Skip to content
26/08/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Serangan Israel di Qatar Picu Kekhawatiran Turki sebagai Target Berikutnya

Serangan Israel di Qatar Picu Kekhawatiran Turki sebagai Target Berikutnya

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 bulan ago 4 minutes read
Serangan Israel di Qatar Picu Kekhawatiran Turki sebagai Target Berikutnya
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Istanbul, 15 September 2025 – Serangan udara Israel terhadap pertemuan pejabat Hamas di Qatar telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di Turki, yang kini mempertanyakan apakah negara ini akan menjadi sasaran berikutnya dari operasi militer Israel. Ketegangan yang meningkat ini mencerminkan dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan Timur Tengah, di mana hubungan Turki-Israel yang semula erat kini berada pada titik terendah akibat perang di Gaza dan persaingan pengaruh di Suriah.

Menurut Laksamana Muda Zeki Akturk, juru bicara Kementerian Pertahanan Turki, dalam pernyataannya di Ankara pada Kamis lalu, Israel berpotensi “memperluas serangan sembrononya seperti yang terjadi di Qatar, yang dapat menyeret seluruh kawasan, termasuk Israel sendiri, ke dalam bencana.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran Turki atas pola serangan Israel yang tampaknya tidak terhalang oleh batas-batas kedaulatan negara tetangga, seperti yang terlihat di Iran, Suriah, Yaman, dan kini Qatar.

Hubungan Turki-Israel, yang pernah menjadi kemitraan strategis di kawasan, mulai memburuk sejak akhir 2000-an dan semakin tegang akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, yang memicu perang Gaza. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang dikenal sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina dan kelompok Hamas, telah melontarkan kritik keras terhadap Israel, khususnya terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dengan menuduhnya melakukan genosida dan membandingkannya dengan Adolf Hitler. Hubungan erat Turki dengan Qatar, yang juga menjadi tuan rumah pejabat Hamas, serta kunjungan rutin mereka ke Turki, semakin memperumit dinamika ini. Israel sebelumnya menuduh Turki memfasilitasi Hamas untuk merencanakan serangan, merekrut anggota, dan menggalang dana dari wilayahnya.

Ketegangan antara Turki dan Israel tidak hanya terbatas pada isu Gaza, tetapi juga meluas ke Suriah pasca-jatuhnya pemerintahan Bashar Assad pada 2024. Turki mendukung pemerintahan interim Suriah dan berupaya memperluas pengaruhnya, termasuk dalam ranah militer. Sebaliknya, Israel memandang pemerintahan baru dengan kecurigaan, merebut zona penyangga yang dipantau PBB di Suriah selatan, melancarkan ratusan serangan udara terhadap fasilitas militer Suriah, dan memposisikan diri sebagai pelindung minoritas Druze. Persaingan ini telah menempatkan kedua negara pada jalur konfrontasi, dengan potensi eskalasi lebih lanjut di kawasan Mediterania timur, khususnya terkait kehadiran militer Turki di Siprus utara.

Serhat Suha Cubukcuoglu, direktur program Turki di Trends Research and Advisory, menilai bahwa serangan Israel di Qatar, sebuah sekutu dekat AS yang berperan sebagai mediator gencatan senjata Gaza, menunjukkan strategi Israel untuk menciptakan “zona penyangga terpecah dari negara-negara lemah di sekitarnya.” Ia memperingatkan bahwa kemampuan Israel untuk melakukan serangan lintas batas dengan tampaknya tanpa hambatan menimbulkan preseden berbahaya bagi Turki. “Kekhawatiran Ankara semakin besar karena Israel tampaknya mampu mengabaikan pertahanan udara regional dan norma internasional,” ujarnya.

Baca juga : Upaya Pembunuhan Pemimpin Hamas di Qatar: Implikasi Politik dan Diplomatik

Menghadapi ancaman tersebut, Turki telah meningkatkan kesiapan militernya. Pada Juni 2025, saat Israel menyerang fasilitas nuklir Iran, Erdogan mengumumkan peningkatan produksi misil. Bulan lalu, Turki meresmikan sistem pertahanan udara terpadu “Steel Dome” dan mempercepat pengembangan pesawat tempur generasi kelima KAAN. Sebagai anggota NATO, Turki memiliki keunggulan militer yang signifikan dibandingkan Qatar, dengan angkatan bersenjata terbesar kedua di aliansi tersebut setelah AS, serta industri pertahanan yang maju.

