RI News Portal. Ashgabat, 13 Desember 2025 – Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan peran negaranya sebagai fasilitator dialog dalam konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela forum internasional di Ashgabat, Turkmenistan, pada Jumat (12/12), Erdogan mengusulkan penerapan gencatan senjata terbatas yang fokus pada penghentian serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas pelabuhan.
Usulan ini muncul di tengah eskalasi terkini yang melibatkan serangan terhadap aset maritim dan energi di wilayah Laut Hitam, yang telah memicu kekhawatiran akan dampak lebih luas terhadap pasokan global. Erdogan menekankan bahwa langkah bertahap semacam ini dapat memberikan keuntungan praktis bagi kedua pihak yang berkonflik, sekaligus membuka jalan bagi kemajuan menuju penyelesaian yang lebih komprehensif. “Upaya untuk mengakhiri konflik dengan perdamaian yang adil dan berkelanjutan tetap menjadi prioritas, dan kemajuan dapat diraih melalui inisiatif yang memberikan manfaat nyata,” ungkapnya dalam pertemuan tersebut.
Türkiye, yang secara historis menjaga hubungan seimbang dengan Moskwa dan Kyiv, menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi perundingan. Ankara menawarkan diri sebagai tuan rumah pembicaraan dalam berbagai format, termasuk yang melibatkan dialog langsung antarpihak. Pemantauan aktif terhadap proses negosiasi juga terus dilakukan oleh pemerintah Türkiye, yang melihat posisinya sebagai jembatan geopolitik penting di kawasan.

Pertemuan Erdogan-Putin berlangsung di tengah forum bertajuk “Perdamaian dan Kepercayaan: Kesatuan Tujuan untuk Masa Depan Berkelanjutan”, yang memperingati Tahun Internasional Perdamaian dan Kepercayaan serta status netralitas Turkmenistan. Selain isu Ukraina, kedua pemimpin membahas sejumlah agenda bilateral dan regional, termasuk kerja sama ekonomi, isu aset beku di Eropa, serta dinamika di Timur Tengah seperti situasi di Gaza dan Suriah.
Baca juga : Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
Dari perspektif analitis, inisiatif Erdogan ini mencerminkan strategi diplomasi Türkiye yang pragmatis: memanfaatkan posisi netral untuk mendorong de-eskalasi tanpa mengorbankan hubungan dengan aktor utama. Meskipun respons langsung dari Moskwa belum sepenuhnya jelas, usulan gencatan senjata parsial ini berpotensi menjadi titik awal bagi langkah-langkah kepercayaan yang lebih luas, terutama di tengah ketegangan energi global yang semakin mendesak. Inisiatif serupa pernah diangkat sebelumnya, namun konteks saat ini—dengan risiko gangguan rantai pasok—memberikan urgensi tambahan bagi implementasinya.
Pewarta : Setiawan Wibisono

