Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Eskalasi Krisis Akses Jalan di GWK: DPRD Bali Siap Ambil Alih, Ancaman Penutupan Operasional Menggantung

Eskalasi Krisis Akses Jalan di GWK: DPRD Bali Siap Ambil Alih, Ancaman Penutupan Operasional Menggantung

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 bulan ago 6 minutes read
Eskalasi Krisis Akses Jalan di GWK
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Denpasar, 29 September 2025 – Dalam langkah tegas yang menandai intervensi legislatif tingkat provinsi, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mengumumkan pengambilalihan langsung atas polemik penutupan akses jalan warga Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, oleh manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Rekomendasi Komisi I DPRD yang menargetkan pembongkaran tembok pembatas hingga tengah malam Senin (29/9/2025) tampaknya diabaikan, memicu respons cepat dari pimpinan dewan untuk mencegah eskalasi konflik yang berpotensi merusak harmoni sosial di kawasan pariwisata ikonik Pulau Dewata ini.

Ketua DPRD Provinsi Bali, I Dewa Made Mahayadnya—yang akrab disapa Dewa Jack—menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk menegakkan prinsip fungsi sosial tanah, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960. “Jika hingga pukul 12 malam tembok itu belum dibongkar secara sukarela oleh manajemen GWK, saya akan segera menandatangani surat rekomendasi eksekutif pada Selasa (30/9). Surat itu memberi mandat penuh kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pemerintah daerah untuk bertindak sebagai eksekutor pembongkaran, dengan tembusan ke Pemerintah Kabupaten Badung sebagai pemangku wilayah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin sore.

Dewa Jack, politisi senior dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menyoroti sikap manajemen GWK yang dinilai kurang kooperatif. Meski surat-surat resmi dari GWK kerap masuk ke meja DPRD, utusan langsung dari pimpinan atau pemilik perusahaan tak pernah muncul. “Kami masih tunggu niat baik mereka untuk audiensi langsung. Surat doang banyak, tapi orangnya tak pernah nongol. Sebagai orang Bali yang terpilih oleh rakyat Bali, saya ingin kenal dong siapa di balik GWK ini. Hingga kini, hanya utusan-utusan saja yang datang,” tambahnya dengan nada prihatin, menggarisbawahi ketidakpercayaan yang kian menumpuk.

Langkah selanjutnya, menurut Dewa Jack, melibatkan Rapat Pimpinan (Rapim) yang direncanakan Selasa atau Rabu pekan ini, dihadiri seluruh pimpinan fraksi DPRD Bali. Pasca-rapim, pimpinan dewan berencana turun langsung ke lokasi untuk verifikasi lapangan, termasuk pemeriksaan izin operasional GWK. “Kami jalankan mekanisme lembaga secara prosedural, tak grasa-grusu. Tapi opsi penutupan sementara operasional GWK tetap terbuka jika pelanggaran terbukti sistematis. Ini bukan ancaman, tapi penegakan hukum demi kepentingan rakyat Bali,” tegasnya.

Polemik ini berawal dari pengaduan warga Banjar Giri Dharma yang diterima DPRD Bali pada 26 Juli 2025, menyoroti penutupan akses jalan yang telah berlangsung sejak September 2024. Jalan tersebut, yang sudah diaspal oleh Pemkab Badung setelah dihibahkan untuk kepentingan publik, menjadi korban pembangunan tembok perimeter GWK—diduga untuk keamanan aset. Akibatnya, sekitar 600 jiwa terisolasi, terpaksa mencari jalur alternatif melalui semak belukar atau lahan tetangga, menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti membawa persembahan adat (banten) atau mobilitas anak-anak sekolah.

Komisi I DPRD Bali, di bawah kepemimpinan I Nyoman Budiutama, merespons dengan serangkaian upaya dialog. Rapat pertama dijadwalkan 25 Agustus 2025, tapi ditunda oleh GWK. Undangan kedua pada 18 September 2025 di Balai Banjar Giri Dharma Ungasan pun diboikot. Puncaknya, Rapat Kerja (Raker) pada 22 September 2025—hadir warga, kuasa hukum GWK, serta perwakilan OPD seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) Badung dan Bali—mengungkap pelanggaran konkret. GWK terbukti melanggar janji awal untuk memprioritaskan kepentingan warga sekitar, serta status hibah tanah untuk akses jalan.

Baca juga : Desa Kebong Dicanangkan sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama

Lebih lanjut, penutupan ini bertentangan dengan kerangka hukum nasional. Pasal 43 huruf a Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah secara tegas melarang pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) mengurung atau menutup bidang tanah dari lalu lintas umum, akses publik, maupun jalan air. Sementara itu, Pasal 6 UUPA menegaskan bahwa setiap hak atas tanah membawa fungsi sosial, yang tak boleh dikorbankan demi kepentingan pribadi. “Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi juga potensi pengkhianatan terhadap hak asasi manusia (HAM) warga atas kebebasan bergerak dan mobilitas dasar,” papar Budiutama, merujuk pengaduan viral di media sosial yang menggambarkan warga “terjebak di balik tembok” seperti tahanan.

