Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintah Dalami Dugaan Pemalsuan Cukai Rokok: Potensi Pendapatan Negara dari Reformasi Sistem

Pemerintah Dalami Dugaan Pemalsuan Cukai Rokok: Potensi Pendapatan Negara dari Reformasi Sistem

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 bulan ago 3 minutes read
Potensi Pendapatan Negara dari Reformasi Sistem
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 15 September 2025 – Di tengah perdebatan sengit mengenai kebijakan cukai rokok untuk tahun anggaran 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah sedang melakukan pendalaman mendetail terhadap berbagai isu terkait, termasuk dugaan adanya praktik manipulasi atau pemalsuan cukai. Pernyataan ini muncul pasca-rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, menandai pendekatan hati-hati pemerintah dalam menangani sektor yang sensitif secara ekonomi dan sosial ini.

Purbaya menekankan bahwa proses analisis masih berlangsung, sehingga belum ada kesimpulan definitif yang dapat disampaikan. “Nanti saya lihat lagi, saya belum menganalisis mendalam, seperti apa sih cukai rokok itu, katanya ada yang main-main, di mana main-mainnya?” ujarnya saat merespons pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pembatalan kenaikan cukai rokok pada 2026. Pendekatan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memahami akar masalah sebelum mengambil langkah kebijakan, terutama dalam konteks ekonomi pasca-pandemi di mana industri tembakau menjadi penyumbang signifikan bagi penerimaan negara.

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti potensi peningkatan pendapatan negara melalui perbaikan sistem cukai. Ia mengaku sedang mendalami dampak dari pemberantasan kebocoran, seperti cukai palsu yang merugikan kas negara. “Misalnya, kalau saya bisa beresin, saya bisa hilangin cukai-cukai palsu, berapa pendapatannya, dari situ kan saya bergerak ke depan seperti apa,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan fokus pada reformasi struktural daripada sekadar penyesuaian tarif, yang bisa menjadi model inovatif dalam pengelolaan fiskal di negara berkembang seperti Indonesia, di mana sektor informal sering kali menjadi celah eksploitasi.

Kebijakan lanjutan, menurut Purbaya, akan sangat bergantung pada hasil studi komprehensif dan analisis data lapangan yang sedang dilakukan oleh tim Kementerian Keuangan. “Tergantung hasil studi dan analisa yang kita dapat dari lapangan,” tegasnya. Pendekatan berbasis bukti ini selaras dengan prinsip-prinsip kebijakan publik modern, yang menekankan integrasi data empiris untuk menghindari dampak negatif terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Konteks perdebatan ini semakin relevan mengingat diskusi sebelumnya dalam rapat kerja antara Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR RI pada 10 September 2025. Dalam pertemuan tersebut, fokus utama adalah intensifikasi penerimaan negara dari cukai hasil tembakau (CHT) dalam rancangan APBN 2026. Anggota Komisi XI, Harris Turino, menyoroti tantangan yang dihadapi oleh industri rokok skala besar, seperti PT Gudang Garam Tbk., yang sedang mengalami kesulitan operasional. Ia juga menekankan nasib ribuan pegawai yang bergantung pada sektor ini, di mana kenaikan cukai yang terlalu agresif berpotensi memperburuk kondisi, khususnya pada segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang dominan di pasar domestik.

Baca juga : Inovasi Hukum untuk Ketahanan Pangan: Bupati Lampung Barat Apresiasi Transformasi Lahan Terbengkalai oleh Kejari

Turino mengusulkan alternatif yang lebih berkelanjutan: memperkuat pengawasan terhadap rokok ilegal sebagai cara meningkatkan penerimaan tanpa harus menaikkan tarif cukai secara signifikan. Usulan ini menggarisbawahi dilema klasik dalam ekonomi fiskal, di mana kenaikan pajak sering kali memicu perpindahan konsumen ke produk ilegal, yang justru mengurangi pendapatan negara secara keseluruhan. Studi akademis dari berbagai lembaga riset ekonomi menunjukkan bahwa di negara-negara Asia Tenggara, penguatan regulasi dan teknologi pelacakan seperti sistem traceability bisa meningkatkan efisiensi penerimaan hingga 20-30 persen tanpa membebani industri formal.

Dalam perspektif lebih luas, isu cukai rokok ini bukan hanya soal fiskal, melainkan juga melibatkan dimensi kesehatan masyarakat dan keadilan sosial. Reformasi sistem cukai yang dipertimbangkan pemerintah bisa menjadi langkah progresif untuk mengurangi prevalensi rokok ilegal, yang sering kali mengandung bahan berbahaya dan merugikan upaya pengendalian tembakau nasional. Namun, tanpa data lapangan yang solid, risiko kebijakan yang salah arah tetap tinggi, potensial memengaruhi stabilitas sektor yang menyerap jutaan tenaga kerja di rantai pasok tembakau.

Pemerintah diharapkan segera menyelesaikan pendalaman ini untuk memberikan kepastian bagi pelaku industri dan masyarakat. Sementara itu, para analis ekonomi menilai bahwa pendekatan ini bisa menjadi contoh bagaimana kebijakan fiskal di era digital memanfaatkan analisis data untuk mengatasi kebocoran, sekaligus menjaga keseimbangan antara pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Inovasi Hukum untuk Ketahanan Pangan: Bupati Lampung Barat Apresiasi Transformasi Lahan Terbengkalai oleh Kejari
Next: Sinergi Strategis BRI Finance dan Kejaksaan: Memperkuat Fondasi Tata Kelola di Tengah Tantangan Pembiayaan Bermasalah

Related Stories

MPR Siapkan Draf PPHN

MPR Siapkan Draf PPHN, Sosokolemasi Publik Mulai Sabtu untuk Bangun Harmoni Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah

Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah: DPRD Klaten Resmikan Tahapan Krusial Pemilihan Wakil Bupati Sisa Masa Jabatan 2025–2030

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan: Menyemai Konservasi Sungai, Memanen Kepedulian Sosial
  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by