
RI News Portal. Gyeongju, 28 Agustus 2025 – Industri budaya dan kreatif (Cultural and Creative Industries/CCI) harus menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian Asia-Afrika. Hal ini ditegaskan Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, dalam Konferensi Budaya Asia-Afrika di Gyeongju, Korea Selatan, pada Kamis (28/8/2025).
Menurut Fadli, CCI telah membentuk ekosistem ekonomi global senilai USD 4,3 triliun, menyumbang 6 persen dari perekonomian dunia. “Industri ini menciptakan 30 juta lapangan kerja, yang sebagian besar didominasi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja kreatif,” ujarnya dalam keterangan pers.
Di Indonesia, potensi CCI bertumpu pada keanekaragaman budaya yang luar biasa, dengan 17.000 pulau, 1.340 kelompok etnis, dan 718 bahasa. “Industri film kita mencatat 122 juta penonton pada 2024, sementara ekspor batik melonjak 76 persen dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya, menyoroti capaian nyata sektor ini.

Fadli juga menekankan peran transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai penggerak utama CCI. Indonesia, yang kini menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan 414 persen antara 2017-2021, berada di posisi strategis untuk memanfaatkan teknologi ini. Namun, ia mengingatkan adanya risiko, seperti bias algoritma, eksklusi bahasa, dan penyalahgunaan data budaya.
“Solusinya adalah mengembangkan AI generatif yang berbasis data dan nilai lokal,” paparnya. Pendekatan ini, menurutnya, mampu melestarikan bahasa daerah dan tradisi lisan, sekaligus menjaga kedaulatan teknologi. “AI harus memberdayakan, bukan meminggirkan komunitas lokal,” tegas Fadli.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa budaya bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga kekuatan pemersatu antar bangsa. Dalam konteks diplomasi budaya, Indonesia terus mendorong pengakuan warisan budaya di UNESCO, memperkuat posisinya sebagai jembatan harmoni di tengah perbedaan.
Baca juga : Wapres Gibran Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Dorong Peningkatan Fasilitas Pendidikan
“Budaya adalah fondasi yang memperkuat jaringan sosial dan membangun perdamaian,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa CCI dapat menjadi katalis untuk mempererat hubungan Asia-Afrika, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Konferensi di Gyeongju ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menegaskan peran strategisnya dalam memajukan CCI, dengan memadukan kekayaan budaya, inovasi digital, dan visi perdamaian global.
Pewarta : Setiawan Wibisono
