Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Dukungan Digital Kemkomdigi untuk Sekolah Rakyat: Integrasi Teknologi dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Grassroot

Dukungan Digital Kemkomdigi untuk Sekolah Rakyat: Integrasi Teknologi dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Grassroot

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 min read
Dukungan Digital Kemkomdigi untuk Sekolah Rakyat
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 28 Agustus 2025 – Di tengah upaya pemerintah untuk mereformasi sistem pendidikan dan sosial, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) muncul sebagai mitra strategis dalam pengembangan Program Sekolah Rakyat. Program ini, yang menjadi mandat langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial, tidak hanya bertujuan menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat miskin, tetapi juga merepresentasikan model integratif pengentasan kemiskinan. Dukungan Kemkomdigi berfokus pada penguatan infrastruktur digital, khususnya jaringan internet di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta pemanfaatan kanal komunikasi publik untuk menyebarkan narasi sukses program ini.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar inisiatif pendidikan, melainkan ekosistem holistik yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat marjinal. “Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” ujar Angga dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis lalu. Pendekatan ini, menurutnya, mencerminkan visi Presiden untuk memuliakan “wong cilik” – istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada rakyat kecil yang sering terpinggirkan dalam kebijakan nasional.

Dari perspektif akademis, program seperti ini dapat dianalisis melalui lensa teori pembangunan inklusif, di mana teknologi digital berperan sebagai katalisator untuk mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi. Studi-studi di bidang komunikasi pembangunan, seperti yang dikembangkan oleh para ahli seperti Everett Rogers dalam teori difusi inovasi, menunjukkan bahwa akses internet tidak hanya memfasilitasi pendidikan, tetapi juga mempercepat adopsi praktik ekonomi baru di komunitas pedesaan. Kemkomdigi, dalam hal ini, berencana meminta data lokasi Sekolah Rakyat untuk memetakan kebutuhan konektivitas. “Kita akan minta data lokasi Sekolah Rakyat. Dari sana bisa dilihat siapa yang sudah memiliki jaringan, siapa yang belum. Komdigi siap bantu memastikan konektivitasnya,” tegas Angga, menyoroti komitmen untuk menutup celah digital di wilayah 3T yang sering kali menjadi penghalang utama dalam program pemberdayaan.

Selain infrastruktur fisik, Kemkomdigi juga mendorong strategi komunikasi publik yang inovatif melalui kanal digital. Angga berbagi pengalaman pribadinya: “Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik.” Narasi semacam ini, jika disebarkan melalui platform media sosial dan aplikasi digital, dapat membangun dukungan masyarakat luas dan mendorong partisipasi swasta. Dalam konteks jurnalistik akademis, pendekatan ini mengingatkan pada konsep “storytelling for social change,” di mana cerita pribadi digunakan untuk mengadvokasi kebijakan, sebagaimana dibahas dalam literatur komunikasi massa kontemporer.

Baca juga : Gubernur Jakarta Berjanji Segera Perbaiki Kerusakan Pasca-Demo

Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, merinci lima bentuk dukungan digitalisasi yang akan diberikan: penyediaan jaringan internet, penguatan komunikasi publik, integrasi platform dan aplikasi digital, pelatihan digital untuk guru Sekolah Rakyat, serta pemanfaatan pusat data nasional untuk pengelolaan data program. “Kami punya jaringan ekosistem digital, termasuk startup (perusahaan rintisan) dan platform yang bisa dilibatkan. Jika ada kebutuhan data, Komdigi sudah menyiapkan program pusat data nasional untuk mendukung Sekolah Rakyat,” papar Ismail. Inisiatif ini tidak hanya praktis, tetapi juga strategis dalam membangun ekosistem digital inklusif, di mana data menjadi aset utama untuk monitoring dan evaluasi program. Dari sudut pandang akademis, integrasi data nasional ini dapat dilihat sebagai langkah menuju “data-driven governance,” yang telah terbukti efektif dalam mengurangi kemiskinan di negara-negara seperti India melalui program serupa seperti Digital India.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan dimensi filosofis pada program ini, yang dibangun atas tiga kunci utama arahan Presiden: memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin. “Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” jelasnya. Pendekatan ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan berbasis empati, yang dalam studi sosiologi pembangunan sering dikaitkan dengan teori empowerment Paulo Freire, di mana pendidikan menjadi alat pembebasan bagi yang tertindas.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara Kemkomdigi dan Kementerian Sosial ini berpotensi menjadikan Sekolah Rakyat sebagai model sekolah alternatif yang tidak hanya mendidik, tetapi juga mengintegrasikan teknologi untuk pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada infrastruktur digital di wilayah terpencil memerlukan monitoring ketat untuk memastikan inklusivitas. Di era digital ini, program semacam ini bisa menjadi benchmark bagi negara berkembang lainnya, membuktikan bahwa teknologi bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk keadilan sosial.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gubernur Jakarta Berjanji Segera Perbaiki Kerusakan Pasca-Demo
Next: Wapres Gibran Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Dorong Peningkatan Fasilitas Pendidikan

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
2 min read

Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 20 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Modifikasi Truk “Helikopter” Terbongkar di Lhokseumawe: BPH Migas Temukan Penyelewengan Biosolar Subsidi
  • El Lobo Ditangkap Kembali, 7 Polisi Gugur – Presiden Guatemala Aktifkan Keadaan Darurat Nasional
  • Ancaman Tarif AS atas Greenland Memantik Respons Terpadu Eropa: Risiko Retaknya Solidaritas NATO
  • Kebakaran Hutan Mematikan Melanda Chile Selatan: Korban Jiwa Bertambah, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
  • Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.