Budiutama menambahkan, rekomendasi pembongkaran dengan batas waktu satu minggu—berakhir hari ini—dikeluarkan atas usulan anggota komisi. “Sayangnya, dari pantauan medsos, GWK tak bergeming. Ini diabaikan mentah-mentah, padahal BPN sudah konfirmasi lahan itu badan jalan milik publik.”

Anggota Komisi I DPRD Bali, I Made Supartha, tak hanya menyoroti pelanggaran janji, tapi juga unsur pembangkangan terhadap tata tertib dewan. “GWK dipanggil berulang kali, tapi tak kooperatif. Ini pelanggaran serius terhadap prosedur DPRD. Kita bisa terapkan upaya paksa, termasuk pidana berdasarkan Pasal 192 KUHP dan UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009—ancamannya penjara hingga 15 tahun jika membahayakan keselamatan umum,” katanya tegas.

Supartha, yang juga Ketua Pansus Tata Ruang dan Bangunan DPRD Bali, mendesak evaluasi komprehensif terhadap seluruh izin dan aset GWK. “Rawan konflik serupa di sekitar kawasan. Saya sarankan langkah persuasif dulu, tapi jika perlu, libatkan aparat penegak hukum untuk penutupan sementara operasional. Ini demi Bali dan rakyatnya—jangan sampai ikon budaya jadi sumber disintegrasi sosial.” Ia menekankan, penutupan akses tanpa alternatif memadai tak hanya langgar regulasi agraria, tapi juga Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008, yang mewajibkan transparansi akses publik.

Sementara itu, Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa—juga Wakil Ketua DPRD Bali—mengkritik konsep GWK sebagai pariwisata budaya yang ironisnya mengisolasi warga adat. “Di balik gemerlap patung Garuda Wisnu Kencana, warga Ungasan harus berjuang lewat semak. Ini bertentangan dengan Tri Hita Karana—harmoni manusia, alam, dan Tuhan. Kami harap pimpinan DPRD segera turun tangan.”

Manajemen GWK, melalui kuasa hukumnya, menyatakan menyayangkan rekomendasi DPRD dan mengklaim tanah tembok sudah legal, meski masih menunggu arahan pusat dari PT Alam Sutera Realty Tbk. Namun, respons ini dinilai terlambat, apalagi setelah pemasangan CCTV yang justru menambah ketegangan dengan memantau rumah warga terisolasi.

Konflik ini bukan hanya soal tembok, tapi cerminan ketegangan antara pembangunan pariwisata dan hak masyarakat adat di Bali. Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2018, GWK telah jadi magnet wisatawan, tapi megaproyek ini kerap didera polemik—dari krisis moneter 1998 hingga isu lingkungan. Penutupan akses kini berpotensi picu tuntutan HAM, dengan warga mengeluhkan isolasi yang memicu stres dan hambatan ekonomi, seperti kesulitan akses pasar atau layanan kesehatan.

Dengan pengambilalihan pimpinan DPRD, harapan muncul untuk resolusi cepat. Namun, pakar hukum agraria dari Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Nuarta, S.H., M.H., memperingatkan: “Kasus ini uji coba penegakan PP 18/2021 di lapangan. Jika GWK tak patuh, presedennya bisa buka pintu tuntutan serupa di destinasi lain. Bali butuh model pariwisata inklusif, bukan eksklusif.”

Saat matahari terbenam di Ungasan Senin ini, tembok GWK tetap berdiri kokoh, tapi jam pengundur waktu dewan berdetak kencang. Apakah malam ini jadi titik balik, atau awal dari konfrontasi lebih besar? Bali menanti.

Pewarta : Jhon Sinaga

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Desa Kebong Dicanangkan sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama
Next: Jaksa Tuntut 12 Tahun Penjara untuk Mantan Sekda NTB dalam Kasus Korupsi NCC

Related Stories

Menjaga Napas Tradisi di Kaki Gunung Manik Oro

Menjaga Napas Tradisi di Kaki Gunung Manik Oro: Ritual Tiban dan Reog Satukan Lintas Daerah di Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 40 menit ago 0
Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan

Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan: Menyemai Konservasi Sungai, Memanen Kepedulian Sosial

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Langkah Bersejarah Penyerapan Tenaga Kerja

Langkah Bersejarah Penyerapan Tenaga Kerja: Mandailing Natal Inisiasi Bursa Kerja Perdana 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menjaga Napas Tradisi di Kaki Gunung Manik Oro: Ritual Tiban dan Reog Satukan Lintas Daerah di Trenggalek
  • Kerentanan Keamanan Domestik dan Dinamika Kriminalitas Remaja: Studi Kasus Pengungkapan Pencurian Ponsel di Puhpelem Wonogiri
  • Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Polsek Ella Hilir Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak ISPA
  • Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan: Menyemai Konservasi Sungai, Memanen Kepedulian Sosial
  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by