RI News Portal. Blora, 13 Desember 2025 – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap korban tenggelam di Sungai Lusi, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak hanya menyoroti tantangan lingkungan sungai yang berarus deras pasca-hujan, tetapi juga menggarisbawahi peran penting personel kepolisian wanita (Polwan) dalam misi kemanusiaan lintas satuan. Di tengah upaya intensif tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi, keberanian dan kompetensi teknis Brigpol Titis Widyaningtyas, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Blora, menjadi salah satu elemen krusial yang mendukung efektivitas operasi.
Pada Kamis (11/12/2025), di lokasi Sungai Embung Jetis yang menjadi titik strategis penyisiran, Brigpol Titis turut serta dalam pemasangan jaring penyelamat di tengah arus sungai yang meningkat. Tindakan ini bertujuan membatasi area hanyutan potensial korban, sehingga mempermudah proses penyisiran tim. Bekerja selaras dengan rekan-rekan pria, ia menunjukkan ketenangan dan koordinasi yang tinggi, meskipun tugas tersebut berada di luar rutinitas harian sebagai personel lalu lintas.
Keterlibatan Brigpol Titis bukanlah keputusan impulsif, melainkan didasarkan pada pengetahuan mendalam tentang karakteristik Sungai Lusi. Sebagai warga lokal, ia memahami pola aliran, titik-titik arus deras, serta perubahan debit air setelah curah hujan tinggi. Pengetahuan ini menjadi nilai tambah yang dipertimbangkan tim untuk menempatkannya di posisi kunci. Selain itu, latar belakang kemampuannya mencakup pelatihan dasar SAR air, sertifikasi teknik selam dari Direktorat Kepolisian Air dan Udara Polda Jawa Tengah, serta pengalaman sebagai bagian tim pengibar bendera Merah Putih di bawah laut Manado pada peringatan HUT RI ke-78 tahun 2023.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menekankan bahwa penugasan Brigpol Titis sebagai bagian dari Tim Siaga Darurat Bencana mencerminkan penilaian atas pengalaman dan kemampuannya. “Semangat kemanusiaan yang ditunjukkan personel seperti Brigpol Titis patut diapresiasi. Ia mengesampingkan risiko pribadi demi mendukung keluarga korban, menunjukkan komitmen total meskipun di luar tugas rutin,” ujarnya.
Tragedi ini bermula dari insiden tenggelamnya delapan santriwati pada Kamis pagi (11/12/2025) di Sungai Lusi, Kelurahan Kedungjenar. Tiga korban berhasil diselamatkan warga setelah tersangkut di vegetasi sungai, sementara dua lainnya ditemukan meninggal dunia pada hari yang sama. Pencarian difokuskan pada tiga remaja perempuan lainnya: C.P.M. (16), A.F. (13), dan S.R. (12). Hingga Jumat (12/12/2025), operasi SAR gabungan terus berlanjut dengan penyisiran ekstensif.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menambahkan bahwa partisipasi Polwan berkompeten seperti Brigpol Titis memperkuat narasi kesetaraan peran dalam institusi kepolisian. “Ini membuktikan bahwa anggota Polri, terlepas dari gender atau satuan asal, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam situasi darurat. Kompetensi teknis menjadi kunci utama dalam operasi semacam ini,” katanya.
Kasus ini juga menjadi pengingat akan risiko aktivitas di sungai selama musim hujan, di mana debit air dapat berubah secara drastis. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghindari area berbahaya dan memberikan ruang bagi petugas SAR. Perkembangan operasi akan terus dipantau, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan untuk memberikan kepastian bagi keluarga.
Pewarta: Nandang Bramantyo
