RI News Portal. Pontianak – Kalimantan Barat tengah melakukan reposisi strategis dalam peta olahraga nasional. Bukan sekadar menjadi penyelenggara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan secara eksplisit menargetkan wilayah ini menjadi episentrum baru bola voli di Asia.
Keberhasilan penyelenggaraan Proliga 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani menjadi bukti empiris bahwa infrastruktur olahraga di luar Pulau Jawa mampu bersaing di level tertinggi. Momentum ini kini diarahkan pada target yang lebih ambisius: menjadi tuan rumah AVC Championship 2026 pada Mei mendatangInfrastruktur Standar Global sebagai Daya Tawar
Ketua Umum PP PBVSI, Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo, memberikan validasi teknis terhadap kesiapan ini. Menurutnya, GOR Terpadu Ahmad Yani di Pontianak merupakan satu dari sedikit fasilitas di luar Jawa—selain Medan—yang memiliki kualifikasi untuk menggelar ajang internasional.

Aspek kelayakan fasilitas ini menjadi krusial dalam diplomasi olahraga. Penunjukan Pontianak sebagai tuan rumah bagi delapan klub terbaik dari lima zona Asia bukan hanya soal ketersediaan lapangan, melainkan standar keamanan, pencahayaan, dan kenyamanan penonton yang telah teruji.
Salah satu aspek yang membedakan kebijakan Gubernur Ria Norsan dengan daerah lain adalah integrasi sistematis antara hiburan olahraga dan penguatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah Provinsi menerapkan model “tiket produktif” untuk mengeliminasi potensi kebocoran ekonomi ke luar daerah.
Melalui sistem tiket senilai Rp50.000 yang sepenuhnya dikembalikan dalam bentuk voucher belanja di tenant UMKM sekitar arena, pemerintah menciptakan ekosistem ekonomi sirkular. Strategi ini memastikan bahwa antusiasme penonton berbanding lurus dengan peningkatan omzet pelaku usaha lokal, menjadikan ajang olahraga sebagai stimulus fiskal jangka pendek yang efektif.
Baca juga : Ironi di Balik Misi Kemanusiaan: Evaluasi Keselamatan Relawan dalam Operasi SAR Gunung Slamet
Dari perspektif pengembangan sumber daya manusia, kehadiran klub elite seperti Bhayangkara Presisi serta pemain bintang dari berbagai negara Asia diproyeksikan menjadi katalisator motivasi bagi atlet lokal.
Ria Norsan menekankan bahwa sinergi antara infrastruktur yang mumpuni dengan kepemimpinan baru di KONI Kalbar—di bawah sosok Daud Yordan—diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang kompetitif secara global.
Dengan konfirmasi kehadiran perwakilan dari berbagai zona Asia, AVC Championship 2026 di Pontianak akan menjadi ujian krusial bagi Kalimantan Barat untuk membuktikan kapasitasnya sebagai destinasi sport tourism unggulan. Keberhasilan ajang ini nantinya tidak hanya diukur dari skor pertandingan, tetapi dari sejauh mana dampak ekonomi dan prestise daerah meningkat di mata internasional.
Pewarta : Lisa Susanti

