RI News Portal. Jakarta, 29 Januari 2026 — Di tengah dinamika penyesuaian struktur kepemimpinan sektor keuangan nasional, posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) tetap kosong pasca-pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Keputusan ini menandai pergeseran peran penting dalam ekosistem kebijakan ekonomi, di mana proses pengisian jabatan baru masih memasuki tahap kajian mendalam oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden akan meminta masukan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelum menetapkan pengganti. “Belum ada keputusan akhir. Setelah proses pengesahan Deputi Gubernur BI selesai, Bapak Presiden pasti akan melakukan kajian dan meminta pendapat dengan Menteri Keuangan terkait pengisian jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan Pak Thomas Djiwandono,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Proses ini tidak tergesa-gesa, mengingat pelantikan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI masih menunggu penyelesaian formal. Pengesahan oleh DPR RI pada rapat paripurna Selasa (27/1/2026) telah menempatkan Thomas menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Thomas menekankan komitmennya terhadap independensi bank sentral dan sinergi antara kebijakan fiskal serta moneter. “Saya telah melewati fit and proper test sesuai peraturan yang berlaku. Komitmen saya adalah menjaga independensi bank sentral, sekaligus menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter untuk stabilitas ekonomi nasional,” katanya usai pengesahan.

Perpindahan ini mencerminkan strategi pemerintahan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga keuangan. Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan kini berfokus pada pengelolaan anggaran negara, sementara Bank Indonesia menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. Kekosongan jabatan Wamenkeu tidak dianggap sebagai hambatan mendesak, melainkan kesempatan untuk memilih figur yang mampu mendukung agenda prioritas pemerintahan, termasuk penguatan ekonomi berbasis Pancasila dan kesejahteraan rakyat.
Baca juga : Wagub Jateng Janji Evaluasi Mendalam Usai Dugaan Keracunan Massal Siswa SMA di Kudus
Analis ekonomi menilai transisi ini sebagai langkah hati-hati yang menunjukkan komitmen pemerintahan terhadap proses yang transparan dan berbasis merit. Keputusan akhir diharapkan segera muncul setelah proses BI rampung, mungkin pada Februari mendatang, sebagaimana isyarat dari Menteri Keuangan. Dengan demikian, pengisian posisi ini bukan sekadar penggantian personel, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan kebijakan ekonomi di tengah tantangan global dan domestik.
Pewarta : Albertus Parikesit

