RI News Portal. Semarang, 20 Desember 2025 – Menjelang momentum Natal 2025 dan pergantian tahun ke 2026, Direktorat Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menerapkan pendekatan pengamanan yang berorientasi pada pencegahan dini melalui patroli proaktif berbasis dialog. Kegiatan ini merupakan komponen integral dari Operasi Lilin Candi 2025, yang dirancang untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah lonjakan aktivitas sosial dan mobilitas penduduk.
Pada Sabtu, 20 Desember 2025, personel dari unit preventif Polda Jateng beserta polres-polres di bawahnya melaksanakan patroli intensif di berbagai lokasi strategis. Fokus utama ditujukan pada area yang diproyeksikan mengalami peningkatan keramaian, seperti rumah-rumah ibadah (terutama gereja-gereja yang mempersiapkan perayaan Natal), destinasi wisata, pusat belanja, terminal transportasi, pelabuhan, bandara, area perhotelan, serta instalasi vital nasional dan objek-objek penting lainnya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si., menekankan bahwa pendekatan patroli dialogis ini bertujuan untuk mendeteksi dan mitigasi risiko keamanan sejak tahap awal. “Kami mengedepankan langkah preventif guna memverifikasi kesiapan pengamanan di seluruh titik pusat kegiatan masyarakat, khususnya menjelang ibadah Natal,” ungkapnya.

Proses patroli dimulai dengan apel kesiagaan personel, dilanjutkan dengan aktivitas mobile dan interaksi langsung di lapangan. Personel kepolisian melakukan koordinasi intensif dengan pengelola lokasi, pengurus rumah ibadah, tim keamanan internal, serta stakeholder terkait. Langkah-langkah konkret mencakup verifikasi protokol pengamanan existing, pendataan operasional harian, proyeksi jumlah pengunjung, monitoring alur lalu lintas dan parkir, serta identifikasi vulnerabilitas potensial seperti kerumunan berlebih, potensi gangguan ketertiban, atau ancaman keselamatan publik.
Lebih lanjut, patroli ini melibatkan penyampaian pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat, penguatan mekanisme pengamanan internal di lokasi, pengecekan jalur evakuasi darurat, serta kesepakatan protokol komunikasi cepat untuk respons terhadap insiden. Pendekatan ini tidak hanya bersifat reaktif, melainkan proaktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
Menurut Kombes Pol. Artanto, inisiatif semacam ini diharapkan memperkuat jaringan sinergi antarpihak, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi publik. “Melalui kesiapsiagaan kolektif, kami optimistis bahwa seluruh agenda perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jawa Tengah akan berlangsung dengan damai, tertib, dan penuh kenyamanan,” tutupnya.
Pendekatan preventif berbasis dialog ini mencerminkan evolusi strategi kepolisian dalam menghadapi dinamika sosial akhir tahun, di mana peningkatan mobilitas sering kali disertai risiko keamanan yang lebih kompleks. Dengan demikian, Operasi Lilin Candi 2025 tidak sekadar menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan masyarakat melalui interaksi humanis.
Pewarta: Nandang Bramantyo

