Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ketegangan di Gaza: Israel Tegaskan Penghancuran Terowongan Hamas Tanpa Batasan, Tolak Koridor Aman untuk Militan Rafah

Ketegangan di Gaza: Israel Tegaskan Penghancuran Terowongan Hamas Tanpa Batasan, Tolak Koridor Aman untuk Militan Rafah

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 min read
Tolak Koridor Aman untuk Militan Rafah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Yerusalem, 6 November 2025 – Di tengah upaya internasional untuk memperluas kerangka gencatan senjata di Jalur Gaza, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan melanjutkan operasi menghancurkan jaringan terowongan milik Hamas dan menyingkirkan personelnya di wilayah selatan Gaza yang berada di bawah kendali Israel, tanpa adanya pembatasan operasional. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan laporan bahwa Israel sedang menimbang opsi untuk membiarkan sekitar 200 militan bersenjata Hamas yang terperangkap di Rafah kembali ke area yang dikuasai kelompok tersebut, meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara tegas menolak usulan tersebut.

Katz, dalam pernyataan resminya yang dirilis kemarin, menegaskan bahwa “kebijakan Israel di Gaza sangat jelas: IDF beroperasi untuk menghancurkan terowongan dan melenyapkan teroris Hamas tanpa batasan apa pun di dalam wilayah garis kuning yang berada di bawah kendali kami.” Ia menambahkan bahwa tujuan utama operasi ini tidak hanya mencakup pengembalian semua sandera yang masih ditahan, termasuk jenazah para pahlawan yang gugur, tetapi juga melucuti senjata Hamas secara keseluruhan dan mendemiliterisasi Gaza sebagai langkah strategis jangka panjang. Pernyataan ini datang setelah IDF menyelesaikan fase awal penarikan pasukan ke garis kuning – batas sementara yang ditetapkan dalam rencana gencatan senjata – yang memungkinkan kelompok bersenjata Palestina untuk bergerak bebas di wilayah utara, tetapi meninggalkan kantong-kantong perlawanan di selatan.

Menurut estimasi intelijen Israel, sekitar 200 personel bersenjata Hamas kini terjebak di bawah tanah di wilayah Rafah, kota perbatasan selatan Gaza yang menjadi pusat evakuasi sipil sebelumnya. Militan-militan ini, yang sebagian besar bersembunyi di terowongan bawah tanah, tidak mampu mundur ke wilayah yang masih dikuasai Hamas tanpa keluar dari sarang mereka dan berisiko terdeteksi oleh drone serta pasukan darat IDF. Situasi ini menciptakan dilema taktis bagi kedua belah pihak: bagi Hamas, kehilangan personel ini berpotensi melemahkan kemampuan operasional mereka di fase selanjutnya gencatan senjata; sementara bagi Israel, membiarkan mereka lolos dapat dianggap sebagai kelonggaran yang membahayakan keamanan perbatasan selatan.

Tekanan dari Amerika Serikat semakin menambah kompleksitas negosiasi. Washington dilaporkan mendesak Israel untuk mengizinkan “perjalanan aman” bagi para militan tersebut, sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi ke tahap kedua rencana gencatan senjata yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump. Rencana tersebut, yang mencakup pertukaran tahanan lebih lanjut dan peningkatan bantuan kemanusiaan melalui penempatan internasional, bertujuan untuk membuka Rafah sepenuhnya dan memastikan demiliterisasi bertahap. Namun, Netanyahu telah menyatakan penolakan keras terhadap ide koridor aman, dengan alasan bahwa hal itu bertentangan dengan komitmen Israel untuk menghabisi ancaman teroris secara permanen. “Kami tidak akan memberikan jalan keluar bagi mereka yang telah menyerang rakyat kami,” tegas Netanyahu dalam pertemuan kabinet kemarin, menurut sumber dekat dengan kantor perdana menteri.

