RI News Portal. Samarinda, 3 Januari 2026 – Di tengah upaya pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera sejak akhir November 2025, Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmen solidaritas nasional dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan tambahan kepada masyarakat Aceh. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara langsung menyerahkan dana sebesar Rp1,5 miliar dari donasi masyarakat setempat kepada Pemerintah Provinsi Aceh pada 2 Januari lalu, sesaat setelah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Bantuan ini merupakan bagian dari inisiatif “Kaltim Peduli Bencana”, yang menghimpun sumbangan sukarela dari warga Kalimantan Timur. Penyerahan dilakukan kepada Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah. Rudy Mas’ud menyampaikan empati mendalam atas tragedi yang menimpa ribuan warga di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya, akibat banjir bandang serta tanah longsor yang dipicu hujan ekstrem.
“Atas nama pemerintah provinsi dan seluruh masyarakat Kalimantan Timur, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Musibah ini mengingatkan kita akan kerentanan bersama sebagai bangsa, dan kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban serta mempercepat proses pemulihan,” ungkap Rudy Mas’ud dalam pernyataannya.

Rombongan dari Kalimantan Timur, yang turut serta antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur Hj. Sarifah Suraidah Harum, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muhammad Faisal, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Buyung Dodi Gunawan, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Dasmiah, melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pidie Jaya untuk menyalurkan bantuan lanjutan secara langsung kepada komunitas terdampak. Pidie Jaya termasuk salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah, dengan lumpur dan material longsor yang masih menghambat akses dasar bagi warga.
Bantuan Rp1,5 miliar ini menjadi penyaluran ketiga dari Kalimantan Timur untuk korban bencana di Sumatera. Sebelumnya, pemerintah provinsi tersebut telah mengalokasikan dana dari APBD sebesar Rp7,5 miliar, yang dibagikan merata kepada Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, disertai pengiriman relawan terkoordinasi melalui BPBD setempat.
Baca juga : Ketegangan Internasional Memuncak: Venezuela Desak Sidang Darurat DK PBB Pasca-Serangan AS
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyambut hangat inisiatif ini, menekankan ikatan historis dan kultural antara kedua provinsi sebagai bagian dari satu kesatuan bangsa. “Kepedulian dari Kalimantan Timur ini bukan yang pertama; sebelumnya telah ada dukungan signifikan. Bantuan ini akan kami pastikan tersalurkan secara tepat kepada mereka yang paling membutuhkan, untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan rekonstruksi awal,” katanya.
Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera pada akhir 2025 telah menyebabkan dampak luas, dengan ribuan jiwa terdampak, infrastruktur rusak, dan tantangan pemulihan jangka panjang. Inisiatif seperti dari Kalimantan Timur mencerminkan semangat gotong royong nasional, di mana provinsi-provinsi saling bahu-membahu menghadapi kerentanan bersama terhadap risiko hidrometeorologi yang semakin intens. Upaya ini tidak hanya memberikan dukungan materiil, tetapi juga memperkuat rasa persatuan di tengah cobaan alam yang menantang ketangguhan bangsa.
Pewarta : Lisa Susanti

