RI News Portal. Banyumas, 1 Februari 2026 – Musibah nahas akibat sambaran petir menimpa lima warga di wilayah Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu sore ini. Kejadian tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.16 WIB di sepanjang Jalan Raya Baturraden Timur, tepatnya di Desa Gandatapa, tak jauh dari utara Puskesmas Sumbang II.
Kelima korban yang merupakan warga sekitar sedang mencari perlindungan dari hujan deras disertai kilat yang mengguyur kawasan pegunungan tersebut. Mereka berteduh berdekatan di satu titik ketika petir tiba-tiba menyambar area terbuka di sekitar mereka, menyebabkan sengatan listrik hebat yang langsung melumpuhkan.
Warga setempat yang menyaksikan kejadian segera memberikan pertolongan pertama secara swadaya sebelum petugas medis tiba. Seluruh korban kemudian dievakuasi dengan cepat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Data dari Puskesmas Sumbang II mencatat identitas para korban sebagai berikut: Tutur (warga Desa Dakom), Riswanto (warga Desa Lumbayu), Sulam (warga Desa Sirapan), Kartum (warga Desa Ceheng), serta Roni (warga Wonogiri).

Sayangnya, satu di antara mereka, Tutur, dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang diderita. Sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan medis dengan kondisi yang dipantau ketat oleh tim kesehatan.
Peristiwa ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda sebagian Jawa Tengah, termasuk wilayah Banyumas, sebagaimana diprakirakan oleh lembaga meteorologi dengan potensi hujan lebat disertai petir sepanjang sore hingga malam. Kawasan lereng Gunung Slamet dan sekitarnya, termasuk Baturraden dan Sumbang, memang kerap menjadi zona rawan sambaran petir saat musim hujan intens.
Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya petir. Para ahli mengingatkan bahwa berteduh di tempat terbuka, di bawah pohon tinggi, atau dekat struktur logam dan benda penghantar listrik merupakan faktor risiko utama. Saat guntur terdengar, prinsip dasar keselamatan adalah “indoor atau inside” – segera mencari tempat perlindungan tertutup yang aman, hindari area terbuka, dan jauhi peralatan elektronik yang terhubung listrik.
Pihak berwenang setempat diimbau untuk terus menggencarkan edukasi mitigasi bencana cuaca ekstrem di tingkat desa, terutama di wilayah pedesaan dan lereng gunung yang rentan terhadap fenomena alam seperti ini.
Pewarta: Ikhwanudin

