarisasi dalam perdebatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat: apakah isolasionisme selektif akan memperkuat posisi AS di panggung dunia, atau justru mengikis pengaruh jangka panjangnya dalam membentuk aturan global.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kejaksaan Agung dan KLHK Bersinergi Verifikasi Data Kasus Tambang di Kawasan Hutan Lindung Konawe Utara
Next: Perkembangan Penanganan Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Joko Widodo: Pemanggilan Tersangka dan Isu Forensik Independen

Related Stories

Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Spanyol yang Baru: Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Ancaman Ekologis Besar: Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ratusan Santri Tinggalkan Pondok Pesantren Wonogiri usai Dugaan Pencabulan oleh Pimpinan yang Berstatus Polisi
  • Polres Padangsidimpuan Gerebek L300 Tenda Biru, Sita Puluhan Karton Rokok Ilegal
  • Sinergi Digital yang Menyentuh Nyata: Polda DIY dan Komunitas Jogja Menyapa Gulung Lengan Bantu Sesama
  • Dugaan Korupsi Pengadaan di Wonogiri: Bayang-Bayang Fee 10 Persen dan Lelang di Atas Kertas
  • Semangat Pengabdian Muda: 231 Calon Bintara Polri Mulai Ditempa di SPN Banyumas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.