Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Menkeu Purbaya Janjikan Pengawasan Ketat Belanja Daerah di Tengah Penurunan TKD RAPBN 2026

Menkeu Purbaya Janjikan Pengawasan Ketat Belanja Daerah di Tengah Penurunan TKD RAPBN 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 min read
Menkeu Purbaya Janjikan Pengawasan Ketat Belanja Daerah di Tengah Penurunan TKD RAPBN 2026
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 18 September 2025 – Di tengah dinamika penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawasi secara ketat alokasi belanja ke daerah. Langkah ini diharapkan mencegah penyimpangan dana seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, sambil memastikan bahwa manfaat ekonomi tetap mengalir ke tingkat lokal meskipun terjadi penurunan Transfer ke Daerah (TKD).

Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis lalu. “Nanti saya akan paksa dan monitor belanja daerah, jangan sampai terampas seperti sebelum-sebelumnya,” katanya, menyoroti urgensi pengawasan untuk menjamin belanja tepat sasaran. Pendekatan ini mencerminkan respons proaktif terhadap kritik masa lalu terkait inefisiensi distribusi dana publik, yang sering kali berujung pada korupsi atau alokasi tidak optimal.

Meskipun TKD dalam RAPBN 2026 mengalami penurunan signifikan menjadi Rp693 triliun—dibandingkan Rp919 triliun pada APBN 2025—Purbaya menjelaskan bahwa hal ini tidak serta-merta mengurangi dukungan ke daerah. Ia menekankan adanya komponen belanja pusat yang dialokasikan langsung di daerah, mencapai Rp1.300 triliun. “Walaupun total dana untuk daerah turun dibanding tahun lalu, cuma ada Rp1.300 triliun belanja pusat yang dibelanjakan di daerah. Jadi, manfaat ke daerah nggak akan berkurang, artinya dominasi pergerakan ekonomi daerah,” ujarnya.

Penjelasan ini menggarisbawahi strategi pemerintah untuk mengintegrasikan belanja pusat dengan kebutuhan lokal, yang secara teori dapat memperkuat multiplier effect ekonomi di tingkat grassroot. Dari perspektif akademis, pendekatan ini selaras dengan teori fiskal desentralisasi, di mana alokasi dana pusat ke daerah dirancang untuk mendorong pertumbuhan inklusif, meskipun risiko ketergantungan daerah pada subsidi pusat tetap menjadi isu krusial dalam literatur ekonomi pembangunan Indonesia.

Kesepakatan antara Banggar DPR RI dan pemerintah juga mencakup penambahan TKD sebesar Rp43 triliun, yang dianggap vital untuk menjaga stabilitas jangka pendek. Purbaya menambahkan, “Utamanya (tambahan) Rp43 triliun untuk daerah, itu sesuai dengan pemasukan dari daerah. Untuk kita sih, itu penting karena dalam jangka pendek untuk menjaga stabilitas sosial dan politik daerah.” Tambahan ini, meskipun bersifat sementara, diharapkan menjadi bantalan terhadap potensi gejolak sosial akibat ketidakpastian ekonomi global, seperti inflasi pasca-pandemi atau fluktuasi harga komoditas.

Rapat tersebut menghasilkan revisi postur RAPBN 2026 secara keseluruhan. Pendapatan negara disepakati naik menjadi Rp3.153,6 triliun, atau bertambah Rp5,9 triliun dari rancangan awal Rp3.147 triliun. Sementara itu, belanja negara direvisi menjadi Rp3.842,7 triliun, meningkat Rp56,2 triliun dari Rp3.786,5 triliun sebelumnya. Di sisi pembiayaan, defisit anggaran disetujui sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), naik dari target awal Rp638,8 triliun (2,48 persen PDB).

Baca juga : Strategi Komunikasi Pemerintahan Prabowo: Penyebaran Capaian Kinerja Melalui Ruang Publik

Lebih lanjut, keseimbangan primer direvisi dengan defisit primer Rp89,7 triliun, bertambah Rp50,3 triliun dari rancangan semula Rp39,4 triliun. Pembiayaan anggaran secara total juga naik menjadi Rp689,1 triliun, selisih Rp50,3 triliun dari proposal awal. Revisi ini mencerminkan kompromi antara kebutuhan ekspansi fiskal untuk stimulus ekonomi dan kehati-hatian dalam menjaga rasio utang terhadap PDB, yang sering menjadi fokus kajian akademis tentang keberlanjutan fiskal di negara berkembang.

Dalam konteks lebih luas, kebijakan ini menandai evolusi pendekatan pemerintah terhadap desentralisasi fiskal sejak era Reformasi. Berbeda dengan narasi media konvensional yang sering menekankan angka-angka mentah, analisis ini menyoroti implikasi struktural: bagaimana monitoring belanja dapat menjadi katalisator untuk transparansi governance, sambil mengurangi disparitas antar-daerah. Namun, keberhasilan bergantung pada implementasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk tracking dana secara real-time—sebuah aspek yang jarang dibahas dalam liputan umum.

Purbaya’s emphasis on monitoring underscores a shift toward evidence-based policymaking, potentially drawing from international best practices like those in OECD countries. As Indonesia navigates post-2024 election dynamics, such measures could bolster public trust in fiscal management, though challenges like kapasitas aparatur daerah remain pivotal for long-term efficacy.

Pewarta : Yogi Hilmawan

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Strategi Komunikasi Pemerintahan Prabowo: Penyebaran Capaian Kinerja Melalui Ruang Publik
Next: Polsek Sumberlawang Gelar Sosialisasi Harga dan Prosedur Penjualan Jagung ke Perum Bulog

Related Stories

KPAI Mendesak Penyelesaian Damai Kasus Kekerasan Guru-Siswa di SMK Jambi melalui Musyawarah
2 min read

KPAI Mendesak Penyelesaian Damai Kasus Kekerasan Guru-Siswa di SMK Jambi melalui Musyawarah

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 menit ago 0
Gotong Royong Fiskal
2 min read

Gotong Royong Fiskal: TKD Rp10,6 T Dikembalikan, Tito Karnavian Ingatkan Jangan Diselewengkan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Dari Riset ke Industrialisasi
2 min read

Dari Riset ke Industrialisasi: Kementrans Gandeng 10 Universitas, Target 1.500 Mahasiswa Ubah Wajah Transmigrasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • KPAI Mendesak Penyelesaian Damai Kasus Kekerasan Guru-Siswa di SMK Jambi melalui Musyawarah
  • Tim Penegakan Hukum Kehutanan Gagalkan Peredaran 600 Batang Kayu Ilegal di Sungai Pawan, Ketapang
  • Korem 072/Pamungkas Gelar Upacara Bendera 17-an di Awal Tahun 2026, Tekankan Kesiapsiagaan dan Semangat Pengabdian
  • Polres Wonogiri Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026
  • Pelantikan Pamong dan Staf Kalurahan Balong: Komitmen Kuat untuk Pelayanan dan Pembangunan Desa
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.