RI News. Jakarta – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengumumkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat program pembinaan sepak bola di tingkat akar rumput. Dukungan ini diharapkan menjadi terobosan strategis guna melahirkan generasi pemain berkualitas yang mampu bersaing di kancah internasional.
“Alhamdulillah, PSSI mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selama ini, program grassroots yang kami jalankan belum cukup optimal,” ujar Erick Thohir seusai acara PSSI Awards di Jakarta, Sabtu malam.
Erick menambahkan bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan kesempatan bagi PSSI untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola di tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). “Terima kasih, Pak Menteri. Ini langkah penting untuk masa depan sepak bola Indonesia,” katanya.

Kolaborasi ini semakin menguat dengan penghargaan yang diterima program Gala Siswa Indonesia, inisiatif pembinaan sepak bola dari Kemendikdasmen, sebagai Football Development Program of the Year dalam PSSI Awards. Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dan menegaskan komitmen berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Pak Erick atas kerja samanya selama ini. Kami terus berkomitmen melakukan upaya bersama dengan PSSI untuk mencari bakat-bakat sepak bola dari jutaan murid Indonesia. Saya yakin, banyak talenta yang bisa menjadi pemain top nasional dan membawa harum nama Indonesia di level internasional,” tegas Abdul Mu’ti.
Pernyataan ini disampaikan Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, di tengah momentum positif timnas Indonesia. Ia menyampaikan rasa leganya atas kemenangan timnas dalam laga FIFA Series melawan St Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026). Meski hasil pertandingan menunjukkan dominasi Garuda, Erick menekankan pentingnya mental bertanding yang lebih tinggi pada laga berikutnya.
Baca juga : Pulau-Pulau di Dua Samudra: Indonesia dan Sao Tome dan Principe Perkuat Ikatan Diplomatik Lewat Bebas Visa
“Pertandingan selanjutnya melawan Bulgaria, yang saat ini berperingkat 87 dunia, akan menjadi ujian berat. Dulu ada Dimitar Berbatov, sekarang kami tidak tahu siapa pemain kuncinya, tapi yang terpenting adalah berani tampil gagah. Sebagai tuan rumah, kita harus memberikan yang terbaik,” ujar Erick.
Ia menambahkan bahwa laga-laga ini menjadi bagian dari roadmap yang disusun pelatih kepala timnas John Herdman. Menurut Erick, proses pembangunan tim nasional tidak bisa instan, melainkan memerlukan kesabaran dan dukungan penuh dari semua pihak.
“John Herdman membuat pernyataan yang sangat bagus bahwa membangun tim nasional adalah proses panjang. Beliau menunjukkan komitmen tinggi, dan tugas kita sekarang adalah mendukung sepenuhnya,” pungkas Erick.

Kolaborasi antara PSSI dan Kemendikdasmen ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi usia dini, tetapi juga menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih terintegrasi antara dunia pendidikan dan olahraga. Dengan melibatkan jutaan siswa di seluruh Indonesia, program ini berpotensi menjadi fondasi kuat menuju target jangka panjang, seperti prestasi di Piala Dunia.
Pembinaan berbasis sekolah dianggap strategis karena mampu menjangkau talenta secara luas dan merata, sekaligus menggabungkan aspek pendidikan karakter dengan pengembangan kemampuan teknis sepak bola. Para pengamat sepak bola nasional menyambut positif sinergi ini sebagai langkah konkret mewujudkan sepak bola Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.
Pewarta : Vie

