Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Mengenang Kejayaan Bioskop Horas: Pusat Hiburan dan Cinta Muda di Padangsidimpuan Era 1980-an

Mengenang Kejayaan Bioskop Horas: Pusat Hiburan dan Cinta Muda di Padangsidimpuan Era 1980-an

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 4 min read
Mengenang Kejayaan Bioskop Horas
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Padangsidimpuan, 30 Agustus 2025 – Di tengah hiruk-pikuk kota Padangsidimpuan yang kini dipenuhi pusat perbelanjaan modern, kenangan tentang Bioskop Horas Theater masih melekat kuat di benak generasi lama. Bioskop yang pernah menjadi ikon hiburan utama di Tanah Tapanuli Selatan ini, kini telah bertransformasi menjadi Horas Bakery, sebuah toko roti yang ramai dikunjungi. Namun, bagi mereka yang hidup di era 1980-an, gedung itu bukan sekadar tempat menonton film, melainkan ruang sosial yang membentuk budaya populer lokal, di mana film-film Mandarin, India, Spanyol, dan nasional menjadi jembatan antara mimpi dan realitas sehari-hari.

Bioskop Horas, yang awalnya dikenal sebagai Bioskop Angkola sejak era kolonial Belanda sekitar 1930-an, mencapai puncak kejayaannya pada dekade 1980-an. Saat itu, masyarakat Padangsidimpuan belum akrab dengan televisi berwarna atau perangkat elektronik modern seperti hari ini. Hiburan utama hanyalah layar lebar bioskop, yang menyajikan beragam genre film dari berbagai belahan dunia. “Dulu, orang mencari hiburan hanya dengan nonton film di bioskop. Film Mandarin penuh aksi kung fu, film India dengan lagu-lagu romantis, film Spanyol yang misterius, dan tentu saja film nasional seperti yang dibintangi Rhoma Irama,” cerita Bang Lian, seorang mantan pekerja bioskop yang kini berusia 70-an, dalam wawancara eksklusif.

Sebagai salah satu bioskop papan atas di wilayah Tapanuli Selatan, Horas Theater bukan hanya tempat hiburan, tapi juga pusat nongkrong bagi kaum muda-mudi. Libur sekolah menjadi momen spesial, di mana remaja dari dalam kota maupun luar daerah berkumpul untuk “memadu kasih” sambil menikmati film. Salah satu daya tariknya adalah promo unik bernama “sakadupi”, singkatan dari “satu karcis dua film”. “Itu trik marketing sederhana tapi efektif. Satu tiket bisa nonton dua film sekaligus, jadi banyak pasangan muda yang datang,” ujar Bang Lian sambil tersenyum mengenang masa itu. Gedung bioskop yang terletak di Jalan Gatot Subroto ini menjadi saksi bisu kisah cinta dan persahabatan, di tengah suasana kota yang masih sederhana, tanpa kemacetan lalu lintas modern.

Cerita Bang Lian menambah kedalaman narasi ini. Ia mulai bekerja di Bioskop Horas sejak lulus SMP pada akhir 1970-an, dan bertahan hingga berkeluarga. “Saya mulai dari buruh biasa, membersihkan kursi, jual tiket, sampai mengoperasikan proyektor. Dengan gaji sederhana itu, saya bisa hidupi keluarga dengan lima anak—tiga laki-laki dan dua perempuan. Alhamdulillah, dua di antaranya lulus perguruan tinggi, dan tiga lainnya tamat SMA,” katanya. Pengalaman ini mencerminkan konteks sosial-ekonomi era itu: pekerjaan di bioskop, meski tergolong kasar, cukup untuk menopang pendidikan anak hingga tingkat tinggi. Namun, Bang Lian menyayangkan perubahan zaman. “Bandingkan dengan sekarang, hidup di Sidimpuan semakin berat. Kalau hanya pekerja buruh, sulit sekali menyekolahkan anak sampai kuliah. Inflasi, biaya hidup naik, sementara lapangan kerja terbatas,” tambahnya, menyoroti transisi dari ekonomi agraris ke urban yang lebih kompetitif.

