RI News Portal. Denpasar, 2 Januari 2026 – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan peran strategis wisatawan Nusantara sebagai fondasi utama ketahanan sektor pariwisata nasional. Dalam kunjungan kerjanya ke Bali pada awal tahun baru, ia menyoroti bahwa pergerakan wisatawan domestik tidak hanya mendukung pemulihan pasca-pandemi, tetapi juga memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata ke seluruh wilayah Indonesia.
” Wisatawan Nusantara merupakan kekuatan sejati pariwisata Indonesia. Mereka memungkinkan setiap daerah tujuan wisata memperoleh dampak ekonomi sesuai dengan preferensi dan pilihan yang beragam,” ujar Widiyanti saat meninjau fasilitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 1 Januari 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan memantau kualitas pelayanan selama puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menteri secara langsung mengecek alur check-in, proses imigrasi, area kuliner, pusat suvenir, serta layanan bea cukai. Ia juga berinteraksi dengan wisatawan, membagikan cenderamata, dan mendengarkan pengalaman mereka selama berlibur di Bali. Selain itu, tinjauan mencakup Posko Terpadu di terminal domestik, di mana ia menerima briefing terkait data kunjungan dan operasional penerbangan.

Data terkini menunjukkan tren yang kontras namun saling melengkapi. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali melalui jalur udara mencapai lebih dari 7,05 juta orang sepanjang 2025, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6,3 juta. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah pariwisata Bali, mencerminkan daya tarik global Pulau Dewata yang semakin kuat.
Sebaliknya, kunjungan wisatawan Nusantara ke Bali tercatat 9,28 juta sepanjang tahun, mengalami penurunan sekitar 700 ribu dibandingkan 2024. Penurunan ini, menurut Widiyanti, bukan indikasi melemahnya minat berwisata domestik, melainkan hasil dari diversifikasi destinasi yang semakin berhasil. Selama periode libur akhir tahun, wisatawan domestik cenderung tersebar ke berbagai wilayah lain di Indonesia, seperti Yogyakarta yang mencatat lonjakan signifikan.
Baca juga : Dampak Cedera Lutut Kylian Mbappé terhadap Prospek Real Madrid di Awal 2026
Fenomena ini selaras dengan strategi nasional yang mendorong pariwisata berkelanjutan dan inklusif. Dengan wisatawan domestik sebagai pendorong utama, sektor pariwisata dapat lebih tahan terhadap fluktuasi kunjungan internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah-daerah non-tradisional. Widiyanti menyatakan optimisme bahwa target nasional sebanyak 1,08 miliar perjalanan wisatawan Nusantara pada 2025 dapat tercapai, didukung oleh promosi destinasi alternatif dan peningkatan aksesibilitas.
Dari perspektif akademis, pola ini mengilustrasikan konsep resiliensi pariwisata melalui diversifikasi pasar. Ketergantungan berlebih pada wisatawan mancanegara berisiko tinggi terhadap faktor eksternal seperti gejolak ekonomi global atau pandemi, sementara basis domestik yang kuat memberikan stabilitas jangka panjang. Kunjungan menteri ke Bali juga menandakan komitmen pemerintah dalam memastikan standar pelayanan tinggi, yang pada akhirnya memperkuat kepercayaan wisatawan baik domestik maupun internasional.
Di tengah euforia rekor mancanegara, penekanan pada wisatawan Nusantara ini menjadi pengingat bahwa pariwisata Indonesia yang sejati adalah yang memberdayakan seluruh nusantara, bukan hanya segelintir destinasi ikonik.
Pewarta : Yudha Purnama

