RI News Portal. Tegal, 28 Januari 2026 – Upaya penanganan sampah secara regional di wilayah Tegal Raya memasuki babak baru yang menjanjikan. Pemerintah Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal secara bersama-sama menjalin kerja sama dengan PT Elenergy Green Solutions untuk mewujudkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang terintegrasi.
Penandatanganan Letter of Expression of Interest (LoI) beserta kesepakatan bersama digelar di Gulala Azana Resort Guci, Kabupaten Tegal, pada Selasa (27/1/2026) siang. Momentum ini menjadi tanda komitmen lintas daerah untuk mengatasi krisis sampah yang telah berlangsung lama, sekaligus membuka peluang energi terbarukan berbasis limbah.
Wakil Bupati Brebes Wurja, SE, menekankan urgensi realisasi proyek ini mengingat dampak sampah di wilayahnya sudah sangat mengkhawatirkan. “Masalah sampah di Brebes bukan hal baru, dampaknya luar biasa terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kerja sama ini kami harapkan menjadi solusi konkret yang mengurangi beban regional, khususnya di Tegal Raya termasuk Brebes,” ujarnya.

Menurut Wurja, dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Brebes terhadap PSEL bukan hanya untuk menekan volume tumpukan sampah, melainkan juga menghasilkan energi listrik ramah lingkungan yang berkelanjutan. “Proyek ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah modern yang memberikan manfaat ganda: lingkungan lebih bersih dan pasokan energi hijau yang lebih andal bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menilai sinergi lintas daerah ini sebagai langkah strategis menghadapi kompleksitas persoalan sampah. “Kami ingin solusi yang tidak hanya sementara, tapi benar-benar berkelanjutan dan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Kholid mengungkapkan data terkini timbulan sampah di Kabupaten Tegal mencapai 670,38 ton per hari, namun hanya sekitar 5,3 persen yang berhasil diolah secara optimal. Sisanya, lebih dari 60 persen, masih berpotensi mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan teknologi tepat. “Kondisi ini mendorong kami mencari terobosan berbasis teknologi jangka panjang. PSEL Tegal Raya memiliki nilai strategis karena mampu mengurangi residu ke TPA sekaligus mengubah sampah menjadi aset ekonomi dan energi,” tegasnya.
Baca juga : Kunjungan Bupati Limapuluh Kota ke India: Antara Niat Hilirisasi Gambir dan Risiko Ketergantungan Pasar Lama
Sebagai bukti keseriusan, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyusun Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) periode 2025–2045. Dokumen itu menjadi panduan terintegrasi menuju kabupaten yang lebih bersih, berbudaya, dan lestari.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal, Sudigdo, menjelaskan bahwa LoI ini lahir dari koordinasi panjang antardaerah. “Prosesnya melibatkan pembahasan teknis mendalam serta penyesuaian dengan regulasi yang berlaku. LoI menjadi komitmen awal, sementara kesepakatan bersama menjadi fondasi untuk tahap kajian lanjutan, pemenuhan izin, dan perencanaan teknis pembangunan,” paparnya.
Dari sisi mitra swasta, perwakilan China International Cooperation Exchange Group Limited, Xing, menyatakan kesiapan mendukung investasi teknologi pengolahan sampah di Indonesia. Ia optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak ekonomi positif serta mendorong pertumbuhan wilayah.

Senada dengan itu, Presiden Direktur PT Elenergy Green Solutions, Lee Seng Liang, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan proyek secara profesional, sesuai regulasi, dan dalam sinergi erat dengan pemerintah daerah. “Kami berharap kolaborasi ini bisa menjadi contoh nyata kemitraan pemerintah-swasta dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berteknologi tinggi yang benar-benar berdampak,” tutupnya.
Dengan langkah ini, wilayah Tegal Raya berpotensi menjadi pionir pengelolaan sampah regional yang mengintegrasikan aspek lingkungan, energi, dan ekonomi di Jawa Tengah. Realisasi proyek ke depan akan sangat bergantung pada kelancaran tahapan teknis dan dukungan regulasi nasional terkait energi terbarukan berbasis sampah.
Pewarta: Ikhwanudin


Bagus juga itu…