Skip to content
06/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 Jatisrono: Jejak Gerilya dan Ingatan yang Terhapus

Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 Jatisrono: Jejak Gerilya dan Ingatan yang Terhapus

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 2 min read
Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 Jatisrono
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri — Di tengah denyut pembangunan, Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 yang berdiri kokoh di pusat Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, memendam sejarah perlawanan rakyat dan tentara Republik Indonesia terhadap Agresi Militer Belanda II. Lebih dari sekadar tugu, situs ini merupakan simbol kolektif memori perjuangan, meski sebagian kisahnya kini terancam pudar.

Berdasarkan penuturan warga Jatisrono, Sudiyarso, kepada RI News (3/8/2025), peristiwa heroik itu melibatkan konfrontasi langsung antara tentara Belanda yang mencoba masuk wilayah Jatisrono dengan tentara dan rakyat Indonesia yang melakukan perlawanan di lokasi yang kini berdiri Monumen Tugu Bintang. Pertempuran sengit pecah, mengakibatkan gugurnya delapan pejuang Indonesia yang kemudian dimakamkan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Namun, tragedi historis ini justru mengalami pengaburan. Sudiyarso, yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, menyayangkan bahwa nama-nama para pahlawan gugur yang dahulu tertulis di dinding monumen telah tertutup keramik saat proses renovasi. “Upaya pelacakan kini menjadi sulit. Identitas para pahlawan yang gugur seperti terhapus dari ingatan kolektif,” ujarnya.

Tugu Bintang sendiri dibangun sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa pertempuran tersebut. Selain itu, Jatisrono dikenal sebagai salah satu jalur gerilya penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, terutama dalam lintasan perjalanan Jenderal Soedirman. Jejak historis tersebut bahkan terhubung secara geografis dan simbolik dengan monumen besar Jenderal Soedirman di Nawangan, Pacitan, yang menjadi titik akhir rute gerilya legendaris itu.

Di area monumen, ditemukan pula delapan makam pahlawan yang hingga kini tanpa nama. Makam tersebut berada di sebelah utara jembatan yang dikenal masyarakat sebagai “Jembatan Pahlawan.” Sayangnya, tidak satu pun nama tertulis di area makam maupun monumen, diduga hilang akibat renovasi tanpa dokumentasi historis yang memadai.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, makam tersebut tampak bersih dan terawat. Pelaksana Tugas Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M., menegaskan bahwa makam pahlawan tetap menjadi prioritas perawatan dan ziarah tahunan. “Setiap menjelang 17 Agustus, selalu dilakukan pembersihan dan pengecatan. Ziarah juga rutin dilakukan setelah upacara bendera,” terang Danang.

Baca juga : Memeriahkan HUT RI ke-80: Jaranan “Kridho Samudro” Menyatukan Warga Trenggalek

Kondisi ini membuka ruang refleksi penting dalam konteks etika peringatan sejarah: bagaimana kita sebagai bangsa memperlakukan situs perjuangan dan jejak para pahlawan? Renovasi fisik tidak seharusnya menghapus identitas, apalagi dalam narasi sejarah yang menjadi fondasi identitas bangsa.

Dalam studi memorialisasi perjuangan, penghilangan nama dari monumen dapat dianggap sebagai bentuk amnesia kolektif yang sistemik. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi potensi kekosongan sejarah yang dapat menciptakan distorsi naratif di masa depan.

Kisah Monumen Nilai-Nilai 45 di Jatisrono harus menjadi peringatan bahwa pelestarian situs perjuangan bukan sekadar soal merawat fisik bangunan, tetapi juga menjaga nama, cerita, dan makna dari para pelaku sejarah. Sebab bangsa yang besar, adalah bangsa yang tidak hanya menghormati para pahlawannya, tapi juga tidak menghapus jejaknya.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Memeriahkan HUT RI ke-80: Jaranan “Kridho Samudro” Menyatukan Warga Trenggalek
Next: Kemkomdigi dan Monash University Indonesia Perkuat Kolaborasi AI untuk Keamanan Publik dan Pengembangan Talenta Muda

Related Stories

Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis
2 min read

Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Momentum Sedekah Dieksploitasi
2 min read

Momentum Sedekah Dieksploitasi?, Pengemis Cantik Berjilbab Menghebohkan Warga Pancung Soal

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Jembatan Way Sepagasan Diresmikan
2 min read

Jembatan Way Sepagasan Diresmikan: Akses Baru Dorong Ekonomi Petani di Pedalaman Lampung Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Movie Review: “Hoppers” Lompatan Liar Pixar yang Menggabungkan Kekacauan dan Hati
  • Pengorbanan di Tengah Gejolak Timur Tengah: Kisah Enam Prajurit AS yang Gugur di Kuwait
  • Honduras di Ambang Pergeseran Diplomatik: Janji Ekonomi China yang Pupus dan Bayang-bayang Pengaruh AS
  • Ukraina Jadi Penyelamat Timur Tengah dari Serangan Drone Murah Iran: Pelajaran dari Medan Perang Rusia
  • Konflik Timur Tengah Memasuki Hari Keenam: AS dan Israel Intensifkan Serangan, Iran Balas dengan Serangan Rudal Meluas
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.