RI News. Solo, 11 Agustus 2026 – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, Aria Bima, secara tegas membuka ruang bagi para kader yang merasa tidak lagi memiliki ikatan pikiran dan hati dengan Ir. Soekarno untuk meninggalkan partai. Pernyataan itu disampaikan ketika ia memimpin Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Mojosongo, Sabtu malam (8/8/2026).
Menurut Aria Bima, PDIP Solo tidak keberatan kehilangan kader-kader yang tidak terikat secara ideologis dengan pemikiran Bung Karno. “Sosok Ir. Soekarno sudah tidak ada, tapi pikirannya masih hidup sampai sekarang, dan mengikat kita di sini. Kalau yang tidak merasa terikat keluar sana enggak usah masuk PDIP. Kita enggak keberatan kehilangan kader-kader yang memang tidak punya ikatan pikiran,” tegasnya di hadapan pengurus ranting dan anak ranting.
Ia menekankan bahwa Musran bukan sekadar forum pergantian jabatan, melainkan ruang untuk meneguhkan kembali tugas ideologis yang telah diwariskan lintas generasi. “Kita ingin semua pengurus ranting dalam Musran ini bukan hanya urusan jabatan, bagaimana rumah perjuangan yang paling depan ini, yang langsung dekat dengan rakyat ini, di Surakarta ini, yang sudah dibangun oleh para sesepuh, yang terus dari lintas generasi, banteng ini tetap hidup. Musran ini adalah melanjutkan tugas ideologis dan tugas dari para senior maupun sesepuh yang telah mengabdikan diri kepada partai,” paparnya.

Aria Bima juga menolak sikap mengkultuskan individu di tubuh partai. Keberadaan PDIP, menurutnya, tidak bergantung pada satu atau dua orang, melainkan pada rakyat dan seluruh jajaran pengurus. “Tidak boleh ada yang menamakan dirinya kalau tidak ada saya karena saya partai ini ada atau tidak ada. Tidak ada lagi yang namanya mengkultuskan satu orang atau dua orang. Tanpa rakyat, tanpa pengurus anak ranting tanpa panjenengan semua, tidak ada yang namanya ranting PDIP Mojosongo,” tandasnya.
Ia mengingatkan bahwa Musran merupakan forum tertinggi partai di tingkat kelurahan. Ranting adalah struktur yang paling menyatu dengan rakyat dan menjadi garda terdepan perjuangan. “Struktur yang paling menyatu dengan rakyat dan menjadi garda terdepan perjuangan. Tanpa rakyat partai ini tidak ada apa-apanya. Aria Bima mbelgedes bisa lima periode DPR RI tanpa panjenengan tanpa anak ranting tanpa rakyat, mboten saget,” ujarnya dengan tegas.
Usai acara, Aria Bima menjelaskan bahwa pernyataan tersebut lahir dari situasi partai yang sedang berada dalam masa transisi dan membutuhkan totalitas. “Situasinya ini kan masa transisi ya masih melihat soal totalitas disiplin organisasi kan harus kita tegakkan. Kalau setengah-setengah, sebagian pikirannya, badannya, kakinya ke partai lain itu nyrimpeti mas. Kalau memang kebujuk rayu keinginan pindah itu kita hormati kita hargai,” katanya.
Baca juga: KSP Perkuat Pengawalan Investasi dan Hilirisasi untuk Percepatan Nilai Tambah Ekonomi Nasional
Ia menegaskan bahwa PDIP tidak mengeluarkan kader yang dianggap setengah-setengah. Partai hanya membuka ruang bagi mereka yang memilih keluar dengan kesadaran sendiri. “Kami tidak mengeluarkan ya, kami tidak keberatan Anda keluar, saya katakan begitu ya. Saya tidak keberatan Anda keluar dari forum ini. Saya tidak mengeluarkan daripada Anda setengah-setengah,” pungkas Aria Bima.
Pewarta: Surya Kencana
Tagline: #SoekarnoHidup, #IdeologiPDIP, #MusranMojosongo, #KaderTotalitas, #TanpaKultusIndividu, #RantingGardaDepan, #PDIPSolo, #DisiplinOrganisasi,

