RI News Portal. Jatiroto, 6 Desember 2025 – Dalam rangka memperkuat standar keamanan pangan di tingkat kecamatan, kegiatan Sosialisasi Penjamah Makanan Sekolah dan Pondok Pesantren Gizi (SPPG) Kecamatan Jatiroto sukses digelar pada Sabtu pagi (6/12/2025) di Restoran Mbah Gajah, mulai pukul 08.00 WIB. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud nyata kolaborasi multipihak untuk menekan risiko kontaminasi pangan yang masih kerap mengancam kesehatan anak-anak dan santri.
Hadir sebagai peserta dan narasumber antara lain Camat Jatiroto Miran, S.Sos., M.M., Lurah Jatiroto Hanani Nugrohorini, S.E., Kepala UPTD Puskesmas Jatiroto dr. Agung Wiransyah, Kapolsek Jatiroto IPTU Pudiyono, S.H., M.H., serta perwakilan Koramil 16 Jatiroto, Serda Jailan. Turut serta puluhan pengelola dapur SPPG dari berbagai desa di wilayah Jatiroto yang menjadi target utama pembinaan.
Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan penjamah makanan dalam menerapkan prinsip sanitasi, penyimpanan bahan baku yang benar, hingga pengendalian hama di area pengolahan. Materi disampaikan secara interaktif oleh tenaga kesehatan Puskesmas Jatiroto dengan pendekatan praktik langsung, sehingga peserta dapat segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di dapur masing-masing.

Dari perspektif keamanan dan ketentraman masyarakat, Polres Wonogiri memberikan dukungan penuh. Melalui Kasihumas AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian integral dari perlindungan masyarakat yang menjadi tugas pokok Polri.
“Sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, dan tenaga kesehatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memutus rantai potensi keracunan pangan di lingkungan pendidikan dan pondok pesantren. Kehadiran personel Polsek Jatiroto bukan hanya mengamankan jalannya acara, tetapi juga memberikan efek psikologis bahwa negara hadir di tengah-tengah upaya preventif kesehatan masyarakat,” ungkap AKP Anom Prabowo.
Ia menambahkan, rendahnya kepatuhan terhadap standar higienitas masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan seperti yang dilakukan di Jatiroto ini menjadi model yang patut direplikasi di kecamatan lain se-Kabupaten Wonogiri.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan sertifikat partisipasi kepada seluruh penjamah makanan yang hadir. Suasana penuh antusiasme mencerminkan kesadaran kolektif bahwa kesehatan anak-anak sekolah dan santri adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditawar lagi.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini menjadi bukti bahwa koordinasi lintas sektor di tingkat mikro mampu menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Pewarta : Nandang Bramantyo

