Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Tragedi Malam di Jalur Tengkorak: Kecelakaan Maut Menyisakan Luka dan Pertanyaan Besar

Tragedi Malam di Jalur Tengkorak: Kecelakaan Maut Menyisakan Luka dan Pertanyaan Besar

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 min read
Tragedi Malam di Jalur Tengkorak
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Mendoyo, 9 November 2025 – Malam Sabtu yang seharusnya menjadi jeda tenang bagi para pekerja di kawasan industri Jembrana berubah menjadi mimpi buruk di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk. Sekitar pukul 22.25 WITA, tepat di depan Mapolsek Mendoyo, sebuah sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK 6906 ZL oleng saat upaya mendahului kendaraan di depannya. Naas, dari arah berlawanan melintas truk kontainer yang diduga dikawal petugas pengawas lalu lintas (PJR). Tubuh penumpang motor, Dwi Puryani (24), terlindas hingga hancur dan meninggal seketika di tempat kejadian. Sementara pengemudi, Vonylia Jalianti (24), selamat meski mengalami luka parah di berbagai bagian tubuh dan segera dilarikan ke Puskesmas Mendoyo untuk perawatan intensif.

Kedua korban adalah karyawan PT Mitra Prodin, perusahaan pengolahan produk yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal di Kecamatan Melaya. Vonylia, warga asal Gilimanuk, dan Dwi, yang berasal dari Temuguruh, Banyuwangi, Jawa Timur, sedang dalam perjalanan pulang dari shift malam. Motor mereka bergerak dari arah barat menuju timur, melintasi segmen jalan yang dikenal rawan karena lalu lintas padat dan minim penerangan. Saksi mata di lokasi menggambarkan adegan yang mengerikan: “Motornya tiba-tiba oleng, jatuh ke jalur lawan, dan truk itu datang terlalu cepat. Suaranya seperti petir di malam gelap,” ujar seorang sopir truk lain yang kebetulan melintas tak lama setelah insiden.

Yang lebih menyedihkan, truk kontainer tersebut kabur ke arah timur usai kejadian, meninggalkan korban dalam kondisi sekarat. Meski dikawal seorang petugas PJR, kendaraan berat itu lenyap begitu saja, memicu kemarahan warga setempat. Aparat Polsek Mendoyo langsung bergerak cepat, melakukan pengejaran intensif. Hingga pagi ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jembrana masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sambil mengejar pelaku kabur. “Kami prioritas penangkapan sopir truk dan pendampingnya. Kasus ini bisa berkembang menjadi tabrak lari dengan unsur kelalaian pengawasan,” kata seorang sumber di Polres Jembrana yang enggan disebut namanya, karena penyelidikan masih berlangsung.

Kisah ini bukan sekadar berita duka; ia menjadi cermin kelam dari realitas Jalur Tengkorak, julukan yang melekat pada Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk sejak dekade lalu. Segmen ini, yang membentang sepanjang puluhan kilometer di wilayah Jembrana, telah menjadi makam bagi ratusan jiwa. Data internal Satlantas Polres Jembrana mencatat, sejak Januari hingga akhir Oktober 2025, setidaknya 385 kecelakaan lalu lintas terjadi di kabupaten ini, dengan 38 korban jiwa—sebagian besar di jalur nasional ini. Angka itu menurun tipis dari tahun sebelumnya, tapi trennya tetap mengkhawatirkan: rata-rata 20-40 insiden per bulan, didominasi oleh tabrakan antara kendaraan ringan dan truk besar.

Penyebab utamanya? Human error mendominasi, seperti kelelahan pengemudi, kecepatan berlebih, dan manuver mendadak di kondisi jalan yang rusak. Tambahan faktor lingkungan—lubang menganga, tikungan tajam, dan penerangan minim di malam hari—membuatnya semakin mematikan. “Jalur ini seperti ular raksasa yang siap melahap siapa saja yang lengah. Truk kontainer sering kali melaju tanpa pengawasan ketat, sementara pekerja seperti Vonylia dan Dwi terjebak rutinitas malam yang melelahkan,” jelas Dr. Ni Made Ayu, pakar keselamatan transportasi dari Universitas Udayana, yang telah meneliti pola kecelakaan di Bali Barat selama lima tahun terakhir.

Baca juga : Kemenekraf Fasilitasi Dialog Nasional Fotografi untuk Jembatani Etika dan Ekonomi Kreatif

Studi Ayu, yang diterbitkan dalam Jurnal Transportasi Indonesia tahun lalu, menyoroti pola serupa: 60 persen kecelakaan fatal melibatkan pekerja sektor industri yang pulang malam, dengan 70 persen disebabkan oleh interaksi antara motor dan kendaraan berat. “Ini bukan soal nasib buruk, tapi kegagalan sistemik. Kurangnya rest area malam, pengawasan PJR yang longgar, dan infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki sejak era pasca-pandemi,” tambahnya. Di Jembrana, di mana pariwisata dan industri logistik tumbuh pesat, beban jalur ini semakin berat. Truk pengangkut barang dari pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar membanjiri jalan setiap hari, sementara pekerja migran seperti Dwi—yang datang dari Jawa untuk mencari rezeki—menjadi korban paling rentan.

Kematian Dwi bukan hanya statistik; ia adalah kehilangan bagi keluarga yang menanti kabar baik dari tanah Bali. Vonylia, yang kini berjuang di ruang ICU Puskesmas, ditemui kerabatnya yang berharap ia pulih untuk menceritakan kisahnya sendiri. Sementara itu, warga Melaya mulai bersuara: demonstrasi kecil di depan polsek menuntut peningkatan patroli malam dan perbaikan jalan segera. “Kami tak mau jalur ini terus jadi pembunuh diam-diam. Korban selanjutnya bisa anak kami,” kata I Wayan Sukarma, tokoh masyarakat setempat.

Pagi ini, saat matahari terbit di ufuk timur, Jalur Tengkorak kembali ramai. Tapi di balik hiruk-pikuknya, ada doa untuk Dwi dan harapan agar Vonylia bangkit. Lebih dari itu, ada panggilan mendesak untuk aksi nyata: bukan sekadar olah TKP, tapi reformasi keselamatan yang menyelamatkan nyawa sebelum tragedi berikutnya mengetuk. Hingga keterangan resmi polisi dirilis, misteri truk kabur itu tetap menggantung—sebuah pengingat bahwa di balik statistik, ada cerita manusia yang tak tergantikan.

Pewarta : Kade (NAL)

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kemenekraf Fasilitasi Dialog Nasional Fotografi untuk Jembatani Etika dan Ekonomi Kreatif
Next: Sorotan Kualitas Konstruksi Proyek Drainase dan Talud di GOR Pandanaran Wujil: Dugaan Penyimpangan Material dan Risiko Keruntuhan

Related Stories

Mangkrak di Perbatasan
2 min read

Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 detik ago 0
Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo
2 min read

Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo, Padangsidimpuan Tenggara

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 menit ago 0
Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal
2 min read

Paguyuban Prawan’80 Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 menit ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar
  • Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo, Padangsidimpuan Tenggara
  • Paguyuban Prawan’80 Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal
  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.