Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Dampak Tingginya Screen Time pada Anak: Perspektif Akademis dari Pernyataan Menteri Koordinator PMK

Dampak Tingginya Screen Time pada Anak: Perspektif Akademis dari Pernyataan Menteri Koordinator PMK

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 2 min read
Dampak Tingginya Screen Time pada Anak
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 19 Agustus 2025 – Dalam diskursus perkembangan anak di era digital, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyoroti fenomena tingginya durasi paparan layar (screen time) di kalangan anak-anak Indonesia. Dalam pernyataannya usai membuka kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak penggunaan gawai yang berlebihan terhadap tumbuh kembang anak.

Berdasarkan data yang disampaikan, rata-rata screen time masyarakat Indonesia mencapai tujuh jam per hari, dengan sebagian individu bahkan menghabiskan waktu hingga lebih dari 12 jam. Fenomena ini menjadi lebih kritis ketika melibatkan anak-anak, termasuk mereka yang berusia di bawah dua tahun, yang telah terpapar gawai. Pratikno menegaskan bahwa gawai sering kali digunakan sebagai alat untuk menenangkan anak yang rewel atau sulit makan, sehingga menyerupai peran “pengasuh digital”. Padahal, paparan layar yang berlebihan pada usia dini dapat mengganggu perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

“Fakta yang mengkhawatirkan adalah gawai kini berfungsi layaknya pengasuh anak,” ujar Pratikno. Ia menekankan perlunya pendekatan kolektif untuk mengedukasi masyarakat guna mengatasi tantangan ini. Dalam konteks akademis, pernyataan ini selaras dengan penelitian yang menunjukkan bahwa paparan layar yang tidak terkontrol dapat menghambat perkembangan bahasa, kemampuan atensi, dan interaksi sosial anak, sebagaimana dikemukakan dalam studi oleh American Academy of Pediatrics (2020).

Untuk menangani isu ini, pemerintah telah meluncurkan program Bijak dan Cerdas Berdigital, yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat sambil meminimalkan dampak negatif teknologi. Program ini menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan pendidik dalam penggunaan teknologi oleh anak-anak. Lebih lanjut, Pratikno mengusulkan pemanfaatan teknologi digital, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), untuk keperluan produktif seperti pendidikan dan transfer pengetahuan. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi harus diimbangi dengan edukasi dan pengawasan ketat agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Baca juga : Kebijakan Pengurangan PBB di Kabupaten Badung: Kontinuitas dan Implikasinya terhadap Pembangunan Pertanian

Dari perspektif akademis, pendekatan ini sejalan dengan konsep digital citizenship yang menekankan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Penelitian oleh Common Sense Media (2021) menunjukkan bahwa literasi digital yang efektif dapat mengurangi risiko adiksi teknologi dan meningkatkan kemampuan anak dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Dengan demikian, inisiatif seperti Bijak dan Cerdas Berdigital dapat menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara seimbang.

Pernyataan Pratikno ini mengundang refleksi mendalam bagi para pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi pendidikan, dan orang tua, untuk merumuskan strategi yang lebih holistik dalam mengelola screen time anak. Kolaborasi lintas sektor menjadi krusial untuk memastikan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Indonesia.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kebijakan Pengurangan PBB di Kabupaten Badung: Kontinuitas dan Implikasinya terhadap Pembangunan Pertanian
Next: Dinamika Kepemimpinan di Pemko Subulussalam: Kepala Dinas PUPR Ir. Alhaddin Mundur, Ikuti Jejak Kadis Perhubungan

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
2 min read

Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.