RI News, Klaten – Jumat, 16 Oktober 2026. Menjelang berakhirnya masa jabatannya, Kepala Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Slamet, menitipkan harapan agar penerusnya kelak mampu membawa desa tersebut ke arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera.
Harapan itu disampaikan Slamet saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Desa Kotesan. Meski telah mengabdi cukup lama, ia memilih menjawab singkat ketika diwawancarai. Alih-alih menguraikan capaiannya, ia lebih banyak berbicara tentang masa depan desa yang selama ini dipimpinnya.
Slamet tercatat telah menjabat sebagai kepala desa selama tiga periode. Dalam keterangan yang dihimpun, masa jabatan terakhirnya berlangsung hingga tahun 2027. Bila dihitung secara keseluruhan, pengabdiannya memimpin Desa Kotesan mendekati dua dekade.

Selama rentang waktu tersebut, perubahan fisik di Desa Kotesan dinilai cukup terasa. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama, mulai dari perbaikan jalan usaha tani, pembangunan gedung, hingga penataan kantor desa. Sarana-sarana itu secara umum membuat aktivitas warga dan pelayanan publik menjadi lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan desa, infrastruktur dasar seperti jalan pertanian memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kelancaran distribusi hasil tani dan efisiensi ekonomi masyarakat. Sementara itu, kantor desa yang representatif menjadi faktor pendukung kualitas pelayanan administrasi kepada warga.
Kepada penerusnya, Slamet berpesan agar pembangunan desa terus dilanjutkan dan tidak berhenti pada capaian yang ada. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan kepentingan masyarakat serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk unsur-unsur di tingkat Kecamatan Prambanan.
“Harapan saya, Desa Kotesan ke depan lebih maju dan sejahtera, pembangunan semakin maju, dan penggantinya nanti mengedepankan masyarakat serta semua elemen, khususnya di Kecamatan Prambanan,” ujar Slamet.
Pesan tersebut mencerminkan prinsip kepemimpinan partisipatif, yakni pembangunan desa yang tidak hanya bertumpu pada kepala desa, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga di sekitarnya. Pendekatan ini dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan lintas masa jabatan.
Dengan mendekatnya akhir masa bakti Slamet, warga Desa Kotesan kini menantikan sosok pemimpin baru yang diharapkan mampu merawat capaian yang telah ada sekaligus menghadirkan inovasi demi kemajuan desa.
Pewarta : Rendro P
Tagline: #DesaKotesan, #KepalaDesa, #Prambanan, #Klaten, #AkhirMasaJabatan, #PembangunanDesa, #Infrastruktur, #DesaSejahtera,
