RI News. Sleman, 4 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Sleman siap menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bupati Sleman Cup Drag Bike 2026 sebagai sarana legal bagi komunitas otomotif sekaligus upaya menekan praktik balap liar. Ajang ini dijadwalkan berlangsung di Jalan Sumber–Kwayuhan, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, pada 15 Agustus 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, menyampaikan pernyataan tersebut dalam jumpa pers di Cafe Mosu, Lempongsari, Ngaglik, Senin (3/8/2026). Menurutnya, penyelenggaraan kejurnas drag bike menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Sleman Barat. Ia menekankan bahwa event ini diharapkan memberi efek berganda bagi ekonomi lokal, sehingga aspek kenyamanan dan keamanan harus menjadi prioritas utama.
Lintasan drag bike akan memanfaatkan ruas jalan sepanjang 200 meter. Abu Bakar menilai keberhasilan pelaksanaan kejurnas ini dapat menjadi modal penting untuk menghadirkan event sejenis di wilayah lain di Kabupaten Sleman, sehingga olahraga otomotif di daerah tersebut semakin berkembang. Ia juga meminta dukungan media untuk mempublikasikan kegiatan agar animo penonton meningkat.

Penyelenggaraan di jalan umum menuntut perhatian khusus pada aspek keselamatan dan pengelolaan penonton. Berbeda dengan sirkuit permanen, lokasi ini memerlukan pengamanan yang lebih ketat dan terukur. Koordinasi dengan kepolisian serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) menjadi kunci agar acara berjalan aman dan tertib.
Azis, perwakilan IMI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan kesiapan organisasinya mendukung kejurnas tersebut. Ia menyebut event ini sebagai arena penjaringan dan pembinaan atlet otomotif di Yogyakarta. IMI, lanjutnya, merupakan rumah bagi para pencinta otomotif dan mendukung penuh kegiatan ini agar mampu mencetak bibit pembalap unggul, seperti Ega Pratama dan atlet berprestasi lainnya. Azis juga menegaskan komitmen IMI DIY untuk terus mendorong terwujudnya sirkuit permanen di Yogyakarta. Keberadaan fasilitas tersebut diyakini akan memperkuat pembinaan sekaligus menyediakan tempat yang aman bagi penggemar drag bike.
Senada, Doni Tata Pradita, atlet balap asal DIY, mengajak generasi muda agar tidak terlibat dalam aksi balap liar. Ia mengimbau kalangan muda memilih berkompetisi melalui jalur resmi. Doni mengakui sejak kecil tidak pernah melakukan balapan liar dan percaya bahwa balap harus dilakukan di sirkuit atau arena legal, karena dari sanalah lahir pembalap profesional.
Baca juga: Polsek Sidoharjo Sigap Evakuasi Pengemudi Pikap yang Terperosok Jurang di Tikungan Kedunggupit
Kejuaraan ini menghadirkan empat kategori utama, yakni Point Bracket Street Legal, Point Sunmori Street Legal, Supporting Class, dan Point Street Legal, dengan total lebih dari 20 kelas. Pada kelas unggulan Point Bracket Street Legal, hadiah utama mencapai Rp3 juta untuk juara pertama, sementara kelas Street Legal menyediakan hadiah hingga Rp1,5 juta. Kategori lainnya juga menawarkan hadiah jutaan rupiah, menjadikannya salah satu kompetisi drag bike paling kompetitif di wilayah DIY.
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman Sukarmin, perwakilan Dinas Pariwisata Sleman, Polresta Sleman, serta sejumlah pejabat terkait.
Pewarta: Lee Anno
Tagline: #KejurnasBupatiSlemanCup, #DragBike2026, #Sleman, #BalapLegal, #IMIDIY, #OtomotifYogyakarta,

