RI News Portal. Wonogiri, 30 Desember 2025 – Di penghujung tahun 2025 yang diwarnai duka mendalam akibat bencana hidrometeorologi berskala besar di wilayah Sumatra, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyampaikan seruan khusus kepada masyarakat untuk menyambut pergantian tahun ke 2026 dengan penuh kesadaran sosial dan empati.
Bupati Wonogiri, Setio Soekarno, menekankan pentingnya menjaga harmoni wilayah sambil menunjukkan solidaritas terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor yang telah merenggut lebih dari seribu nyawa serta mengungsikan ratusan ribu warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November lalu. Bencana ini, yang dipicu oleh curah hujan ekstrem dan faktor kerentanan lingkungan, masih meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia.
“Dalam momen ini, banyak saudara kita sedang menghadapi kehilangan yang tak tergantikan—rumah yang hilang, harta benda lenyap, dan anggota keluarga yang tak kembali. Euforia berlebihan pada malam tahun baru akan terasa tidak pada tempatnya. Mari kita tahan diri dan alihkan energi tersebut ke arah yang lebih membangun,” ungkap Setio Soekarno pada Senin sore lalu.

Sebagai bentuk konkrit kepedulian, bupati mengajak warga untuk menghindari penggunaan petasan atau kembang api yang dapat mengganggu ketenangan dan berpotensi menimbulkan risiko keamanan. Sebaliknya, malam pergantian tahun direkomendasikan diisi dengan aktivitas reflektif, seperti muhasabah pribadi, ibadah bersama keluarga, atau doa lintas agama untuk keselamatan negeri dan pemulihan bagi para penyintas bencana.
Seruan ini sejalan dengan pendekatan pencegahan yang ditekankan aparat keamanan setempat. Melalui juru bicaranya, AKP Anom Prabowo, Polres Wonogiri menyatakan dukungan penuh terhadap imbauan tersebut. “Kami siap memperkuat pengamanan dengan pola humanis, fokus pada patroli intensif dan dialog persuasif dengan masyarakat. Tujuannya memastikan situasi tetap kondusif tanpa mengesampingkan hak warga untuk merayakan dengan bijak,” jelasnya.
Baca juga : dengan Catatan Positif: Kondusivitas Kamtibmas Terjaga melalui Sinergi Multisektor
Anom Prabowo menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi kepolisian, dan elemen masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun resiliensi kolektif. “Tahun baru ini bisa menjadi momentum kebersamaan nasional, di mana kesederhanaan perayaan di Wonogiri turut berkontribusi pada semangat gotong royong untuk bangkit bersama korban bencana.”
Pendekatan ini mencerminkan tren lebih luas di beberapa daerah lain yang juga menyerukan perayaan sederhana sebagai wujud bela sungkawa. Di tengah pemulihan nasional yang masih berlangsung—dengan upaya rekonstruksi infrastruktur dan hunian sementara yang diprioritaskan pemerintah pusat—imbauan semacam ini diharapkan memperkuat ikatan solidaritas antarwilayah, sekaligus mengingatkan akan kerentanan bersama terhadap ancaman iklim dan lingkungan.
Pewarta: Nandang Bramantyo

