RI News Portal. Semarang, 18 Desember 2025 – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kepolisian Daerah Jawa Tengah memperkenalkan pendekatan pengamanan yang lebih berorientasi pada pelayanan masyarakat melalui Operasi Lilin Candi 2025. Berbeda dari pola konvensional yang sering menekankan pengaturan lalu lintas sebagai prioritas utama, operasi tahun ini mengadopsi paradigma baru yang mengintegrasikan aspek humanis, keselamatan publik, dan penciptaan lingkungan kondusif bagi ibadah serta rekreasi.
Dalam latihan pra-operasi yang digelar di markas besar kepolisian daerah pada 17 Desember 2025, Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda, memaparkan kesiapan penyebaran sebanyak 27.971 personel gabungan. Komposisi ini mencakup 22.517 anggota Polri, 1.235 dari TNI, serta 4.219 dari berbagai instansi terkait. “Personel ini akan difokuskan untuk menjamin kelancaran ibadah Natal, perayaan pergantian tahun, serta mobilitas masyarakat yang melintasi Jawa Tengah,” ungkapnya.
Penyebaran personel dilakukan melalui jaringan 259 pos yang mencakup pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di seluruh kabupaten dan kota. Pos-pos ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan, tetapi juga sebagai pusat koordinasi lintas sektor dan penyedia layanan langsung kepada publik.

Salah satu inovasi signifikan adalah antisipasi terhadap risiko bencana alam yang sering menyertai musim libur akhir tahun. Polda Jawa Tengah membentuk Pasukan Siaga Bhayangkara yang tersebar di 35 polres dan satuan kerja utama, serta mengklasifikasikan wilayah rawan menjadi lima kelompok: wilayah sekitar Gunung Slamet dengan ancaman banjir dan longsor; Gunung Merapi dengan potensi erupsi; Pegunungan Dieng rentan longsor; Pantai Selatan berisiko gempa megathrust serta angin kencang; dan Pantai Utara rawan banjir rob. Pendekatan klaster ini memungkinkan respons yang lebih targeted dan efisien terhadap dinamika cuaca ekstrem.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menekankan bahwa fokus utama operasi adalah menciptakan kedamaian selama ibadah di tempat-tempat perayaan Natal serta kenyamanan bagi wisatawan, sambil tetap mempertahankan kelancaran arus lalu lintas. “Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran aparat sebagai mitra yang ramah dan mendukung, bukan sekadar pengawas,” katanya. Untuk mendukung hal ini, dua kanal komunikasi utama disiagakan: layanan darurat 110 dan chatbot berbasis WhatsApp, yang memfasilitasi pelaporan cepat dan akses informasi real-time.
Baca juga : Kolaborasi Multipihak di Wonogiri: Penanaman Pohon sebagai Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Strategi keseluruhan operasi ini mengusung prinsip hospitality dan safety, yang mencerminkan evolusi peran kepolisian dari penegak hukum semata menjadi pelayan masyarakat yang proaktif. Dengan integrasi mitigasi bencana, penguatan infrastruktur pos, dan penekanan pada interaksi humanis, Operasi Lilin Candi 2025 diharapkan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah selama periode libur akhir tahun.
Pewarta: Nandang Bramantyo