Namun, Ozgur Unluhisarcikli, direktur German Marshall Fund di Ankara, menilai bahwa meskipun serangan udara Israel di wilayah anggota NATO seperti Turki sangat tidak mungkin, serangan terbatas seperti bom atau operasi senjata oleh agen Israel terhadap target Hamas di Turki tetap menjadi ancaman nyata. Cubukcuoglu menambahkan bahwa serangan di Qatar dapat memperkuat komitmen Turki terhadap Hamas, karena meninggalkan kelompok tersebut akan melemahkan pengaruh regional Turki, sementara tetap mendukungnya memperkuat posisi Turki sebagai pembela perjuangan Palestina.

Di Suriah, ketegangan antara Turki dan Israel semakin nyata. Turki telah menandatangani perjanjian dengan Damaskus untuk memberikan pelatihan dan saran militer kepada angkatan bersenjata Suriah, sementara Israel terus melancarkan serangan untuk melemahkan potensi ancaman dari pemerintahan baru. Pada April 2025, kedua negara mengadakan pembicaraan untuk membentuk mekanisme de-eskalasi di Suriah setelah serangan Israel terhadap pangkalan udara yang diduga akan digunakan Turki. Namun, pernyataan Netanyahu bahwa pangkalan Turki di Suriah merupakan “bahaya bagi Israel” menunjukkan tantangan dalam meredakan konflik.

Erdogan tampaknya juga mengandalkan dukungan AS untuk mencegah agresi Israel. Meskipun Netanyahu berupaya mendapatkan dukungan dari Presiden AS Donald Trump, Trump justru memuji Erdogan atas pengaruhnya di Suriah dan mendesak Netanyahu untuk bersikap “masuk akal.” Namun, serangan di Qatar menunjukkan bahwa hubungan erat dengan Washington tidak selalu menjamin perlindungan dari Israel.

Serangan Israel di Qatar telah memperdalam kecemasan Turki akan potensi ancaman serupa di wilayahnya, sekaligus memperumit dinamika geopolitik di Timur Tengah. Dengan memperkuat pertahanan militernya dan menjalankan diplomasi aktif, Turki berupaya mencegah konflik langsung sambil mempertahankan pengaruhnya di kawasan. Namun, seperti yang diungkapkan Unluhisarcikli, serangan di Qatar menunjukkan bahwa “tidak ada batas” bagi tindakan pemerintah Israel, menjadikan eskalasi lebih lanjut sebagai ancaman nyata bagi stabilitas regional.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Upaya Pembunuhan Pemimpin Hamas di Qatar: Implikasi Politik dan Diplomatik
Next: Pensiunnya Michael McCaul: Peringatan akan Eskalasi Konflik Rusia-Ukraina dan Ancaman Perang Dunia

Related Stories

Pusaran Ekstrem Terjang Departemen Aude

Pusaran Ekstrem Terjang Departemen Aude: Puluhan Luka-Luka dan Ratusan Bangunan Rusak di Prancis Selatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Dua Pemberontak di Mali Menerbitkan Komentar Langsung terhadap Misi Perjanjian Damai PBB

Dua Pemberontak di Mali Menerbitkan Komentar Langsung terhadap Misi Perjanjian Damai PBB

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
AS Tangani Persoalan Kesehatan Mental dan Pasokan di USS Abraham Lincoln

AS Tangani Persoalan Kesehatan Mental dan Pasokan di USS Abraham Lincoln: Kapal Induk Baru Bergerak ke Timur Tengah

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
iklan
iklan
iklan
Iklan
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  • Paradigma Baru Pencegahan Karhutla: Penguatan Kapasitas Sosio-Edukologis dan Transformasi Operasional Polri
  • Dinamika Restrukturisasi Kelembagaan Polri: Rekonfigurasi Manajerial dan Rotasi Strategis Kepemimpinan di Wilayah Hukum Polres Wonogiri
  • Kegagalan Eksfiltrasi Kejahatan Lintas Wilayah: Sinergi Vigilansi Komunitas dan Efektivitas Respons Penegakan Hukum Terpadu
  • Menguji Asas Lex Specialis: Impunitas Kekuasaan dan Degradasi Hukum Adat dalam Polemik Pemberhentian Pejabat Finua Kaimer di Kota Tual
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by