RI News Portal. Batang – Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang kembali menjadi saksi tragedi lalu lintas di jalur legendaris Alas Roban. Pada Jumat (30/1/2026), kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan besar membuat arus lalu lintas nasional Jakarta–Semarang lumpuh total selama beberapa jam.
Insiden bermula ketika sebuah truk tronton bernomor polisi G 8381 QF, yang dikemudikan M. Hanif Faizal Umam (23 tahun), meluncur dari arah Jakarta menuju Semarang. Di tengah turunan curam khas Alas Roban—yang dikenal dengan kontur ekstrem, tikungan tajam, dan riwayat panjang kecelakaan—kendaraan itu diduga mengalami kegagalan sistem pengereman.
Truk tersebut pertama kali menabrak mobil pribadi berpelat G 1336 L milik Supriyanto. Benturan keras membuat mobil itu terpental ke pinggir jalan dengan bagian belakang hancur lebur. Tanpa kendali, truk tronton melanjutkan lajunya dan menghantam truk kontainer bernomor polisi H 8912 OH milik Faizin. Tabrakan hebat itu menyebabkan truk tronton terbalik dan menindih badan kontainer, sehingga melintang menutup seluruh lebar jalan.

Muatan keramik yang tumpah ruah semakin memperparah situasi, berserakan di aspal dan menyulitkan evakuasi. Akibatnya, kendaraan dari arah barat tak bisa melaju sama sekali, menciptakan antrean panjang hingga sekitar tiga kilometer.
Supriyanto, pengemudi mobil yang tertabrak, mengisahkan pengalaman mencekam itu. “Suaranya sangat keras. Tiba-tiba truk dari belakang datang dengan kecepatan tinggi, lalu mobil saya terpental,” ujarnya dengan nada masih gemetar.
Meski kerusakan material mencapai puluhan juta rupiah, Unit Laka Lantas Satlantas Polres Batang memastikan tidak ada korban jiwa. Ketiga pengemudi hanya mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di puskesmas terdekat.
Penyelidikan awal kepolisian mengarah pada dugaan rem blong sebagai pemicu utama, sebuah masalah yang berulang kali menjadi biang keladi insiden di segmen turunan Alas Roban. Jalur ini memang kerap disebut ‘jalur maut’ karena kombinasi faktor geografis dan kondisi kendaraan berat yang sering melintas tanpa persiapan memadai.
Baca juga : Gubernur Ahmad Luthfi Desak Pendekatan Terintegrasi untuk Bangkitkan Kembali Korban Banjir-Longsor Pemalang
Petugas gabungan dari kepolisian, Satlantas, dan tim evakuasi dikerahkan menggunakan alat berat untuk mengangkat kendaraan yang terguling serta membersihkan puing-puing muatan. Proses itu memakan waktu cukup lama sebelum arus lalu lintas bisa kembali normal.
Kepolisian setempat mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi truk dan kendaraan berat, untuk lebih waspada saat melintasi turunan Alas Roban. Jalur alternatif disarankan bagi yang memungkinkan, sementara pengendara lain diminta bersabar menunggu hingga evakuasi selesai.
Kecelakaan ini sekali lagi menegaskan perlunya perhatian serius terhadap pemeliharaan kendaraan dan peningkatan infrastruktur di kawasan rawan seperti Alas Roban, yang meski telah mengalami perbaikan, tetap menyimpan risiko tinggi bagi para pelintas.
Pewarta: Ikhwanudin

