RI News Portal. Pekalongan – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan respons sigap terhadap keluhan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah berjuang menghadapi genangan banjir berkepanjangan. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen secara langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan darurat segera terealisasi, dengan mendatangkan alat berat guna memperkuat tanggul sungai dan memulai proses normalisasi.
Dalam kunjungannya ke wilayah terdampak pada hari Minggu, Taj Yasin menyatakan bahwa aduan warga yang diterimanya relatif sederhana namun krusial: penyediaan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai guna mencegah luapan air berulang. “Saya menerima laporan pertama saat sedang berada di Pekalongan untuk agenda lain. Dari komunikasi itu, diketahui banjir telah menggenangi wilayah tersebut selama 17 hari,” ujarnya.
Menurut Taj Yasin, intervensi ini bukan sekadar solusi sementara, melainkan langkah strategis yang mengintegrasikan normalisasi sungai dengan penguatan infrastruktur tanggul. “Yang dibutuhkan sebenarnya tidak rumit, hanya alat berat untuk meninggikan tanggul. Ini sekaligus menjadi bagian dari normalisasi sungai dan pembangunan tanggul yang lebih kokoh agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi tingkat kesadaran masyarakat setempat yang semakin memahami akar masalah banjir. Salah satu penyebab utama, menurutnya, adalah pemanfaatan bantaran sungai yang tidak terkendali. Aktivitas tersebut menyebabkan penurunan elevasi tepi sungai, sehingga saat curah hujan tinggi, air dengan mudah melimpas ke pemukiman.
Inisiatif warga Desa Tegaldowo Harmonis dalam menyampaikan aduan menjadi sorotan. Mereka memanfaatkan kehadiran Wagub di Pondok Pesantren Roudhlotul Quran, Jetak Kidul, Wonopringo, untuk menyampaikan keluhan. “Telepon pertama tidak diangkat, tapi beliau kemudian menelepon balik,” cerita salah seorang warga. Langkah proaktif ini menunjukkan saluran komunikasi langsung antara masyarakat dan pemimpin daerah mulai berfungsi efektif.
Baca juga : Babinsa Serda Awaludin Intensifkan Pembinaan Teritorial di Tengah Kesibukan Warga Slogohimo
Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, menjelaskan dampak nyata yang dirasakan warganya. Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial. “Kami meminta Sungai Sengkarang segera dinormalisasi, karena luapan air banyak berasal dari sana,” tegasnya.
Penanganan darurat ini diharapkan menjadi titik awal bagi upaya pemulihan menyeluruh di wilayah rawan banjir Kabupaten Pekalongan. Dengan pendekatan cepat dan kolaboratif antara pemerintah provinsi serta inisiatif masyarakat, diharapkan risiko banjir berulang dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membangun ketahanan lingkungan jangka panjang di kawasan tersebut.
Pewarta : Sriyanto

