RI News Portal. Jakarta, 20 Desember 2025 – Di tengah krisis kemanusiaan yang melanda wilayah utara Pulau Sumatra akibat banjir bandang dan tanah longsor sejak akhir November 2025, pemerintah pusat mengumumkan penyaluran bantuan sandang berupa 106.000 potong pakaian baru bagi penyintas di Aceh dan Sumatra Utara. Inisiatif ini mencerminkan respons cepat sektor swasta terhadap kebutuhan mendesak korban, di mana banyak penyintas kehilangan seluruh harta benda, termasuk pakaian sehari-hari, akibat luapan air dan material longsor.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa bantuan tersebut sepenuhnya berasal dari donasi perusahaan garmen nasional yang menyatakan komitmen solidaritas kemanusiaan. “Awalnya kami mengantisipasi kemungkinan donasi berupa barang sisa produksi, namun yang diterima justru pakaian baru berkualitas. Sebanyak 101.000 potong dari satu perusahaan yang fokus pada pasar ekspor, ditambah 5.000 potong lagi—termasuk 2.000 selimut—dari perusahaan orientasi domestik,” ungkap Tito usai rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Sabtu (20/12).
Kunjungan langsung Tito ke lokasi pengungsian menjadi pendorong utama inisiatif ini. Ia menyaksikan kondisi memprihatinkan di mana ribuan penyintas, termasuk anak-anak dan lansia, hanya mengenakan pakaian yang melekat di badan saat evakuasi darurat. “Kebutuhan sandang menjadi prioritas mendesak di tengah keterbatasan logistik pasca-bencana, sementara di pusat-pusat industri tekstil nasional terdapat kapasitas produksi yang dapat dimobilisasi untuk tujuan kemanusiaan,” jelasnya.

Penyaluran bantuan ini memanfaatkan fleksibilitas regulasi dalam situasi darurat nasional. Meskipun sebagian donator beroperasi di kawasan dengan ketentuan khusus perdagangan internasional, undang-undang memberikan pengecualian untuk kepentingan penanggulangan bencana, termasuk pembebasan bea masuk dan pajak terkait, asalkan memenuhi persyaratan administratif dari instansi berwenang. Respons dari kalangan industri tekstil terbilang positif, dengan beberapa entitas langsung menyatakan kesiapan kontribusi tambahan.
Distribusi dilakukan secara bertahap, memprioritaskan wilayah dengan konsentrasi pengungsi tertinggi seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, serta kabupaten-kabupaten di Sumatra Utara yang masih menghadapi pemulihan infrastruktur. Pada Minggu (21/12), Tito dijadwalkan mengunjungi zona terdampak di Sumatra Utara bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, sekaligus memulai groundbreaking pembangunan ribuan unit hunian sementara dan permanen di wilayah seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Baca juga : Simbol Inklusivitas dalam Program Perumahan Bersubsidi: Presiden Prabowo Hadiri Akad Massal di Banten
Bencana hidrometeorologi ini, yang dipicu kombinasi curah hujan ekstrem dan kerentanan lingkungan, telah menyebabkan kerugian materiil dan imateriil signifikan, dengan ratusan ribu warga terdampak dan ribuan mengungsi. Mobilisasi bantuan sandang dari sektor swasta ini tidak hanya meringankan beban logistik pemerintah, tetapi juga menunjukkan potensi kolaborasi publik-swasta dalam membangun resiliensi masyarakat terhadap risiko bencana di masa depan. Upaya serupa diharapkan dapat menjadi model untuk penanganan kebutuhan dasar penyintas dalam krisis serupa.
Pewarta : Yudha Purnama

