RI News Portal. Girisubo, Gunungkidul – Pada Rabu, 31 Desember 2025, Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, menyelenggarakan ujian pengisian beberapa jabatan perangkat kalurahan yang masih kosong. Kegiatan ini menjadi agenda penutup tahun 2025 bagi pemerintah kalurahan setempat, dengan melibatkan enam peserta yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan tahapan seleksi awal.
Ujian yang digelar mencakup tes tertulis dan praktik, dilakukan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) untuk menjamin objektivitas dan transparansi. Hasil nilai langsung dapat dilihat oleh peserta serta pengawas, sehingga meminimalkan potensi intervensi eksternal. Peserta dengan nilai tertinggi pada masing-masing formasi jabatan adalah Andang Prapto (70) untuk posisi Dukuh Padukuhan Kasihan, Yuda Sinius Arma (77) untuk Staf Danarta, serta Eri Mustofa (74) untuk Staf Ulu-ulu. Penentuan pemenang murni berdasarkan perolehan nilai tertinggi, sesuai prinsip meritokrasi dalam pengisian aparatur pemerintahan tingkat kalurahan.
Ketua Panitia Pengisian Perangkat Kalurahan, Suhada, menekankan bahwa proses seleksi berjalan sesuai regulasi yang berlaku. “Proses ini diikuti oleh dua pasangan suami-istri sebagai peserta, namun semua telah melalui tahapan yang sama tanpa ada hubungan keluarga yang memengaruhi. Tidak ada praktik politik uang; yang berhak menduduki jabatan adalah mereka yang meraih nilai tertinggi,” ungkapnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen panitia untuk menjaga integritas, di tengah dinamika pengisian perangkat desa yang sering kali menjadi sorotan publik terkait potensi penyimpangan.

Acara ujian dihadiri oleh berbagai pihak pengawas, termasuk Lurah Balong Sumarjo, S.Pd., Panewu Girisubo Haryanto, S.E. beserta staf kapanewon, perwakilan Koramil 09/Rongkop, Kapolsek Girisubo AKP Agus Supriyanto, S.IP., anggota Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal), serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka memperkuat pengawasan multilateral, sejalan dengan semangat good governance di tingkat lokal.
Dalam sambutannya, Panewu Girisubo Haryanto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ujian yang normatif dan bebas dari interferensi. “Sistem CBT ini menjadi bukti nyata transparansi, di mana hasil nilai dapat dipantau secara real-time. Selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati—pengalaman ini berharga, dan masih banyak kesempatan lain di masa depan,” katanya. Pidato tersebut tidak hanya memotivasi peserta, tetapi juga menegaskan pentingnya proses seleksi yang adil sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia aparatur desa.
Baca juga : Debat Nama Daerah Otonomi Baru di Wilayah Barat Kabupaten Bogor
Pengisian perangkat kalurahan seperti ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat basis, khususnya di wilayah pedesaan Gunungkidul yang memiliki tantangan geografis dan demografis unik. Dengan pendekatan berbasis teknologi dan pengawasan ketat, proses di Balong dapat menjadi contoh bagi kalurahan lain dalam mewujudkan seleksi yang inklusif, kompetitif, dan bebas dari praktik tidak sehat.
Pewarta: Lee Anno

