RI News. Semarang, 5 Maret 2026 – Di tengah suasana ibadah puasa yang semakin mendalam pada 14 Ramadhan 1447 H, Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, memimpin rombongan Forkopimda serta sejumlah kepala perangkat daerah dalam agenda Safari Ramadhan ke Kecamatan Batu Ketulis dan Kecamatan Belalau, Rabu (4/3/2026). Kegiatan puncak dipusatkan di Masjid Al-Jamaah Belappau, Pekon Sukarame, Kecamatan Belalau, yang telah dipadati warga sejak sore hari, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kehadiran perwakilan pemerintahan.
Agenda ini tidak sekadar serangkaian kunjungan rutin, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membangun legitimasi pemerintahan melalui pendekatan bottom-up. Safari Ramadhan tahun ini menawarkan ruang dialog langsung antara eksekutif daerah dan warga, di mana aspirasi pembangunan dapat diserap secara real-time, sekaligus memperkuat dimensi spiritual dan sosial di bulan suci.

Tokoh masyarakat setempat, Rahuf Ali, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran rombongan. “Kehadiran pemerintah daerah di tengah kami pada momentum Ramadhan ini sungguh membawa berkah. Kami dari Pekon Sukarame mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya. Ia kemudian menyampaikan harapan konkret terkait fasilitas keagamaan, yakni dukungan untuk penyempurnaan Masjid Al-Jamaah Belappau agar lebih representatif dan nyaman sebagai pusat ibadah serta aktivitas komunal.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Mad Hasnurin secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta untuk pembangunan masjid. Langkah ini menjadi bukti responsivitas pemerintahan terhadap kebutuhan dasar spiritual masyarakat pedesaan, di mana rumah ibadah sering kali berfungsi ganda sebagai pusat pendidikan agama, musyawarah, dan solidaritas sosial.
Selain bantuan fisik, kegiatan juga diwarnai penyaluran santunan kepada anak yatim piatu serta lansia, sebagai manifestasi kepedulian sosial yang selaras dengan nilai-nilai Ramadhan. Inisiatif ini terintegrasi dalam gerakan PM Berkah yang digalakkan pemerintah daerah, yang menekankan semangat berbagi dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Baca juga : Polres Melawi Gencar Sosialisasikan Peluang Karier Polri 2026 kepada Generasi Muda di Pedalaman Kalbar
Dalam pidatonya, Mad Hasnurin menegaskan esensi lebih dalam dari Safari Ramadhan. “Ini bukan agenda formalitas, melainkan kesempatan emas untuk mempertebal iman, mempererat ukhuwah, dan membangun persatuan. Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama; tanpa doa serta dukungan warga, upaya pembangunan tidak akan optimal,” katanya. Ia juga menjamin bahwa aspirasi yang muncul, termasuk terkait infrastruktur keagamaan, akan diprioritaskan sesuai kapasitas anggaran dan skala kebutuhan daerah secara keseluruhan.
Kegiatan ditutup dengan tradisi berbuka puasa bersama serta pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah di masjid yang sama, menciptakan momen kolektif yang memperkuat rasa kebersamaan lintas elemen masyarakat dan pemerintahan.

Secara keseluruhan, Safari Ramadhan di Belalau kali ini menggambarkan model tata kelola yang mengintegrasikan dimensi keagamaan, sosial, dan pembangunan. Di tengah tantangan daerah pedesaan seperti keterbatasan fasilitas ibadah, pendekatan seperti ini berpotensi menjadi katalisator pembangunan inklusif, di mana aspirasi warga tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara nyata. Hal ini sejalan dengan semangat desentralisasi yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses pembangunan daerah.
Pewarta : Atalinsyah

