RI News. Trenggalek – Suasana kebersamaan dan keimanan semakin terasa di bulan Ramadhan 1447 H. Pada Selasa, 4 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, Paguyuban Paseduluran Saklawase Trenggalek menggelar acara temu kangen sekaligus buka bersama (bukber) di Cafe Ruby, Jalan Soetran, Trenggalek. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 40 orang dari berbagai kalangan masyarakat, menciptakan momen kehangatan persaudaraan di tengah puasa.
Acara yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menambah kekuatan iman selama Ramadan ini berlangsung hikmah dan penuh makna. Beragam elemen masyarakat turut hadir, termasuk para pedagang kaki lima (PKL), alumni SMP dan SMA, jamaah Nur Safar, serta beberapa pejabat daerah setempat. Kehadiran lintas generasi dan profesi ini menunjukkan betapa luasnya jaringan kebersamaan yang dibangun paguyuban.
Dalam sambutan utamanya, Slamet selaku koordinator Paguyuban Paseduluran Saklawase Trenggalek menyampaikan rasa puas dan syukur atas kelancaran acara. Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bentuk penguatan ukhuwah di bulan suci.

“Acara ini menjadi wadah bagi kita semua untuk saling menguatkan dalam ibadah dan kebersamaan. Saya sangat puas melihat antusiasme peserta dari berbagai latar belakang,” ujar Slamet.
Selain makan bersama menjelang berbuka, acara juga diisi ceramah agama oleh seorang ustadz asal Trenggalek. Dalam tausiahnya, beliau mengajak hadirin untuk mempersiapkan diri menunaikan ibadah umroh, sekaligus menjelaskan secara ringkas tata cara dan keutamaan umroh sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Momen tersebut dimanfaatkan pula oleh Nur Safar Nusantara untuk menyampaikan penjelasan tentang program umroh. Hartanto, yang bertindak sebagai pembawa acara, menjelaskan kepada anggota paguyuban mengenai kemudahan dan biaya yang relatif terjangkau untuk berangkat umroh. Penjelasan ini mendapat respons positif, karena banyak peserta yang menunjukkan minat untuk mewujudkan impian spiritual tersebut tanpa beban finansial berlebih.
Baca juga : Polres Wonogiri Gerebek Transaksi Malam: Pengedar Sabu dan Ratusan Pil Tramadol-Trihexyphenidyl Diamankan
Salah seorang peserta yang enggan disebut namanya mengungkapkan kepuasannya saat diwawancarai. Ia mengatakan acara ini sangat berkesan karena berhasil mempererat hubungan antar anggota dan masyarakat sekitar. “Saya sangat senang dan puas. Semoga acara seperti ini bisa rutin digelar setiap tahun,” tuturnya.
Acara berlangsung meriah hingga tiba waktu Magrib. Semua peserta kemudian berbuka puasa bersama dengan penuh kebahagiaan dan kepuasan. Suasana keakraban terasa begitu kental, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang hadir.
Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai tradisi positif di Trenggalek, menguatkan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Pewarta: Sugeng

