Skip to content
06/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Keresahan Masyarakat Desa Manjung terhadap Pengelolaan Pondok Pesantren Lokal Pasca-Tragedi Kematian Santri

Keresahan Masyarakat Desa Manjung terhadap Pengelolaan Pondok Pesantren Lokal Pasca-Tragedi Kematian Santri

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Keresahan Masyarakat Desa Manjung terhadap Pengelolaan Pondok Pesantren Lokal Pasca-Tragedi Kematian Santri
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri, 22 Desember 2025 – Komunitas di Desa Manjung, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tengah mengalami gelombang keresahan yang mendalam menyusul kematian tragis seorang santri berusia 12 tahun asal Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Korban, yang menjadi penghuni sebuah pondok pesantren setempat, diduga meninggal akibat penganiayaan oleh sesama santri, memicu tuntutan warga agar aktivitas pendidikan di institusi tersebut dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh.

Menurut keterangan sejumlah penduduk yang memilih anonim demi menghindari potensi konflik, ketidaknyamanan terhadap perilaku sebagian santri telah berlangsung lama. Mereka sering menyaksikan kelompok santri berkeliaran di area permukiman hingga dini hari, berbicara keras dalam rombongan, atau bahkan mendatangi rumah warga tanpa alasan jelas. “Kami sudah sering merasa terganggu, apalagi ketika mereka berkumpul hingga larut malam dengan suara yang mengganggu ketenangan,” ujar salah seorang warga dalam wawancara pada Minggu (21/12/2025).

Lebih lanjut, warga melaporkan insiden-insiden yang diduga melibatkan santri, seperti pengambilan buah-buahan dari kebun milik penduduk, hilangnya uang tunai, atau pencurian ikan dari kolam. Beberapa kali pula terlihat pertikaian fisik antar-santri di luar lingkungan pondok. Meskipun laporan-laporan ini kerap disampaikan kepada pengurus, respons yang diberikan hanya bersifat sementara. “Setelah ditegur, perilaku itu berhenti sejenak, tapi tak lama kemudian muncul lagi. Pengawasan sehari-hari tampaknya belum optimal,” tambah sumber lain.

Keresahan ini semakin memuncak pasca-kasus kematian santri tersebut, yang diketahui masyarakat lokal melalui informasi tentang luka memar pada tubuh korban. Awalnya, sejumlah warga berniat mendatangi pondok untuk meminta penjelasan, namun urung dilakukan setelah mengetahui aparat kepolisian telah mengambil alih penyelidikan. “Kami menghormati proses hukum, tapi ini menjadi puncak dari kekhawatiran yang sudah terpendam. Apalagi, keluarga korban memiliki ikatan kekerabatan dengan warga di sini,” kata seorang informan.

Dari sisi keselamatan, warga juga prihatin melihat santri sering mandi di sungai berarus deras atau berbelanja di warung hingga malam hari, yang berpotensi membahayakan diri mereka sendiri. Baru-baru ini, atas inisiatif pemerintah desa bekerja sama dengan kepolisian setempat, diberlakukan pembatasan jam malam bagi santri untuk keluar area pondok, yang semula pukul 21.00 WIB kini diperketat menjadi pukul 20.00 WIB.

Pihak pemerintah desa menyatakan belum menerima pengaduan resmi tertulis dari warga mengenai keresahan ini, namun sedang aktif mengumpulkan masukan dari berbagai pihak sebagai dasar pertimbangan kebijakan selanjutnya. “Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait setelah mendengar aspirasi masyarakat. Dari perspektif kemanusiaan, kami turut prihatin terhadap para santri, tapi keamanan dan kenyamanan lingkungan harus menjadi prioritas,” ungkap seorang pejabat desa.

Baca juga : Penyalahgunaan Data Pribadi Debitur melalui Aplikasi Digital: Kasus di Gresik dan Respons Pemerintah

Warga berharap adanya penghentian sementara aktivitas pondok hingga kondisi lebih stabil dan pengawasan diperkuat, meskipun diakui bahwa pemerintah desa tidak memiliki wewenang langsung untuk menutup institusi pendidikan keagamaan semacam itu. Kasus ini menyoroti perlunya pengelolaan pondok pesantren yang lebih ketat dalam aspek disiplin dan pengawasan, guna mencegah insiden serupa serta menjaga harmoni dengan masyarakat sekitar.

Penegak hukum setempat terus mendalami kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian santri tersebut, dengan harapan membawa keadilan sekaligus menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait tanggung jawab pendidikan anak di lingkungan asrama.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penyalahgunaan Data Pribadi Debitur melalui Aplikasi Digital: Kasus di Gresik dan Respons Pemerintah
Next: Polres Jembrana Peringati Hari Ibu ke-97 dengan Semangat Pemberdayaan Perempuan dan Penghargaan Prestasi

Related Stories

Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis
2 min read

Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Momentum Sedekah Dieksploitasi
2 min read

Momentum Sedekah Dieksploitasi?, Pengemis Cantik Berjilbab Menghebohkan Warga Pancung Soal

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Jembatan Way Sepagasan Diresmikan
2 min read

Jembatan Way Sepagasan Diresmikan: Akses Baru Dorong Ekonomi Petani di Pedalaman Lampung Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Honduras di Ambang Pergeseran Diplomatik: Janji Ekonomi China yang Pupus dan Bayang-bayang Pengaruh AS
  • Ukraina Jadi Penyelamat Timur Tengah dari Serangan Drone Murah Iran: Pelajaran dari Medan Perang Rusia
  • Konflik Timur Tengah Memasuki Hari Keenam: AS dan Israel Intensifkan Serangan, Iran Balas dengan Serangan Rudal Meluas
  • Sengketa Lahan Bersejarah Sat Lantas Polres Kebumen: Proses Sertifikasi Ditunda, Mediasi Jadi Opsi Utama
  • Kejutan Manis di Tengah Tugas: Kapolres Gunungkidul Beri Kejutan Ulang Tahun kepada Dandim 0730
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.