Skip to content
06/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Sengketa Tanah Ulayat di Nagari Silaut: Cacat Hukum HGU Perusahaan Kayu Hiasi Perdebatan Keadilan Agraria

Sengketa Tanah Ulayat di Nagari Silaut: Cacat Hukum HGU Perusahaan Kayu Hiasi Perdebatan Keadilan Agraria

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 min read
Sengketa Tanah Ulayat di Nagari Silaut
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Padang, 17 Oktober 2025 – Di lereng bukit hijau Nagari Silaut, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, angin bertiup kencang membawa aroma tanah basah dan daun kelapa sawit yang sudah lama dikelola warga. Namun, di balik keindahan alam itu, bergema keluhan pilu: lahan warisan leluhur kini terancam direnggut oleh Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sukses Jaya Wood (SJW), perusahaan pengolahan kayu yang beroperasi di wilayah perbatasan. Sengketa ini, yang kembali mencuat pekan ini, bukan sekadar friksi administratif, melainkan panggilan mendesak atas keadilan bagi komunitas adat yang telah berpuluh tahun menggantungkan hidup pada tanah tersebut.

Advokat muda Edo Mandela, kuasa hukum perwakilan masyarakat Silaut, menyoroti inti persoalan: penerbitan HGU SJW dinilai cacat hukum sejak akarnya. “Penyerahan hak ulayat dilakukan oleh Ninik Mamak Lunang kepada perusahaan, tanpa persetujuan Ninik Mamak Silaut, padahal lahan sengketa jelas berada dalam teritori adat Silaut,” tegas Edo dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi. Fakta lapangan, menurutnya, tak terbantahkan: warga telah menggarap lahan untuk perkebunan sejak generasi sebelumnya, sementara HGU baru muncul belakangan tanpa proses konsultasi yang sah dengan pemangku adat asli.

Bayangkan seorang petani tua seperti Pak Rahman, yang tak disebut namanya di sini untuk alasan keamanan, berdiri di pinggir kebunnya yang kini dipagari kawat berduri. “Anak cucu saya lahir dan besar di sini. Sawit ini bukan cuma tanaman, tapi napas keluarga. Tiba-tiba, alat berat datang dan klaim ini milik perusahaan. Di mana hak kami?” ceritanya dengan suara parau, mewakili ratusan rumah tangga yang kini terjepit antara tradisi dan modernitas korporatif. Lahan seluas ribuan hektare, yang menjadi sumber mata pencaharian utama, kini menjadi medan pertempuran diam-diam antara hak ulayat dan kepentingan ekonomi.

Edo Mandela menekankan bahwa perjuangan ini bukanlah penolakan buta terhadap investasi, melainkan upaya memastikan lindung hukum dan moral bagi yang lemah. “Ini soal keadilan dan kesetaraan. Jika negara membiarkan praktik seperti ini—di mana administrasi perizinan mengorbankan rakyat kecil demi korporasi raksasa—maka akan lahir korban baru setiap hari,” ujarnya. Sebagai fondasi argumennya, Edo merujuk Pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupan.” Bagi sang advokat, ayat konstitusi ini bukan sekadar kata-kata mati; ia adalah perisai konstitusional yang menegaskan hak masyarakat atas tanah sebagai sumber kehidupan, tak boleh diabaikan oleh siapa pun, termasuk pemegang HGU.

Langkah konkret telah dirintis. Bersama relawan dari jaringan Tegak Lurus Prabowo dan kelompok tani Palas Merah BS3, tim hukum Edo telah menyusun strategi komprehensif: mulai dari pelaporan ke lembaga penegak hukum hingga pengaduan ke badan pengawas negara. Mereka juga mendesak penghentian sementara aktivitas perusahaan di lahan sengketa, hingga status kepemilikan lahan memperoleh kejelasan mutlak. “Kami tak ingin konflik eskalasi, tapi dialog harus adil—bukan monopoli narasi korporasi,” tambah Edo, yang dikenal sebagai pembela hak agraria di kawasan pesisir Sumatera Barat.

Baca juga : Polres Lampung Timur Gelar Simulasi Pengamanan Ketat Jelang Satu Tahun Kabinet Merah Putih: 300 Personel Siaga Penuh

Respons dari otoritas setempat menambah harapan. Kapolda Sumatera Barat dikabarkan telah memerintahkan Kapolres Pesisir Selatan untuk menggelar audiensi darurat di ruangannya. Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah menampung aspirasi langsung dari warga Silaut, mencari solusi yang tak hanya menyelesaikan sengketa saat ini, tapi juga mencegah preseden buruk di masa depan. “Ini langkah awal yang positif. Polisi bisa jadi jembatan, asal tak terjebak birokrasi,” komentar Edo.

Dalam konteks lebih luas, kasus Nagari Silaut mencerminkan luka agraria yang menganga di Indonesia timur. Hak ulayat, yang diakui UUD 1945 melalui Pasal 18B ayat 2, sering terpinggirkan oleh dinamika perizinan yang lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi daripada keberlanjutan sosial. Para ahli hukum agraria, seperti yang dikutip dari studi terbaru Universitas Andalas, memperingatkan bahwa ketidakseimbangan ini bisa memicu instabilitas sosial, terutama di daerah adat seperti Minangkabau di Sumatera Barat. “Tanah bukan komoditas; ia adalah identitas. Mengabaikannya berarti merusak fondasi bangsa,” demikian salah satu temuan riset tersebut.

Upaya Edo Mandela dan kawan-kawannya menjadi simbol perlawanan yang inspiratif: advokat muda yang berdiri di garis depan, membela suara rakyat atas tanah mereka. Di Nagari Silaut, di mana sungai Sindang Alam menjadi saksi bisu batas wilayah, harapan kini bergantung pada keadilan yang tak lagi tertunda. Apakah audiensi mendatang akan membawa angin segar, atau sekadar hembusan sementara? Waktu akan menjawab, tapi satu hal pasti: perjuangan ini telah membangunkan kesadaran bahwa hak atas tanah adalah hak atas martabat manusia.

Pewarta : Sami S

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polres Lampung Timur Gelar Simulasi Pengamanan Ketat Jelang Satu Tahun Kabinet Merah Putih: 300 Personel Siaga Penuh
Next: KPK Dalami Jejak Pengadaan LNG di Pertamina: Mantan Sekper Tajudin Noor Ungkap Proses Kontroversial 2011-2021

Related Stories

Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis
2 min read

Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Momentum Sedekah Dieksploitasi
2 min read

Momentum Sedekah Dieksploitasi?, Pengemis Cantik Berjilbab Menghebohkan Warga Pancung Soal

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Jembatan Way Sepagasan Diresmikan
2 min read

Jembatan Way Sepagasan Diresmikan: Akses Baru Dorong Ekonomi Petani di Pedalaman Lampung Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Movie Review: “Hoppers” Lompatan Liar Pixar yang Menggabungkan Kekacauan dan Hati
  • Pengorbanan di Tengah Gejolak Timur Tengah: Kisah Enam Prajurit AS yang Gugur di Kuwait
  • Honduras di Ambang Pergeseran Diplomatik: Janji Ekonomi China yang Pupus dan Bayang-bayang Pengaruh AS
  • Ukraina Jadi Penyelamat Timur Tengah dari Serangan Drone Murah Iran: Pelajaran dari Medan Perang Rusia
  • Konflik Timur Tengah Memasuki Hari Keenam: AS dan Israel Intensifkan Serangan, Iran Balas dengan Serangan Rudal Meluas
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.