Baca juga : Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa 2025 di Pekon Sinar Jaya: Ketahanan Pangan Fiktif dan Janji Pengembalian

Pada masa keemasannya, Padangsidimpuan memiliki tiga bioskop utama: Rajawali, President, dan Horas. Bioskop President, yang dibangun awal 1980-an di samping Horas, serta Rajawali yang lebih tua, melengkapi ekosistem hiburan kota. Ketiganya menjadi pusat budaya pop, di mana film bukan hanya hiburan, tapi juga medium pembelajaran nilai sosial dan globalisasi dini. Namun, dengan munculnya televisi, video cassette, dan akhirnya streaming digital pada 1990-an, bioskop-bioskop ini mulai meredup. Kini, tak ada lagi suara proyektor berputar di kota ini. Bioskop Horas berubah fungsi menjadi Horas Bakery sejak awal 2000-an, sementara President dan Rajawali juga tak lagi beroperasi sebagai bioskop, meninggalkan gedung-gedung kosong yang penuh kenangan.

Di balik nostalgia, ada harapan baru. Belakangan, rumor tentang pembangunan bioskop modern di Plaza ATC (Anugrah Trade Center) beredar di kalangan warga. “Saya dengar ada rencana bioskop baru di plaza itu, tapi sampai sekarang belum terlihat tanda-tandanya. Apakah hanya cerita kosong atau benar adanya? Kita tunggu saja,” kata Bang Lian skeptis. Rumor ini mencerminkan kerinduan masyarakat akan ruang hiburan kolektif di era digital, di mana bioskop bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Jika terealisasi, bioskop baru ini potensial merevitalisasi budaya nonton bersama, sekaligus mendukung ekonomi lokal melalui kunjungan wisatawan.

Dalam perspektif akademis, fenomena Bioskop Horas mengilustrasikan evolusi media dan hiburan di masyarakat perifer seperti Padangsidimpuan. Dari era pra-digital di mana bioskop menjadi “jendela dunia”, hingga transisi ke platform online yang individualis, perubahan ini mencerminkan dinamika globalisasi dan urbanisasi. Seperti yang dianalisis dalam studi komunikasi budaya, bioskop era 1980-an tak hanya menyediakan hiburan, tapi juga membentuk identitas sosial, terutama bagi generasi muda yang mencari escapism dari rutinitas pedesaan. Kini, kenangan itu hanyalah cerita lama, tapi bagi Bang Lian dan ribuan warga lainnya, Bioskop Horas tetap abadi sebagai simbol masa keemasan yang tak tergantikan.

Pewarta : Indra Saputra

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa 2025 di Pekon Sinar Jaya: Ketahanan Pangan Fiktif dan Janji Pengembalian
Next: FKUB Wonogiri Ajak Warga Jaga Keharmonisan dan Keamanan Wilayah

Related Stories

Tim Penegakan Hukum Kehutanan Gagalkan Peredaran 600 Batang Kayu Ilegal di Sungai Pawan
2 min read

Tim Penegakan Hukum Kehutanan Gagalkan Peredaran 600 Batang Kayu Ilegal di Sungai Pawan, Ketapang

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Pelantikan Pamong dan Staf Kalurahan Balong
2 min read

Pelantikan Pamong dan Staf Kalurahan Balong: Komitmen Kuat untuk Pelayanan dan Pembangunan Desa

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Indikasi Korupsi Material Mengintai APBD Sambas 2025
2 min read

Jalan Baru Rusak Sebelum Dilalui: Indikasi Korupsi Material Mengintai APBD Sambas 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • KPAI Mendesak Penyelesaian Damai Kasus Kekerasan Guru-Siswa di SMK Jambi melalui Musyawarah
  • Tim Penegakan Hukum Kehutanan Gagalkan Peredaran 600 Batang Kayu Ilegal di Sungai Pawan, Ketapang
  • Korem 072/Pamungkas Gelar Upacara Bendera 17-an di Awal Tahun 2026, Tekankan Kesiapsiagaan dan Semangat Pengabdian
  • Polres Wonogiri Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026
  • Pelantikan Pamong dan Staf Kalurahan Balong: Komitmen Kuat untuk Pelayanan dan Pembangunan Desa
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.