RI News. Sragen, 6 Agustus 2026- Sebanyak 479 personel gabungan dari berbagai instansi pemerintah dan mitra terkait mengikuti apel kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya mitigasi dini menghadapi potensi kebakaran yang meningkat seiring musim kemarau, dengan tujuh unit mobil pemadam kebakaran disiagakan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi insiden.
Empat unit kendaraan pemadam berasal dari unsur TNI, yakni satu unit milik Kodim 0725/Sragen dan tiga unit dari Yonif Raider 408/Suhbrastha. Tiga unit lainnya disiapkan oleh Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sragen lengkap dengan personelnya. Partisipasi ratusan personel melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Kesbangpol, PT Jasamarga Solo-Ngawi, serta BKPH Tangen.
Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari di Lapangan Wira Pratama Mapolres Sragen. Setelah apel, para peserta mengikuti simulasi singkat penanganan karhutla guna menguji koordinasi dan kesiapan operasional di lapangan.

Kapolres Sragen menyampaikan bahwa kondisi kebencanaan di wilayah tersebut secara umum masih terkendali. Namun, dalam beberapa waktu terakhir tercatat peningkatan kasus kebakaran lahan tebu. Berdasarkan hasil penelusuran, mayoritas kejadian dipicu oleh praktik pembakaran sisa lahan pascapanen yang dilakukan tanpa pengawasan memadai, sehingga api mudah merembet ke area sekitar.
“Kami menghimbau kepada para pemilik lahan tebu dan seluruh masyarakat untuk selalu waspada serta berkoordinasi dengan aparat setempat apabila akan melakukan pembakaran lahan. Pelaksanaannya harus terencana agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Ia menambahkan bahwa Polres Sragen telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem mitigasi. Standar operasional prosedur (SOP) penanganan karhutla juga telah disusun, termasuk mekanisme koordinasi antarinstansi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terpadu. Kesiapan sarana dan prasarana dilakukan secara kolaboratif mengingat keterbatasan peralatan yang dimiliki Polres.
“Sarana prasarana di Polres memang terbatas. Kami dibantu Damkar, BPBD, serta TNI dari Kodim maupun Yonif 408,” jelasnya.
Selain menyiapkan personel dan peralatan, Polres Sragen terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam pencegahan karhutla, khususnya pada musim kemarau. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengancam ekosistem, produktivitas pertanian, serta keselamatan warga.
Pewarta: Muhamad Riansa
Tagline: #SiagaKarhutla, #MitigasiSragen, #ApelKesiapsiagaan, #PencegahanKebakaran, #KolaborasiInstansi,

