Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Literasi Rendah di Indonesia: Refleksi Akademis atas Lima Masalah Fundamental yang Diungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Literasi Rendah di Indonesia: Refleksi Akademis atas Lima Masalah Fundamental yang Diungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 3 minutes read
Literasi Rendah di Indonesia
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 24 Juni 2025 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa literasi di Indonesia masih berada pada tingkat yang memprihatinkan. Dalam forum nasional “Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia”, Abdul Mu’ti mengidentifikasi lima penyebab utama rendahnya literasi siswa di Indonesia, yang tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan teknis membaca, tetapi juga menyentuh aspek mendalam terkait fungsi bahasa dalam kehidupan sosial, kultural, dan intelektual.

1. Kegagalan dalam Memahami Bacaan: Functional Reading yang Lemah

Mu’ti menegaskan bahwa problem literasi di Indonesia bukan karena siswa tidak bisa membaca huruf, melainkan karena mereka tidak mampu memahami makna dari apa yang dibaca. Hal ini menandakan kegagalan dalam functional reading—kemampuan untuk membaca secara kritis dan fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Konsekuensinya, siswa seringkali gagal menginterpretasikan informasi, menarik kesimpulan, atau memecahkan masalah berbasis teks yang dibaca. Ini menjadi tantangan utama dalam konteks pembelajaran berbasis kurikulum merdeka yang menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

2. Keterbatasan dalam Menggunakan Bahasa sebagai Alat Komunikasi

Selain persoalan membaca, Mu’ti juga menggarisbawahi lemahnya kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi yang efektif. Penguasaan bahasa bukan hanya instrumen pengiriman pesan, melainkan juga alat berpikir dan berekspresi. Ketidakmampuan siswa dalam menyusun argumen secara logis dan runtut mengindikasikan lemahnya thinking skill yang terinternalisasi dalam kompetensi berbahasa mereka. Dalam pendekatan pendidikan berbasis kompetensi, hal ini menjadi hambatan serius dalam pencapaian profil pelajar Pancasila.

3. Kemunduran Keadaban Berbahasa di Ranah Publik

Penyebab ketiga berkaitan dengan aspek etik dalam berbahasa. Mu’ti menyoroti munculnya fenomena degradasi keadaban dalam komunikasi, terutama di media sosial. Banyak siswa maupun masyarakat umum tidak lagi menggunakan bahasa dengan empati, kesantunan, dan tanggung jawab sosial. Ini menandakan krisis dalam literasi etis, yakni kemampuan menggunakan bahasa secara bijak dalam ruang publik. Dalam ranah pendidikan karakter, keadaban berbahasa merupakan fondasi penting yang belum terinternalisasi secara sistemik dalam sistem pendidikan nasional.

4. Minimnya Kesadaran Bahasa sebagai Identitas dan Kedaulatan Bangsa

Abdul Mu’ti menyayangkan rendahnya kesadaran siswa terhadap nilai strategis bahasa Indonesia sebagai simbol kedaulatan nasional. Padahal, bahasa Indonesia sejak Kongres Bahasa 1983 telah ditegaskan sebagai instrumen pemersatu bangsa yang mampu melampaui sekat-sekat etnis dan budaya. Ketidaktahuan ini menjadi ancaman ideologis dalam pembentukan jati diri generasi muda yang semestinya menjadikan bahasa sebagai alat perjuangan, bukan sekadar alat komunikasi teknis.

Baca juga : Gencatan Senjata Israel–Iran Diumumkan Trump: Babak Baru Diplomasi Krisis Timur Tengah

5. Bahasa Belum Diposisikan sebagai Pilar Peradaban

Terakhir, Mu’ti menekankan pentingnya menempatkan bahasa sebagai fondasi pembangunan peradaban. Pengakuan internasional terhadap bahasa Indonesia dalam forum UNESCO seharusnya menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk lebih serius mengintegrasikan bahasa dalam agenda kebudayaan, diplomasi internasional, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Minimnya perhatian terhadap aspek ini menunjukkan adanya jarak antara kebijakan simbolik dan implementasi substansial dalam tata kelola kebahasaan nasional.

Pemaparan Abdul Mu’ti mengungkap betapa literasi di Indonesia adalah problem multidimensi—mencakup aspek kognitif, linguistik, etis, kultural, hingga geopolitik. Dari perspektif kebijakan pendidikan, diperlukan integrasi lintas sektor: antara kurikulum, pelatihan guru, penguatan budaya baca, dan penggunaan teknologi secara kritis. Pengembangan literasi tidak dapat hanya dibebankan pada lembaga pendidikan formal, tetapi memerlukan sinergi antara negara, masyarakat, dan keluarga.

Untuk itu, solusi strategis harus dirancang secara berlapis, mulai dari pelatihan literasi kritis sejak pendidikan dasar, penguatan kompetensi guru bahasa, integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran, hingga kebijakan publik yang berpihak pada penguatan ekosistem literasi nasional.

Dengan pengakuan bahasa Indonesia di tingkat dunia dan urgensi peningkatan kualitas generasi muda, Indonesia memiliki potensi besar untuk membalik krisis literasi menjadi momentum kebangkitan intelektual dan kultural bangsa.

Pewarta : Yogi Hilmawan

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal
#teman, #all, #wartawan, #berita

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gencatan Senjata Israel–Iran Diumumkan Trump: Babak Baru Diplomasi Krisis Timur Tengah
Next: Pemerintah Siapkan Nama Calon Dubes RI, Posisi Strategis Seperti AS Masih Menjadi Sorotan

Related Stories

MPR Siapkan Draf PPHN

MPR Siapkan Draf PPHN, Sosokolemasi Publik Mulai Sabtu untuk Bangun Harmoni Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah

Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah: DPRD Klaten Resmikan Tahapan Krusial Pemilihan Wakil Bupati Sisa Masa Jabatan 2025–2030

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by