RI News Portal. Wonogiri, 2 Januari 2026 – Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa pada Rabu, 31 Desember 2025. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Desa Tanggulangin, Destana (Desa Tangguh Bencana), dan masyarakat setempat, dengan menyajikan materi teori serta simulasi penanganan bencana.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Tanggulangin, Marsih; Koordinator Destana Desa Tanggulangin, Nandar Suyadi, beserta anggota; serta seluruh ketua RT dan RW se-Desa Tanggulangin.
Kepala Desa Tanggulangin, Marsih, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik narasumber, panitia, peserta, maupun aparatur pemerintah desa.
“Pelatihan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Desa Tanggulangin untuk mewujudkan desa tangguh bencana. Kesiapsiagaan, mitigasi, dan respons darurat sangat penting dalam mengurangi risiko bencana. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujar Marsih.

Sementara itu, Nandar Suyadi yang mewakili relawan Destana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Tanggulangin dan semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
“Wilayah Kabupaten Wonogiri memiliki potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, dan lainnya. Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” tutur Nandar.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap pengetahuan, keterampilan, dan sikap tanggap warga terhadap situasi darurat semakin meningkat, termasuk cara memberikan pertolongan pertama pada korban di lokasi kejadian,” imbuhnya.
Nandar juga berharap Desa Tanggulangin mampu mengenali ancaman bencana di wilayahnya sendiri serta melakukan antisipasi dan evakuasi mandiri secara efektif. “Sinergi dan koordinasi yang baik antara warga, aparatur desa, Babinsa, Babinkamtibmas, serta instansi terkait dalam Tim Siaga Bencana Desa harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Bambang Relianto, Kepala Dusun Pakel Desa Tanggulangin, menyatakan bahwa desa memiliki peran strategis bersama relawan Destana dan masyarakat dalam kegiatan mitigasi di setiap dusun maupun tingkat RT untuk mengurangi risiko bencana.
Baca juga : Longsor di Lereng Bukit Rawan: Dampak Curah Hujan Ekstrem pada Permukiman Pedesaan di Wonogiri
“Masyarakat harus mampu mengidentifikasi potensi bencana di lingkungannya serta melakukan langkah-langkah mitigasi secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Bambang.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pemetaan risiko bencana, penyusunan rencana kontinjensi desa, serta pentingnya pelibatan aktif warga dalam setiap tahap penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Dengan adanya pelatihan ini, Desa Tanggulangin diharapkan semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
Pewarta: Nandar Suyadi

