RI News Portal. Giritontro, Wonogiri 18 Desember 2025 – Dalam upaya membangun fondasi nasionalisme pada generasi muda sejak usia dini, personel dari Koramil 0728/09 Giritontro, Kodim 0728/Wonogiri, melaksanakan kegiatan outing class di KB/TK Qurrota A’yun, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini fokus pada penyemaian rasa cinta tanah air serta pengenalan profesi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya Angkatan Darat (AD).
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Peltu Paryatmo dan Pelda Ratno, yang berbagi pengalaman langsung kepada sekitar 55 anak didik KB/TK Qurrota A’yun. Turut hadir Kepala Sekolah Istianti, S.Pd., beserta lima orang guru dan staf pendukung. Suasana interaktif tercipta melalui pendekatan langsung, di mana anak-anak dapat berinteraksi dekat dengan personel TNI AD.
Peltu Paryatmo menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk pendidikan karakter dini yang strategis. “Kehadiran kami bertujuan memberikan pemahaman awal tentang cinta tanah air dan peran TNI AD sebagai penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui pertemuan tatap muka, kami berharap anak-anak tumbuh akrab dengan prajurit, hilangkan rasa takut, dan mengenal profesi mulia ini secara nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelda Ratno melengkapi materi dengan demonstrasi praktis, termasuk pengenalan berbagai jenis pakaian dinas TNI AD, latihan baris-berbaris sederhana, tata cara penghormatan yang benar, serta paparan tentang kendaraan dinas. Pendekatan ini dirancang untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dicerna oleh anak usia dini.
Respons positif datang dari pihak sekolah. Istianti, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. “Anak-anak sangat antusias dan gembira bertemu langsung dengan prajurit TNI. Banyak di antara mereka yang kini bercita-cita menjadi tentara, menunjukkan dampak motivasi yang signifikan,” katanya. Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menumbuhkan patriotisme, tetapi juga meningkatkan semangat belajar, memberikan pengalaman berharga, serta memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan TNI.
Baca juga : Pemerataan Akses Energi di Wilayah Kepulauan Sulawesi Utara: Studi Kasus Peningkatan Layanan Listrik 24 Jam
Dari perspektif akademis, inisiatif ini selaras dengan konsep pendidikan karakter bangsa yang menekankan internalisasi nilai-nilai Pancasila sejak pendidikan anak usia dini. Penelitian di bidang psikologi perkembangan menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan figur otoritas positif pada tahap ini dapat membentuk identitas nasional yang kuat, mengurangi potensi alienasi terhadap institusi negara, dan mendukung pembentukan generasi yang resilien terhadap tantangan globalisasi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model replicable bagi koramil lain dalam mendukung program bela negara melalui pendekatan edukatif non-formal.
Pewarta: Nandar Suyadi

