Skip to content
04/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan

Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba: Implikasi Hukum, Politik, dan Kemanusiaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Eskalasi Militer AS terhadap Penyelundupan Narkoba
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington 1 Januari 2026 – Amerika Serikat telah meningkatkan operasi militernya di perairan internasional Karibia dan Pasifik Timur sejak September 2025, dengan melakukan serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba. Hingga akhir Desember 2025, setidaknya 35 serangan telah dilaporkan, menyebabkan kematian sekitar 115 orang yang diklasifikasikan oleh pemerintah AS sebagai “narco-terrorists”. Operasi ini, yang dimulai sebagai respons terhadap aliran narkoba ke AS, kini telah meluas hingga mencakup serangan drone di wilayah darat Venezuela, menandai eskalasi signifikan dalam kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini.

Serangan terbaru terjadi pada 30-31 Desember 2025, di mana lima kapal dalam konvoi diserang, menewaskan delapan orang. Video yang dirilis menunjukkan kapal-kapal bergerak dalam formasi rapat—pola yang tidak biasa bagi kapal penyelundup—dan awak kapal melompat ke laut untuk menghindari serangan lanjutan. Pihak berwenang AS segera menghubungi otoritas pencarian dan penyelamatan, meskipun nasib para penyintas belum diketahui secara pasti. Klaim bahwa kapal-kapal tersebut telah memindahkan narkoba antar satu sama lain didasarkan pada intelijen, namun belum didukung oleh bukti publik yang independen.

Pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigmatik dari penegakan hukum maritim tradisional—yang biasanya melibatkan penyitaan dan penangkapan—menuju penggunaan kekuatan mematikan di bawah kerangka “konflik bersenjata non-internasional” dengan kartel narkoba. Pemerintah AS berargumen bahwa kartel-kartel tertentu, termasuk yang terkait dengan Venezuela, merupakan ancaman keamanan nasional yang setara dengan kelompok teroris, sehingga membenarkan serangan preventif. Namun, para ahli hukum internasional mempertanyakan validitas klaim ini, karena sebagian besar korban adalah warga sipil yang diduga terlibat dalam kejahatan non-kekerasan dan tidak menimbulkan ancaman langsung pada saat serangan.

Kontroversi semakin meningkat menyusul insiden awal di mana serangan lanjutan menghabisi penyintas yang terapung di puing kapal. Pakar hukum perang berpendapat bahwa tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai eksekusi ekstrayudisial, melanggar prinsip-prinsip Konvensi Jenewa dan hukum humaniter internasional yang melindungi individu yang hors de combat. Di sisi lain, pendukung kebijakan ini menekankan bahwa operasi tersebut telah mengganggu rute perdagangan narkoba, meskipun data independen menunjukkan bahwa mayoritas fentanyl—zat yang menyebabkan overdosis tertinggi di AS—masuk melalui perbatasan darat dari Meksiko, bukan melalui kapal-kapal di Karibia atau Pasifik.

Baca juga : Rekor Baru Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali: Melampaui Era Pra-Pandemi

Eskalasi terbaru melibatkan serangan drone terhadap fasilitas dermaga di Venezuela yang diduga digunakan untuk memuat narkoba ke kapal. Operasi ini, yang merupakan intervensi langsung pertama di wilayah darat Venezuela, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi konflik terbuka. Venezuela menuduh AS melakukan agresi untuk tujuan perubahan rezim, sementara analisis independen menyoroti kompleksitas hubungan antara aktor negara dan jaringan kriminal di kawasan tersebut. Bukti keterlibatan langsung pemerintah Venezuela dalam perdagangan narkoba tetap kontroversial, dengan laporan intelijen yang sering kali bergantung pada sumber rahasia.

Dari perspektif akademis, kampanye ini men raising pertanyaan mendasar tentang batas antara perang melawan terorisme dan perang melawan narkoba. Pendekatan militerisasi ini berisiko memperburuk siklus kekerasan, mendorong kartel untuk beralih ke zat yang lebih potent dan mudah disembunyikan, serta merusak norma-norma hukum internasional yang membatasi penggunaan kekuatan unilateral. Selain itu, dampak kemanusiaan terhadap komunitas pesisir di Amerika Latin—termasuk hilangnya mata pencaharian bagi nelayan yang tidak terlibat—jarang mendapat perhatian dalam narasi resmi.

Secara keseluruhan, operasi ini mencerminkan strategi keamanan nasional yang berfokus pada pencegahan ekstrem, tetapi dengan biaya yang tinggi dalam hal legitimasi internasional dan hak asasi manusia. Diperlukan pengawasan independen yang lebih ketat untuk memastikan bahwa tindakan tersebut sejalan dengan prinsip proporsionalitas dan akuntabilitas, agar tidak menjadi preseden berbahaya bagi intervensi militer di masa depan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Rekor Baru Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali: Melampaui Era Pra-Pandemi
Next: Ketegangan di Selat Taiwan: Respons Taiwan terhadap Manuver Militer China dan Implikasi Strategisnya

Related Stories

Lebanon di Ambang Jurang
3 min read

Lebanon di Ambang Jurang: Kembalinya Hizbullah ke Medan Perang Membuka Babak Baru Ketidakpastian Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran
3 min read

Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran: Membongkar Pilar Penindasan dan Memantik Api Pemberontakan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global
3 min read

Pembunuhan Khamenei: China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • KPPG Palembang Ancam Hentikan Sementara Operasi Puluhan Dapur MBG yang Telat Urus Sertifikasi Higienis
  • Indonesia dan Kazakhstan Mengintensifkan Diplomasi Budaya melalui Pencak Silat dan Kolaborasi Seni
  • Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya Menggelontorkan Rp8,8 Miliar untuk Pulihkan Harapan Warga Pascabencana Banjir Bandang
  • Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK: Klaim Tak Ada Uang Disita, Penangkapan Saat Bersama Gubernur Jateng
  • Hassan Wirajuda: Tanpa Kepercayaan Pihak Bertikai, Eks Menlu Ungkap Mengapa Indonesia Belum Siap Jadi Penengah Konflik Timur Tengah
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.