Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Protes “No Azure for Apartheid” Menyerbu Kantor Microsoft: Eskalasi Aktivisme Tech Melawan Keterlibatan Israel di Gaza

Protes “No Azure for Apartheid” Menyerbu Kantor Microsoft: Eskalasi Aktivisme Tech Melawan Keterlibatan Israel di Gaza

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 min read
No Azure for Apartheid
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Semarang 27 Agustus 2025 — Di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas, sekelompok aktivis yang tergabung dalam kelompok “No Azure for Apartheid” melakukan aksi dramatis dengan menyerbu kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, pada Senin, 25 Agustus. Mereka menerobos masuk ke ruang kerja Presiden Microsoft Brad Smith di Gedung 34, sebagai bentuk protes keras terhadap kontrak komputasi awan perusahaan dengan pemerintah Israel. Aksi ini, yang disiarkan secara langsung melalui platform streaming Twitch, menyoroti gelombang baru aktivisme internal di industri teknologi yang menentang keterlibatan korporasi dalam konflik Palestina-Israel.

Aktivis tersebut, yang terdiri dari karyawan aktif Microsoft dan mantan karyawan yang pernah dipecat karena aktivisme serupa, mengibarkan spanduk dan meneriakkan slogan seperti “Brad Smith, kau tidak bisa bersembunyi, kau mendukung genosida!” Mereka juga mengunggah tiruan surat panggilan pengadilan yang menuduh Smith terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan. Aksi duduk ini berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya dibubarkan oleh pihak keamanan, meskipun tidak ada laporan langsung mengenai penangkapan.

Menurut laporan awal dari outlet tech independen, protes ini merupakan puncak dari kampanye berbulan-bulan yang menargetkan layanan Azure Microsoft, yang diduga digunakan oleh Israel untuk mendukung operasi militer di Gaza. Investigasi mendalam oleh jurnalis investigatif mengungkap bahwa Israel memanfaatkan infrastruktur cloud Microsoft untuk menyimpan data jutaan panggilan telepon harian dari warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Data ini, yang mencakup metadata komunikasi sensitif, diyakini menjadi bagian dari sistem pengawasan massal yang memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Para aktivis menekankan bahwa kontrak semacam ini tidak hanya melanggar etika bisnis, tetapi juga berkontribusi pada apa yang mereka sebut sebagai “genosida” terhadap rakyat Palestina, di mana lebih dari 40.000 nyawa telah hilang sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023.

Aksi ini bukanlah yang pertama di sektor tech. Lebih dari setahun lalu, karyawan Google melakukan protes serupa terhadap Project Nimbus, kontrak senilai 1,2 miliar dolar AS dengan Amazon yang menyediakan layanan cloud dan AI untuk pemerintah serta militer Israel. Pada April 2024, sembilan karyawan Google menggelar aksi terkoordinasi di New York dan California, termasuk menduduki ruang kerja CEO Google Cloud Thomas Kurian selama sembilan jam. Mereka menulis tuntutan di papan tulis dan mengenakan kaus bertuliskan “Googler melawan genosida,” sambil menyiarkan langsung melalui Twitch. Tiga hari setelah aksi tersebut, 28 karyawan yang terlibat dipecat, memicu perdebatan luas tentang hak karyawan untuk beraktivisme di tempat kerja.

Baca juga : Serangan Ganda Israel di Rumah Sakit Nasser Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional dan Ancaman terhadap Jurnalisme

Dalam konteks lebih luas, gelombang protes ini mencerminkan pergeseran paradigma di Silicon Valley, di mana karyawan semakin vokal menentang keterlibatan perusahaan mereka dalam isu geopolitik. Analis teknologi menilai bahwa aksi seperti ini bisa mempengaruhi kebijakan korporasi, terutama di tengah tekanan dari investor etis dan konsumen yang sadar sosial. Microsoft, yang belum memberikan respons resmi hingga saat ini, menghadapi dilema antara kontrak pemerintah yang menguntungkan secara finansial dan risiko reputasi yang semakin besar. Sementara itu, kelompok “No Azure for Apartheid” berjanji untuk melanjutkan kampanye mereka melalui media sosial dan aksi langsung, menyerukan boikot global terhadap produk Microsoft hingga kontrak dengan Israel dihentikan.

Berita ini disusun berdasarkan laporan langsung dari saksi mata dan sumber independen, dengan penekanan pada implikasi etis jangka panjang bagi industri tech. Pembaca diundang untuk mengikuti pembaruan melalui newsletter interaktif kami, di mana Anda bisa berpartisipasi dalam polling tentang etika bisnis di era konflik global.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Serangan Ganda Israel di Rumah Sakit Nasser Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional dan Ancaman terhadap Jurnalisme
Next: Trump Dorong Penyelesaian Damai Konflik Ukraina Sebelum Akhir 2025

Related Stories

Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas
2 min read

Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Tragedi Penembakan Massal di Kyiv
2 min read

Tragedi Penembakan Massal di Kyiv: Pelaku Ditembak Mati Setelah Sandera Warga di Supermarket

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika
3 min read

Paus Leo XIV di Angola: Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.