RI News Portal. Bandung, 7 Januari 2026 – Pemerintah Indonesia sedang menggeser paradigma pembangunan olahraga dari sekadar pencapaian prestasi menjadi pilar ekonomi nasional yang berkelanjutan. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa industri olahraga dan pariwisata olahraga (sport tourism) diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, dengan dukungan sinergi lintas sektor dan pemerintah daerah.
Pernyataan ini disampaikan Erick Thohir pada Senin, 5 Januari 2026, saat menghadiri acara peluncuran resmi tim dan seragam klub basket profesional untuk musim 2026 di sebuah gelanggang olahraga di Bandung, Jawa Barat. Kehadirannya mencerminkan komitmen institusional dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional.
“Kehadiran saya di sini selaras dengan arah kebijakan terkini, di mana telah dibentuk unit khusus untuk sport tourism dan hubungan internasional,” ujar Erick Thohir. Unit tersebut, yang baru terbentuk beberapa bulan lalu, memiliki mandat utama untuk menjadikan sektor olahraga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, termasuk integrasi dengan pariwisata olahraga.

Gagasan ini bukanlah inisiatif sepihak, melainkan hasil konsensus lintas kementerian yang dicapai pada sebuah forum nasional tentang olahraga yang digelar baru-baru ini. Forum tersebut melibatkan perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, termasuk kementerian keuangan, dalam negeri, dan pendidikan, yang sepakat bahwa industri olahraga dapat menjadi bagian integral dari struktur ekonomi baru Indonesia.
Erick Thohir menekankan potensi kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya di Bandung, yang dinilai memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata olahraga. “Kota ini memiliki komitmen tinggi dari pemimpin daerah dan potensi alam serta infrastruktur yang mendukung,” katanya. Pendekatan serupa telah diterapkan di beberapa provinsi lain, seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jakarta, di mana industri olahraga dikaitkan erat dengan ekonomi kreatif untuk menciptakan lapangan kerja dan multiplier effect ekonomi.
Sektor olahraga, menurut Erick, tidak lagi dipandang terisolasi, melainkan sebagai ekosistem yang saling terkait dengan industri kreatif, pariwisata, dan produksi lokal. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga membuka peluang investasi, penciptaan konten, dan penguatan merek daerah.
Baca juga : Movie Review: “We Bury the Dead” – Zombie Thriller yang Lebih Fokus pada Duka daripada Darah
Merespons visi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi atas dukungan pusat. Ia berharap provinsi Jawa Barat dapat berkontribusi lebih besar dalam menghasilkan atlet berprestasi internasional. “Kami mohon dukungan semua pihak, karena Jawa Barat berencana membangun fasilitas pendidikan olahraga terintegrasi, mirip dengan model yang telah sukses di ibu kota,” ungkap Farhan.
Inisiatif ini mencerminkan tren global di mana negara-negara maju memanfaatkan olahraga sebagai driver ekonomi, dengan potensi menciptakan ribuan lapangan kerja dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi, transformasi sektor olahraga nasional diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta : Mukhlis

