Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Respons Cepat Pemerintah terhadap Krisis Kesehatan Pasca-Bencana: 600 Nakes Dikerahkan ke Aceh, Rotasi Dua Minggu untuk Jaga Stamina

Respons Cepat Pemerintah terhadap Krisis Kesehatan Pasca-Bencana: 600 Nakes Dikerahkan ke Aceh, Rotasi Dua Minggu untuk Jaga Stamina

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 minutes read
600 Nakes Dikerahkan ke Aceh Rotasi Dua Minggu untuk Jaga Stamina
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 15 Desember 2025 – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan rencana pengerahan besar-besaran tenaga medis ke wilayah bencana di Aceh dan Sumatra, sebagai upaya darurat untuk mengatasi kekurangan layanan kesehatan di tengah lonjakan pengungsi. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin ini, Menkes mengungkapkan bahwa 600 tenaga kesehatan sudah diberangkatkan dalam batch pertama, sementara 450 orang lagi siap dikirim minggu ini, tergantung persetujuan Presiden untuk upacara flag-off.

Tim medis ini terdiri dari dokter umum, spesialis, koasisten, dan perawat yang direkrut secara nasional. “Kami buka rekrutmen terbuka untuk organisasi profesi, fakultas kedokteran seperti UGM dan UI, serta kelompok relawan dari Muhammadiyah dan NU,” jelas Budi, menekankan kolaborasi lintas lembaga untuk mengisi kekosongan akibat banyaknya nakes lokal yang ikut terdampak bencana. Presiden pun menimpali dengan pertanyaan sederhana: “Mereka berasal dari mana saja?” Jawaban Menkes langsung menggambarkan semangat gotong royong nasional yang menjadi pondasi respons ini.

Pengerahan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden dalam rapat koordinasi di Aceh pada 7 Desember lalu, di mana prioritas utama adalah menjaga kestabilan layanan kesehatan bagi ribuan pengungsi. Tim akan bertugas selama tiga bulan penuh, dengan penempatan awal di rumah sakit darurat, puskesmas, dan posko lapangan selama dua minggu pertama. Untuk mencegah kelelahan—sebuah risiko tinggi di zona bencana—rotasi setiap dua minggu dirancang sebagai mekanisme pencegahan burnout, memastikan tenaga medis tetap optimal dalam kondisi ekstrem.

Presiden memberikan apresiasi hangat atas inisiatif ini, menyebutnya “luar biasa” dan berterima kasih khusus kepada perguruan tinggi serta organisasi yang mengirimkan relawan sukarela. “Terima kasih juga semua perguruan tinggi yang mengirimkan dokter-dokter dan tenaga kesehatan sukarela,” ujarnya, menandai dukungan penuh dari puncak eksekutif. Jika disetujui, batch kedua akan diangkut menggunakan pesawat Hercules dari Halim, mempercepat distribusi bantuan ke daerah terisolasi.

Langkah ini tidak hanya mengisi celah darurat, tapi juga menyoroti kerentanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana. Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Susanti, yang memantau situasi dari Jakarta, menilai rotasi dua minggu sebagai inovasi cerdas. “Ini mengurangi risiko kelelahan kronis yang sering terabaikan, sekaligus memaksimalkan dampak relawan dari seluruh negeri,” katanya kepada awak media. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sebelum pengerahan ini, rasio nakes per pengungsi di Aceh hanya 1:500—jauh di bawah standar WHO—sehingga intervensi nasional ini krusial untuk mencegah wabah sekunder seperti infeksi saluran pernapasan atau diare akut.

Baca juga : Respons Nasional terhadap Krisis Hidrometeorologi di Sumatera: Mobilisasi Sumber Daya dan Demonstrasi Kapasitas Negara

Di lapangan, relawan pertama yang tiba di Aceh melaporkan kondisi pengungsi yang memprihatinkan: tenda sementara banjir, pasokan air bersih terbatas, dan trauma psikologis merata. Seorang dokter spesialis bedah dari Yogyakarta, yang tergabung dalam tim batch pertama, berbagi pengalaman awal: “Kami bukan hanya menyembuhkan luka fisik, tapi juga membangun harapan di tengah kehancuran.” Pemerintah menargetkan peningkatan cakupan vaksinasi dan skrining penyakit menular dalam minggu-minggu mendatang, dengan anggaran darurat Rp150 miliar dialokasikan untuk logistik medis.

Respons nasional ini menjadi contoh bagaimana krisis bisa memicu solidaritas lintas daerah, tapi juga mengingatkan perlunya reformasi jangka panjang: investasi infrastruktur kesehatan tahan bencana dan pelatihan rutin untuk nakes lokal. Saat batch kedua menanti lampu hijau, harapan tertuju pada stabilitas layanan yang tak tergoyahkan, agar korban bencana tak hanya selamat, tapi pulih sepenuhnya.

Pewarta : Yogi Hilmawan

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Respons Nasional terhadap Krisis Hidrometeorologi di Sumatera: Mobilisasi Sumber Daya dan Demonstrasi Kapasitas Negara
Next: Keberangkatan KM Mutiara Ferindo III dari Bitung ke Ternate-Sofifi Menimbulkan Dugaan Serius Pelanggaran Keselamatan Pelayaran

Related Stories

Latsarmil Tak Hanya Latihan Militer

ASN Komcad: Latsarmil Tak Hanya Latihan Militer, tapi Juga Akselerator Karier dan Pembentuk Karakter

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Koordinasi PU-BGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gizi di Wilayah Terdepan

Koordinasi PU-BGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gizi di Wilayah Terdepan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Zulhas Pastikan Pupuk Nasional Aman

Zulhas Pastikan Pupuk Nasional Aman: Reformasi Subsidi Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Geopolitik Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka
  • Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon
  • Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa
  • Desta, Vino, dan Tora Hidupkan Kembali Semangat Persahabatan Warkop DKI di Layar Lebar
  • Harry Kane Cetak Gol Sundulan, Inggris Menang Tipis atas Selandia Baru di Laga Pemanasan Piala Dunia 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.