Sementara itu, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir dilaporkan telah merekomendasikan pendekatan yang lebih bernuansa kepada para pemimpin politik: mensyaratkan perjalanan aman para militan dari Rafah dengan pengembalian jenazah Letnan Hadar Goldin. Goldin, seorang perwira IDF yang tewas dalam pertempuran sengit melawan Hamas pada 2014 selama Operasi Protective Edge, memiliki jenazahnya yang masih ditahan oleh kelompok tersebut hingga kini – simbolisasi kelanjutan konflik yang berkepanjangan. Rekomendasi Zamir ini, meskipun belum diterima, mencerminkan upaya internal militer untuk menyeimbangkan tekanan diplomatik dengan prioritas keamanan nasional, di mana pengembalian jenazah dianggap sebagai “tindakan moral dan strategis” yang setara.

Baca juga : Skandal Korupsi di Riau: Uang Pemerasan Diduga Digunakan untuk Lawatan Mewah Gubernur ke Luar Negeri

Dari perspektif yang lebih luas, pernyataan Katz ini menandai eskalasi verbal di tengah gencatan senjata yang rapuh, yang dimulai sejak Oktober lalu. Operasi IDF di “zona kuning” – wilayah seluas sekitar 58 persen Gaza yang tetap di bawah pengawasan Israel – telah menghancurkan sebagian besar terowongan serang dan pusat komando Hamas, tetapi jaringan bawah tanah yang tersisa, diperkirakan mencapai 60 persen dari total, masih menjadi aset kritis bagi kelompok militan tersebut. Analis keamanan Israel menilai bahwa tanpa demiliterisasi penuh, risiko reorganisasi Hamas tetap tinggi, terutama dengan laporan-laporan tentang bentrokan internal di wilayah yang dikuasai kelompok tersebut untuk mengembalikan ketertiban.

Sementara itu, di lapangan, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Meskipun fase awal gencatan senjata memungkinkan masuknya bantuan lebih besar melalui penyeberangan utara, penundaan pembukaan Rafah akibat perselisihan ini telah memicu kekhawatiran dari lembaga internasional tentang potensi kelaparan yang meluas. “Setiap hari penundaan berarti nyawa yang terancam,” kata seorang pejabat senior PBB yang memantau situasi di wilayah tersebut, menyoroti ketegangan antara imperatif militer dan kebutuhan sipil.

Brigade Nahal bekerja sama dengan korps teknik dan unit elit Yahalom untuk mengambil alih sistem terowongan. (Red)

Pemerintah Israel, melalui Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, juga menegaskan pendirian serupa, menyatakan bahwa pasukan sudah “sangat dekat” untuk menyelesaikan eliminasi militan di terowongan Rafah. Netanyahu, dalam pesan tegasnya kepada Hamas, memberikan ultimatum: “Militan di terowongan memiliki dua pilihan – menyerah atau tetap terkubur.” Pernyataan ini tidak hanya ditujukan kepada para pejuang yang terperangkap, tetapi juga sebagai sinyal kepada mitra internasional bahwa Israel tidak akan mengorbankan keamanan demi kemajuan diplomatik yang prematur.

Konflik Gaza, yang telah menewaskan puluhan ribu nyawa sejak Oktober 2023, kini berada di persimpangan kritis. Dengan tekanan AS untuk transisi cepat dan penolakan Israel terhadap kompromi, masa depan gencatan senjata bergantung pada kemampuan para mediator untuk menjembatani kesenjangan ini. Sementara operasi IDF berlanjut tanpa henti di zona kuning, harapan untuk perdamaian abadi tampak semakin jauh, diredam oleh bayang-bayang terowongan yang belum sepenuhnya runtuh.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Skandal Korupsi di Riau: Uang Pemerasan Diduga Digunakan untuk Lawatan Mewah Gubernur ke Luar Negeri
Next: Jeon Jong Seo Resmi Bergabung dalam Remake Highlander, Perkuat Ekspansi Aktor Korea di Hollywood

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.